Wisman Januari 2026 Tembus 1,01 Juta, Drop 17 Persen secara Bulanan

- BPS mencatat kunjungan wisman Januari 2026 mencapai 1,01 juta, turun 17,06 persen bulanan namun naik 1,11 persen tahunan dibandingkan periode sama tahun lalu.
- Wisman terbanyak berasal dari Malaysia, Australia, dan China; kunjungan asal China naik 11,31 persen sementara Malaysia dan Australia menurun dibanding Desember 2025.
- Pergerakan penumpang kereta api dan penerbangan internasional meningkat tahunan, sedangkan perjalanan wisnus serta angkutan laut dan udara domestik mengalami penurunan.
Jakarta, IDN Times – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia melalui pintu masuk utama pada Januari 2026 mencapai 1,01 juta kunjungan atau turun 17,06 persen secara bulanan. Sementara itu, secara tahunan (year-on-year/yoy), jumlah kunjungan wisman meningkat 1,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Turunnya wisman melalui pintu masuk utama sebesar 17,06 persen secara bulanan, tetapi secara tahunan atau year-on-year naik 1,11 persen,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta, Senin (2/3/2026).
1. Kunjungan wisman paling banyak dari Malaysia

Ia menjelaskan, kunjungan wisman paling banyak berasal dari Malaysia sebesar 14,8 persen, Australia 14,4 persen, dan China 10,4 persen. Namun, dibandingkan Desember 2025, terjadi penurunan kunjungan wisatawan mancanegara asal Malaysia dan Australia.
“Untuk wisatawan mancanegara berkebangsaan China mengalami peningkatan 11,31 persen,” ujarnya.
Ia menambahkan, kunjungan wisman tersebut tercatat melalui sejumlah pintu masuk utama, yakni bandar udara internasional, pelabuhan laut internasional, serta pos lintas batas (PLB).
2. Jumlah wisnus juga turun

Selain indikator kunjungan wisatawan mancanegara, BPS juga mencatat perkembangan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus).
Pada Januari 2026, jumlah perjalanan wisnus mencapai 102,04 juta perjalanan atau turun 3,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, dibandingkan Januari 2025, perjalanan wisnus juga turun 0,39 persen.
3. Peningkatan penumpang terjadi pada moda transportasi kereta api dan pesawat
Di sisi lain, menurut dia, pergerakan penumpang pada beberapa moda transportasi masih menunjukkan pertumbuhan pada awal tahun ini. BPS mencatat jumlah penumpang angkutan kereta api pada Januari 2026 mencapai 48,10 juta orang atau meningkat 10,94 persen dibandingkan Januari 2025.
“Peningkatan juga terjadi pada penumpang angkutan udara internasional yang mencapai 1,77 juta orang atau naik 2,04 persen secara tahunan,” tegasnya.
Sementara itu, keberangkatan penumpang angkutan udara domestik tercatat sebesar 4,92 juta orang atau turun 3,33 persen dibandingkan Januari tahun lalu. Ia menyampaikan, jumlah penumpang angkutan laut domestik juga menurun 0,55 persen menjadi 2,61 juta orang.
"Penurunan juga terjadi pada penumpang angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP) yang tercatat sebanyak 4,29 juta orang atau turun 3,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. BPS juga mencatat jumlah barang yang diangkut menggunakan moda angkutan laut domestik pada Januari 2026 mencapai 37,49 juta ton atau turun 1,05 persen dibandingkan Januari 2025," tuturnya.
Selain itu, jumlah barang yang diangkut menggunakan kereta api tercatat sebesar 5,33 juta ton atau turun 7,90 persen secara tahunan. Adapun Ateng menyampaikan jumlah barang yang diangkut melalui angkutan udara domestik tercatat 53 ribu ton atau turun 13,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

















