Kanada Janji Beri Bantuan Rp1,26 T ke Palestina

- PM Kanada Mark Carney menjanjikan bantuan 100 juta dolar Kanada untuk Palestina di Majelis Umum PBB, dengan mayoritas dana dialokasikan bagi kebutuhan kemanusiaan Gaza.
- Kanada mengalokasikan 80 juta dolar AS untuk bantuan kemanusiaan dan 20 juta dolar AS bagi perdamaian serta keamanan, sambil menyoroti penderitaan warga Gaza.
- Carney menolak proyek permukiman E1 Israel di Tepi Barat dan Kanada melarang impor dari permukiman ilegal, sebagai dukungan terhadap solusi dua negara.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney berjanji memberikan bantuan senilai 100 juta dolar Kanada (Rp1,26 triliun) untuk Palestina pada Selasa (22/9/2026). Bantuan itu disampaikan dalam pidatonya di Majelis Umum PBB.
Sejak September 2025, Kanada sudah mengakui kemerdekaan Palestina. Negara Amerika Utara itu juga sudah menolak kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel kepada warga Palestina di Gaza.
1. Sebut warga Gaza sangat membutuhkan bantuan

ilustrasi bendera Kanada (unsplash.com/renankamikoga) Dalam kesempatan itu, Carney mengatakan bahwa bantuan tersebut berupa 80 juta dolar AS (Rp1,01 triliun) akan disalurkan untuk kemanusiaan. Sedangkan 20 juta dolar AS (Rp253 miliar) sisanya akan diberikan untuk upaya perdamaian dan keamanan.
“Di Gaza, warga Palestina terus mengalami penderitaan. Di sisi lain, Israel terus hidup dalam ancaman dari Hamas dan Iran, beserta proxi-proxinya. Dukungan atas solusi dua negara tidak akan berarti jika kondisi ini terus berlanjut,” terangnya, dikutip dari Politico.
2. Kanada tolak pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat

ilustrasi bendera Israel (unsplash.com/levimeirclancy) Pada saat yang sama, Carney memperingatkan bahwa rencana Israel untuk mendirikan proyek permukiman E1 akan mengancam perdamaian. Sebab, permukiman Yahudi tersebut berada di area okupansi Yerusalem Barat.
Dilansir TRT World, otoritas Israel sudah mempersiapkan pembukaan tender pada 25 Oktober 2026 untuk proyek permukiman E1. Proyek tersebut diketahui memiliki 2.167 unit rumah yang berdiri di wilayah Tepi Barat, Palestina.
3. Kanada larang barang impor dari wilayah dudukan Israel di Tepi Barat

suasana Toronto, Kanada (pexels.com/vincent-albos) Pada awal September, Kanada bersama dengan sejumlah negara Eropa melarang masuknya barang impor dari area permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat. Keputusan ini sebagai respons mendukung solusi dua negara.
Dilansir CBC, PM Kanada mengungkapkan bahwa fokus dari solusi dua negara untuk memastikan perdamaian, stabilitas, dan keamanan di Timur Tengah. Menurutnya, solusi ini dapat melindungi warga Palestina dan Israel.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















