- Menentukan alokasi dana secara rutin dan konsisten
- Menghindari keputusan berdasarkan emosi atau fear of missing out (FOMO)
- Melakukan evaluasi portofolio secara berkala.
Jurus Hadapi Volatilitas Pasar Kripto, Kenalan dengan Metode DCA

- Strategi Dollar Cost Averaging (DCA) kembali relevan di tengah pasar kripto yang bergerak sideways, karena membantu investor berinvestasi konsisten tanpa bergantung pada waktu pasar.
- DCA memungkinkan investor pemula mengelola risiko dengan membeli aset secara rutin, menciptakan rata-rata harga beli seimbang, dan membangun kebiasaan investasi disiplin meski tetap ada risiko.
- Untuk memaksimalkan DCA, investor disarankan rutin mengalokasikan dana, menghindari keputusan emosional seperti FOMO, serta mengevaluasi portofolio secara berkala guna mencapai tujuan investasi.
Jakarta, IDN Times - Di tengah pergerakan pasar kripto yang cenderung bergerak dalam rentang terbatas atau sideways dalam beberapa waktu terakhir, strategi investasi berbasis konsistensi seperti Dollar Cost Averaging (DCA) kembali menjadi relevan.
Apalagi untuk investor pemula yang ingin membangun portofolio secara bertahap, tanpa harus terpengaruh oleh volatilitas jangka pendek.
Vice President INDODAX, Antony Kusuma menyampaikan kondisi pasar saat ini dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk menerapkan strategi investasi yang lebih disiplin dan terukur.
“Dalam kondisi pasar yang cenderung sideways, banyak investor cenderung wait and see atau bahkan mencoba menebak titik terendah. Padahal, strategi seperti Dollar Cost Averaging dapat menjadi pendekatan yang lebih realistis, karena tidak bergantung pada market timing,” ucap Antony dikutip Sabtu, (2/5/2026).
1. Investor bisa akumulasi aset lebih optimal

DCA merupakan strategi investasi di mana investor membeli aset secara rutin dengan jumlah yang sama dalam periode tertentu, tanpa bergantung pada kondisi harga.
Antony mengatakan, dengan pendekatan DCA, investor justru berpeluang mengakumulasi aset lebih optimal saat harga terkoreksi, untuk membantu meredam dampak fluktuasi harga.
“Sehingga portofolio dapat lebih siap ketika pasar kembali bullish serta investor dapat masuk ke pasar secara konsisten tanpa tekanan emosional yang berlebihan,” ujar Antony.
2. Cocok buat investor pemula mengelola risiko

Lebih lanjut, dia menambahkan strategi itu dapat membantu investor pemula dalam mengelola risiko. Saat harga turun, investor berpotensi memperoleh aset dalam jumlah lebih banyak, sementara saat harga naik, pembelian tetap berjalan dengan jumlah yang lebih kecil.
Mekanisme itu secara alami dapat membantu menciptakan rata-rata harga beli yang lebih seimbang sekaligus membuka potensi pertumbuhan portofolio dalam jangka panjang.
Selain itu, DCA juga dapat membantu membangun kebiasaan investasi yang lebih disiplin serta mengurangi kecenderungan pengambilan keputusan berbasis emosi, yang sering menjadi tantangan bagi investor pemula.
Namun demikian, Antony mengingatkan bahwa strategi ini tetap memiliki risiko dan perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing investor.
“DCA dapat membantu para investor dalam mengelola risiko volatilitas, tetapi tidak menghilangkan risiko sepenuhnya. Investor tetap perlu menggunakan dana dingin dan memastikan strategi yang digunakan sesuai dengan profil risiko masing-masing,” tutur Antony.
3. Cara memaksimalkan DCA

Untuk memaksimalkan strategi DCA, investor disarankan untuk melakukan tiga hal berikut:
Antony mengatakan, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap aset kripto, edukasi mengenai strategi investasi yang tepat menjadi semakin penting.
Oleh sebab itu, pihaknya terus mendorong literasi melalui berbagai kanal edukasi, termasuk INDODAX Academy. Dengan demikian, pengguna bisa memahami dinamika pasar dan menentukan strategi yang sesuai dengan tujuan investasi mereka.


















