Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Harga Emas Turun, Waktunya Borong? Ini Strategi Investasinya

Harga Emas Turun, Waktunya Borong? Ini Strategi Investasinya
Etalase yang memajang imitasi emas antam di Toko Butik Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Penurunan harga emas kerap memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat, apakah ini saat yang tepat untuk membeli atau justru menunggu harga kembali stabil. Para pelaku pasar menilai, koreksi harga emas merupakan bagian yang wajar dalam siklus investasi dan justru bisa menjadi peluang bagi investor jangka panjang.

Salah satu penyebab turunnya harga emas adalah aksi profit taking atau ambil untung. Setelah harga emas mengalami kenaikan cukup tinggi, sebagian investor memilih menjual asetnya untuk merealisasikan keuntungan. Tekanan jual tersebut kemudian memicu koreksi harga dalam jangka pendek.

Bagi investor, momentum penurunan harga emas bisa dimanfaatkan untuk mulai menambah kepemilikan aset. Namun, keputusan investasi tetap perlu didasarkan pada strategi yang matang, bukan sekadar mengikuti tren pasar. Pegadaian mengungkapkan strategi yang dapat diterapkan saat harga emas mengalami penurunan.

1. Pahami sentimen pasar

ilustrasi emas batangan/emas antam (freepik)
ilustrasi emas batangan/emas antam (freepik)

Investor perlu memahami penyebab turunnya harga emas. Tidak semua penurunan dipicu oleh memburuknya kondisi ekonomi. Faktor sentimen pasar, kebijakan ekonomi, hingga dinamika politik global juga dapat memengaruhi pergerakan harga.

Jika koreksi terjadi akibat kepanikan pasar yang bersifat sementara, kondisi tersebut dapat menjadi peluang untuk membeli emas dengan harga yang lebih rendah.

2. Gunakan Strategi Dollar Cost Averaging (DCA)

Emas antam logam mulia PT Antam Tbk (dok. Istimewa)
Emas antam logam mulia PT Antam Tbk (dok. Istimewa)

Strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dilakukan dengan membeli emas secara rutin dalam nominal yang sama, misalnya setiap minggu atau setiap bulan.

Melalui metode ini, investor berpeluang memperoleh lebih banyak emas ketika harga turun dan lebih sedikit saat harga naik. Dalam jangka panjang, strategi ini membantu menciptakan rata-rata harga beli yang lebih stabil sekaligus mengurangi risiko membeli di harga tertinggi.

3. Harga emas menunjukkan tren meningkat dalam jangka panjang

Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)

Jangan hanya terpaku pada fluktuasi harian. Secara historis, harga emas menunjukkan tren meningkat dalam jangka panjang, terutama saat terjadi ketidakpastian ekonomi global.

Dengan melihat tren yang lebih luas, investor dapat mengambil keputusan investasi secara lebih rasional dan tidak mudah terpengaruh gejolak harga sesaat.

4. Manfaatkan aplikasi digital untuk memantau pergerakan harga emas

ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)
ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)

Kini, investor dapat memantau harga emas secara real-time melalui berbagai aplikasi investasi digital. Fitur grafik harga, notifikasi perubahan harga, hingga informasi pasar terkini dapat membantu menentukan waktu pembelian yang lebih tepat berdasarkan data yang akurat.

Meski harga emas mengalami fluktuasi, logam mulia tetap menjadi salah satu instrumen investasi favorit karena dinilai mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More