Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengapa Banyak Supermarket Menaruh Susu di Bagian Belakang?

Mengapa Banyak Supermarket Menaruh Susu di Bagian Belakang?
ilustrasi diskon (pexels.com/Erik Mclean)
Intinya Sih
  • Penempatan susu di bagian belakang supermarket adalah strategi agar pelanggan melewati lebih banyak lorong dan melihat berbagai produk lain sebelum mencapai tujuan utama.
  • Tata letak ini meningkatkan peluang pembelian impulsif karena konsumen terpapar promosi dan produk menarik selama perjalanan menuju area susu.
  • Selain alasan pemasaran, faktor operasional seperti kebutuhan pendingin dan penyebaran arus pelanggan juga memengaruhi lokasi penempatan produk tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Banyak orang mungkin menyadari bahwa produk kebutuhan sehari-hari seperti susu sering ditempatkan di bagian belakang supermarket. Sekilas, penataan ini tampak kurang praktis karena pelanggan harus berjalan lebih jauh untuk mengambil barang yang dibutuhkan. Padahal, peletakan tersebut umumnya merupakan bagian dari strategi tata letak toko yang telah dirancang dengan cermat.

Dengan membuat pelanggan melewati lebih banyak lorong, supermarket berharap konsumen melihat berbagai produk lain sebelum mencapai tujuan utamanya. Strategi ini tidak selalu membuat orang membeli lebih banyak, tetapi dapat meningkatkan peluang terjadinya pembelian tambahan. Berikut beberapa alasannya.

1. Mendorong pelanggan melewati lebih banyak lorong

ilustrasi pasangan belanja
ilustrasi pasangan belanja (pexels.com/Jack Sparrow)

Susu termasuk salah satu produk yang sering dibeli oleh banyak orang. Dengan menempatkannya di bagian belakang toko, pelanggan perlu melewati berbagai rak sebelum sampai ke lokasi tersebut. Selama perjalanan itu, mereka berkesempatan melihat banyak produk lain yang mungkin sebelumnya tidak masuk dalam daftar belanja.

Semakin banyak produk yang terlihat, semakin besar peluang munculnya ketertarikan untuk membeli barang tambahan. Strategi ini dikenal luas dalam dunia ritel sebagai cara untuk meningkatkan eksposur produk. Tata letak toko pun disusun agar jalur belanja terasa alami bagi pelanggan.

2. Meningkatkan peluang pembelian impulsif

Pembelian impulsif terjadi ketika seseorang membeli barang yang sebelumnya tidak direncanakan. Saat berjalan menuju bagian belakang supermarket, pelanggan sering melihat promosi, produk baru, atau barang dengan tampilan menarik. Hal tersebut dapat memicu keputusan membeli secara spontan.

Meski tidak semua orang mengalami hal yang sama, peluang pembelian impulsif cenderung meningkat ketika konsumen terpapar lebih banyak pilihan. Karena itu, produk yang paling sering dicari tidak selalu ditempatkan di area yang paling dekat dengan pintu masuk. Penataan seperti ini menjadi bagian dari strategi pemasaran ritel.

3. Menyebarkan arus pelanggan di dalam toko

ilustrasi belanja
ilustrasi belanja (pexels.com/Jack Sparrow)

Jika semua produk populer ditempatkan di dekat pintu masuk, sebagian area supermarket berpotensi menjadi terlalu padat sementara lorong lain sepi. Dengan menyebarkan produk kebutuhan pokok di beberapa lokasi, arus pelanggan menjadi lebih merata. Hal ini membuat pengalaman berbelanja terasa lebih nyaman.

Selain itu, penyebaran pengunjung juga membantu pelanggan lebih mudah mengakses berbagai rak tanpa penumpukan berlebihan. Tata letak seperti ini memberikan manfaat bagi konsumen maupun pihak supermarket. Aktivitas belanja pun dapat berlangsung lebih lancar.

4. Produk segar sering membutuhkan area khusus

ilustrasi belanja
ilustrasi belanja sesuai kebutuhan (pexels.com/Ninthgrid)

Susu umumnya disimpan dalam lemari pendingin yang membutuhkan instalasi dan pengaturan suhu tertentu. Pada banyak supermarket, area pendingin ditempatkan di bagian belakang agar lebih efisien dari sisi operasional dan distribusi barang. Faktor ini juga turut memengaruhi lokasi penempatan produk.

Dengan menempatkan berbagai produk dingin dalam satu area, proses pengelolaan suhu menjadi lebih mudah. Selain mendukung efisiensi operasional, cara ini membantu menjaga kualitas produk tetap terjaga. Jadi, penempatan susu tidak selalu semata-mata karena strategi pemasaran.

5. Bukan aturan yang berlaku di semua supermarket

ilustrasi belanja
ilustrasi belanja (pexels.com/Gustavo Fring)

Meski strategi ini cukup umum, tidak semua supermarket menempatkan susu di bagian belakang. Tata letak toko dapat berbeda tergantung ukuran bangunan, konsep bisnis, hingga kebutuhan operasional masing-masing. Ada pula toko yang memilih menempatkan produk tertentu lebih dekat dengan pintu masuk.

Artinya, posisi susu bukan merupakan aturan baku yang selalu diterapkan. Namun, pada banyak supermarket berukuran besar, penempatan di bagian belakang memang menjadi strategi yang cukup sering dijumpai. Tujuannya adalah menyeimbangkan pengalaman berbelanja dengan kebutuhan bisnis.

Penempatan susu di bagian belakang supermarket umumnya merupakan kombinasi antara strategi pemasaran dan pertimbangan operasional. Dengan membuat pelanggan melewati lebih banyak lorong, supermarket dapat meningkatkan peluang mereka melihat berbagai produk lain sekaligus menjaga alur belanja tetap merata.

Pada akhirnya, tata letak supermarket dirancang untuk memenuhi berbagai tujuan, mulai dari kenyamanan pelanggan hingga efisiensi operasional. Karena itu, lokasi sebuah produk sering kali dipilih berdasarkan lebih dari satu pertimbangan, bukan sekadar kebetulan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More