Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sering Bikin Kaget, Ini Alasan Air Mineral Dijual Mahal di Restoran
ilustrasi restoran (pexels.com/Taha Samet Arslan)
  • Harga air mineral di restoran turut menutup biaya operasional dan layanan yang diberikan.

  • Minuman menjadi salah satu sumber keuntungan penting bagi banyak restoran.

  • Lokasi, konsep restoran, dan perilaku konsumen ikut memengaruhi harga air mineral.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat sedang makan di restoran, kamu mungkin pernah dibuat kaget saat melihat harga sebotol air mineral yang bisa mencapai Rp10 ribu, Rp15 ribu, Rp20 ribu, bahkan lebih? Padahal, kalau dibeli di minimarket, merek yang sama mungkin hanya dihargai sekitar Rp4 ribu hingga Rp6 ribu. Hal seperti ini sering membuat pelanggan bertanya-tanya kenapa perbedaan harga yang ada bisa sejauh itu?

Padahal, kalau dipikir-pikir, air mineral itu merupakan salah satu minuman paling sederhana. Ia tidak perlu diracik, tidak perlu dimasak, bahkan tinggal dibuka tutup botolnya. Kenyataannya, harga air mineral di restoran memang hampir selalu jauh lebih mahal dibandingkan harga di toko biasa. Menariknya, alasannya bukan semata-mata karena restoran ingin mengambil untung besar dari air putih. Ada beberapa faktor bisnis yang membuat harga air mineral menjadi seperti itu.

1. Restoran tidak hanya menjual isi botolnya

ilustrasi air dalam botol (pexels.com/Steve Johnson)

Kesalahan yang sering dilakukan pelanggan ialah membandingkan harga air mineral di restoran dengan harga di supermarket. Padahal, yang dijual restoran bukan hanya airnya. Saat membeli minuman di restoran, kamu juga menikmati tempat duduk yang nyaman, ruangan ber-AC, pelayanan, kebersihan meja, hingga suasana yang membuat pengalaman makan terasa lebih menyenangkan.

Semua fasilitas itu membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit. Jadi, sebagian harga minuman sebenarnya ikut membantu menutup biaya tersebut. Kalau dipikirkan, kamu sebenarnya sedang membayar pengalaman makan secara keseluruhan, bukan sekadar isi botol air.

2. Minuman memang menjadi sumber keuntungan penting

ilustrasi air mineral (pexels.com/nerea arance)

Dalam industri restoran, minuman sering menjadi salah satu penyumbang keuntungan terbesar. Hal ini bukan hanya berlaku untuk kopi, teh, atau minuman bersoda. Air mineral pun termasuk di dalamnya. Bahkan, banyak restoran sengaja menetapkan margin tinggi pada minuman untuk membantu menyeimbangkan keuntungan secara keseluruhan.

Strategi seperti ini cukup umum diterapkan dalam industri makanan dan minuman. Bahkan, banyak pelaku usaha mengandalkan penjualan minuman sebagai salah satu sumber pendapatan yang paling stabil. Dengan kata lain, keuntungan dari minuman bisa membantu menutup biaya operasional restoran yang besar.

3. Ada biaya sewa tempat yang harus ditanggung

ilustrasi restoran (pexels.com/Cristian Mihaila)

Restoran yang berada di pusat perbelanjaan, kawasan wisata, atau lokasi strategis biasanya membayar biaya sewa yang sangat mahal. Pengeluaran tersebut harus ditutupi dari hasil penjualan semua menu, termasuk air mineral. Semakin premium lokasi restoran, biasanya harga seluruh menu juga ikut naik. Air mineral pun tidak luput dari penyesuaian harga tersebut. Itu sebabnya, air mineral di restoran hotel atau restoran mewah bisa berkali-kali lipat lebih mahal dibandingkan harga di toko.

4. Restoran juga mempertimbangkan perilaku konsumen

ilustrasi makan di restoran (pexels.com/Helena Lopes)

Menariknya, sebagian besar pelanggan tidak datang ke restoran hanya untuk membeli air mineral. Mereka datang untuk makan. Saat sudah duduk di meja dan merasa haus, kebanyakan orang akan tetap membeli minuman meski harganya lebih mahal daripada di luar.

Fenomena ini dikenal sebagai captive demand, kondisi ketika pelanggan memiliki pilihan yang terbatas karena sudah berada di dalam restoran. Sebagian besar orang tentu tidak akan keluar restoran hanya untuk membeli air mineral yang lebih murah di minimarket, lalu kembali lagi untuk melanjutkan makan. Akibatnya, restoran memiliki ruang yang lebih besar untuk menetapkan harga minuman dibandingkan jika dijual di minimarket.

5. Harga juga dipengaruhi oleh konsep restoran

ilustrasi restoran (pexels.com/Taha Samet Arslan)

Air mineral yang dijual di restoran cepat saji tentu berbeda dengan yang dijual di restoran fine dining. Di restoran kelas atas, pelanggan tidak hanya membayar makanan, tetapi juga pelayanan yang lebih personal, interior yang mewah, perlengkapan makan berkualitas, hingga suasana eksklusif. Karena itu, harga minuman ikut menyesuaikan citra restoran tersebut. Bahkan, untuk merek air mineral yang sama, harganya bisa berbeda cukup jauh tergantung tempat kamu membelinya.

Jadi, saat melihat harga air mineral yang berkali-kali lipat lebih tinggi daripada di minimarket, sebenarnya kamu tidak hanya membayar air putihnya. Kamu juga ikut membayar layanan, kenyamanan, dan pengalaman makan yang diberikan restoran selama kamu berada di sana. Pada akhirnya, harga tersebut merupakan bagian dari model bisnis yang diterapkan restoran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article