Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Tips Menghindari Penipuan Online Modus Kirim Kode Rahasia

3 Tips Menghindari Penipuan Online Modus Kirim Kode Rahasia
ilustrasi penipuan (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Penipuan online makin beragam dan canggih, sehingga masyarakat diminta lebih waspada dalam menjaga keamanan data pribadi saat beraktivitas di dunia digital.
  • Masyarakat diimbau tidak sembarangan membagikan data pribadi, baik di tempat umum maupun melalui media komunikasi seperti telepon atau email yang mencurigakan.
  • Informasi rahasia seperti OTP, PIN, dan CVV tidak boleh dibagikan kepada siapa pun karena pihak bank tidak pernah meminta data tersebut dalam kondisi apa pun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Modus penipuan kian bermacam-macam, mulai dari undian berhadiah, undangan pernikahan, hingga merekayasa seolah-olah terjadi peristiwa kecelakaan untuk membodohi masyarakat.

Penipuan menjadi salah satu ancaman serius di era digital saat ini. Dengan semakin canggihnya teknologi, para penipu juga semakin kreatif dan cerdik dalam mencari korbannya.

Dilansir dari laman resmi bank BJB, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti beberapa tips berikut ini, agar terhindar dari penipuan dan aman dalam bertransaksi online.

Table of Content

1. Jaga baik-baik data pribadi kamu

1. Jaga baik-baik data pribadi kamu

Ilustrasi KTP (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Ilustrasi KTP (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Untuk terhindar dari modus penipuan, jangan berikan data pribadi kamu kepada sembarang orang di pusat perbelanjaan, tempat hiburan, car free day, atau tempat umum lainnya. 

Penipu bisa saja menyamar menjadi petugas resmi bank atau institusi resmi lainnya saat beredar di tempat umum. Bahkan ada juga yang mengaku sekedar untuk keperluan riset, dan mengiming-imingi dengan suvenir kecil yang menarik seperti boneka, cokelat.

Oleh karena itu, pastikan kamu memberikan informasi pribadimu hanya ke pihak yang tepat.

2. Penipu bisa meminta data pribadi lewat media komunikasi lain

Ilustrasi Smartphone (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi Smartphone (IDN Times/Mardya Shakti)

Selain di tempat umum, penipu bisa juga meminta data pribadi kamu melalui telepon, email, faks atau media komunikasi lainnya. 

Oleh karena itu, selalu cek kembali apakah alamat email serta situs yang kamu kunjungi sudah benar dan resmi milik bank.

Lantaran penipu biasanya menggunakan modus kirim email sambil mencantumkan situs palsu yang tampilannya hampir serupa dengan situs resmi milik bank, yang menampilkan login screen berisikan permintaan username dan password nasabah.

3. Jangan pernah berikan informasi rahasia

ilustrasi KTP (IDN Times/Umi Kalsum)
ilustrasi KTP (IDN Times/Umi Kalsum)

Lebih lanjut, kamu jangan pernah memberikan informasi rahasia seperti OTP, PIN, tiga digit nomor Card Verification Value (CVV)/ Card Verification Code (CVC) maupun tanggal kedaluarsa kartu yang tertera pada bagian belakang kartu kredit dan debit. 

Ingat nomor tersebut dan jangan mencatatnya pada sembarang tempat atau menyimpannya di dompet dan selularmu. Lantaran, petugas bank tidak pernah menghubungi untuk meminta informasi rahasia tersebut kapanpun, dan dengan keadaan atau alasan apapun.

FAQ seputar Tips Menghindari Penipuan Online Modus Kirim Kode Rahasia

Apa itu modus penipuan kirim kode rahasia?

Modus ini adalah penipuan yang meminta korban memberikan kode OTP atau data penting lainnya agar pelaku bisa mengakses akun korban.

Kenapa kode OTP tidak boleh dibagikan ke siapa pun?

Karena OTP adalah kode rahasia untuk verifikasi transaksi atau login, sehingga jika diberikan, akun bisa diambil alih oleh penipu.

Bagaimana cara melindungi data pribadi dari penipuan?

Jangan pernah memberikan data pribadi ke orang asing, baik secara langsung maupun melalui telepon, email, atau pesan.

Apa ciri-ciri penipuan yang harus diwaspadai?

Biasanya pelaku mengaku dari pihak resmi dan meminta data melalui link atau komunikasi mencurigakan yang menyerupai situs asli.

Apa yang harus dilakukan jika mendapat permintaan kode rahasia?

Segera abaikan dan jangan memberikan informasi apa pun, karena pihak resmi tidak pernah meminta OTP atau data sensitif.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Triyan Pangastuti
Sunariyah Sunariyah
3+
Triyan Pangastuti
EditorTriyan Pangastuti
Follow Us

Latest in Business

See More