Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Israel Basmi Pohon Zaitun Jelang Panen, Ekonomi Warga Palestina Anjlok
potret pohon zaitun (pexels.com/Hani Salama)
  • IDF dilaporkan menghancurkan seluruh pohon zaitun milik warga Palestina di Tepi Barat dengan bulldozer menjelang panen tahunan, membuat warga kehilangan sumber pendapatan.
  • Warga, termasuk Abdul Alfattah Tamimi, mengeluhkan pohon yang mereka tanam dan rawat dicabut; IDF menyatakan tindakan itu dilakukan untuk menghindari ancaman dari pemberontak.
  • Pertanian zaitun menyumbang 8 persen GDP Palestina dan lebih dari 60 ribu pekerjaan; penghancuran pohon menghambat produksi minyak zaitun serta mengancam ekonomi lokal bertahun-tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dikabarkan telah membasmi semua pohon zaitun yang ditanam warga Palestina di Tepi Barat pada Rabu (23/9/2026). Upaya tersebut dilakukan menggunakan bulldozer. Dalam sebuah foto yang dirilis The New Arab, terlihat sejumlah bulldozer milik IDF memasuki area perkebunan milik warga Palestina di Tepi Barat untuk menghancurkan semua pohon zaitun yang ada di sana. 

Pembasmian ini dilakukan Israel di saat pohon-pohon zaitun tersebut sudah mulai memasuki masa panen tahunan. Akibatnya, warga Tepi Barat kini jadi kehilangan pendapatannya dari hasil panen tersebut. Dampak kerugian ini tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga mengancam keberlangsungan ekonomi lokal untuk bertahun-tahun ke depan mengingat pohon zaitun membutuhkan waktu yang lama untuk tumbuh hingga siap dipanen. 

1. Warga Tepi Barat mengeluhkan tindakan yang dilakukan IDF

potret pasukan militer Israel (IDF) (flickr.com/Israel Defense Forces via commons.wikimedia.org/Israel Defense Forces)

Warga Tepi Barat lantas ramai-ramai mengeluhkan pembasmian pohon zaitun yang dilakukan IDF tadi. Mereka mengaku sudah bersusah payah menanam dan merawat semua pohon zaitun tersebut. Namun, saat siap dipanen, IDF malah dengan kejinya menghancurkan semua pohon tersebut menggunakan bulldozer.

"Semua pohon zaitun kami, termasuk yang baru ditanam, dicabut. Pohon zaitun tetangga kami juga. Semuanya dicabut. Mereka meninggalkan kami tanpa apa pun," keluh salah satu warga Tepi Barat bernama Abdul Alfattah Tamimi. Abdul menambahkan bahwa dia dan tetangganya memiliki hampir 9 hektar lahan yang dipenuhi pohon zaitun.

2. IDF membasmi pohon zaitun di Tepi Barat untuk menghindari ancaman

potret pasukan militer Israel (IDF) (commons.wikimedia.org/IDF Spokesperson's Unit)

Dalam keterangannya, IDF menjelaskan, pembasmian pohon zaitun di Tepi Barat merupakan upaya mereka untuk menghindari ancaman. Sebab, pohon-pohon zaitun di wilayah tersebut kerap digunakan oleh pemberontak untuk bersembunyi sebelum melakukan serangan.

Namun, dalih tersebut ditolak mentah-mentah oleh sejumlah organisasi kemanusiaan Palestina. Mereka mengatakan, pohon-pohon zaitun merupakan salah satu sumber utama pendapatan warga Palestina di Tepi Barat. Oleh karena itu, pohon-pohon tersebut seharusnya dirawat dan tidak boleh dihancurkan karena alasan apa pun.

3. Pohon zaitun merupakan salah satu penopang utama pertanian Palestina

potret pohon zaitun (unsplash.com/Flor Saurina)

Pertanian pohon zaitun sendiri merupakan salah satu penopang utama roda perekonomian Palestina. Sektor pertanian ini menyumbang 8 persen GDP nasional dan membantu menyediakan lebih dari 60 ribu lapangan pekerjaan untuk warga Palestina. Biasanya, panen tahunan buah zaitun di Palestina dimulai pada Oktober. Hasil panen tersebut nantinya akan diolah lagi menjadi minyak zaitun. Namun, harapan itu kini pupus begitu saja karena IDF telah membasmi pohon-pohon zaitun di Tepi Barat.

"Dari lahan ini, saya dan saudara-saudara saya menghasilkan 120 drum minyak zaitun. Tetangga kami juga menghasilkan jumlah yang sama. Namun, mereka (IDF) mencabut pohon di mana-mana. Bahkan, di antara rumah-rumah," kata Nather Tamimi, salah satu petani zaitun di Tepi Barat, dalam pernyataannya dilansir Al Jazeera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article