Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ekspor Melesat Usai Blokade, Iran Jual Minyak 20 Persen Lebih Mahal

Ekspor Melesat Usai Blokade, Iran Jual Minyak 20 Persen Lebih Mahal
ilustrasi kapal pengangkut minyak (unsplash.com/Fredick F.)
Intinya Sih
  • Pencabutan blokade laut oleh AS membuat ekspor minyak Iran melonjak lebih dari 40 juta barel, disertai kenaikan harga jual sekitar 20 persen dibanding sebelum konflik.
  • Iran menegaskan tetap memegang kendali penuh atas Selat Hormuz meski perdagangan kembali normal selama masa transisi 60 hari sesuai kesepakatan MoU dengan AS.
  • Kesepakatan diplomatik juga mencakup pemulihan finansial, termasuk pencairan 12 miliar dolar AS aset Iran untuk kebutuhan nasional serta pembentukan komite bersama guna menjaga perdamaian regional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Pencabutan blokade angkatan laut oleh Amerika Serikat (AS) membuat ekspor minyak mentah Iran melesat hingga melampaui 40 juta barel. Perkembangan itu terjadi setelah AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada 17 Juni 2026 melalui mediasi Pakistan yang mengakhiri konflik bersenjata hampir empat bulan, membuka kembali Selat Hormuz, dan memulai masa negosiasi 60 hari menuju perjanjian damai permanen.

Speaker Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator utama, Mohammad Bagher Ghalibaf, memaparkan capaian ekspor tersebut.

“Sejak hari blokade angkatan laut dicabut kami telah mengekspor lebih dari 40 juta barel minyak,” ujar Ghalibaf dalam wawancara televisi melalui kanal Telegram-nya yang dipublikasikan Selasa (30/6/2026), dikutip CNBC.

1. Penurunan harga minyak mengubah peta penjualan Iran

ilustrasi kilang minyak
ilustrasi kilang minyak (pexels.com/Pixabay)

Ghalibaf juga menyampaikan Iran kini mampu menjual minyak sekitar 20 persen lebih mahal dibandingkan sebelum konflik. Di sisi lain, firma pemantau kapal tanker TankerTrackers.com memperkirakan volume ekspor Iran bahkan telah menyentuh sekitar 50 juta barel dalam dua pekan setelah blokade dicabut berdasarkan analisis citra satelit, foto pantai, dan data pelacakan kapal secara langsung.

Pemulihan arus pengiriman komoditas melalui Selat Hormuz membuat jalur vital yang sebelumnya hampir berhenti selama perang kembali beroperasi. Dampaknya, harga minyak mentah Brent turun ke kisaran 73 dolar AS (setara sekitar Rp1,3 juta) per barel dari puncak 118 dolar AS (setara sekitar Rp2,1 juta) per barel pada April, atau merosot hampir 40 persen.

Sebelum konflik berlangsung, minyak Iran umumnya dipasarkan dengan potongan harga sekitar 10 hingga 15 dolar AS (setara Rp179,7 ribu hingga Rp269,6 ribu) di bawah harga Brent sebagai kompensasi atas risiko sanksi ekonomi yang dihadapi pembeli.

2. Iran mempertahankan kendali Selat Hormuz

Penampakan Selat Hormuz dari satelit
Penampakan Selat Hormuz dari satelit (Jacques Descloitres, MODIS Land Rapid Response Team, NASA/GSFC, Public domain, via Wikimedia Commons)

Aktivitas perdagangan memang kembali berjalan normal berkat fasilitas bebas tol sementara. Meski begitu, Ghalibaf menjelaskan kebijakan tersebut hanya berlaku selama masa transisi 60 hari sesuai kesepakatan MoU, sedangkan pengaturan Selat Hormuz setelah periode itu berakhir masih belum dipastikan.

Iran juga menyatakan tetap mempertahankan kedaulatan penuh beserta kewenangan mengatur lalu lintas di kawasan strategis tersebut.

“Iran tidak akan melepaskan haknya di Selat Hormuz dalam keadaan apa pun dan ini adalah perairan teritorial kami,” tegas Ghalibaf, dikutip Anadolu Agency.

3. Kesepakatan diplomatik mencakup pemulihan finansial

Mohammad Bagher Ghalibaf berpidato atau tampil di sebuah rapat umum saat mengikuti kampanye pemilihan presiden Iran tahun 2013
Mohammad Bagher Ghalibaf berpidato atau tampil di sebuah rapat umum saat mengikuti kampanye pemilihan presiden Iran tahun 2013. (‎مرتضی انصاری, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Selain menyangkut jalur pelayaran dan perdagangan minyak, kesepakatan diplomatik itu turut mengatur pemulihan sektor keuangan. Ghalibaf mengatakan dari sekitar 24 miliar dolar AS (setara Rp430 triliun) aset Iran yang tersebar di berbagai negara, sebanyak 12 miliar dolar AS (setara sekitar Rp215,6 triliun) akan segera disalurkan ke bank sentral untuk membeli kebutuhan nasional dengan harga dan mata uang apa pun di dunia.

Ghalibaf juga menyebut insiden saling serang pada akhir pekan sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata. Meski demikian, Iran menyatakan tetap berkomitmen melanjutkan dialog sambil menyiapkan langkah menghadapi kemungkinan terburuk, sementara kesepakatan yang dimediasi Pakistan juga mencakup pembentukan komite bersama untuk mendorong penyelesaian konflik di Lebanon.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More