Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Perbedaan Dinar dan Emas: Kenali Kelebihan dan Kekurangannya

Perbedaan Dinar dan Emas: Kenali Kelebihan dan Kekurangannya
ilustrasi emas (pexels.com/Zlaťáky.cz)
Share Article

Emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih karena nilainya cenderung mampu bertahan dalam jangka panjang. Menariknya, investasi emas tidak hanya tersedia dalam bentuk emas batangan, tetapi juga dinar emas yang memiliki karakteristik berbeda.

Banyak orang masih menganggap keduanya sama karena sama-sama dibuat dari logam mulia. Padahal, perbedaan dinar dan emas dapat dilihat dari bentuk, kadar kemurnian, likuiditas, hingga tujuan penggunaannya.

Memahami karakteristik masing-masing akan membantu kamu menentukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan keuangan. Agar tidak salah memilih, simak pembahasan lengkap mengenai perbedaan dinar dan emas berikut ini.

1. Mengenal dinar emas sebagai koin investasi berbasis syariah

ilustrasi koin emas
ilustrasi koin emas (pexels.com/RDNE Stock project)

Dinar emas merupakan koin yang telah dikenal sejak masa peradaban Islam sebagai alat transaksi sekaligus penyimpan nilai. Hingga kini, dinar masih digunakan untuk berbagai keperluan, seperti mahar pernikahan, pembayaran zakat, koleksi, maupun investasi. Keberadaannya membuat dinar tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga nilai historis dan religius bagi sebagian masyarakat.

Secara umum, dinar memiliki berat sekitar 4,25 gram sesuai standar yang banyak digunakan saat ini. Mayoritas dinar diproduksi dengan kadar emas sekitar 22 karat atau 91,7 persen, meskipun terdapat pula produk dengan tingkat kemurnian yang lebih tinggi. Di Indonesia, dinar tersedia dari beberapa produsen resmi sehingga keaslian dan kualitasnya dapat dipastikan melalui sertifikat yang menyertainya.

2. Memahami emas batangan sebagai pilihan investasi jangka panjang

ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)
ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)

Emas batangan merupakan logam mulia yang dicetak dalam bentuk batang atau lempengan dengan berbagai pilihan ukuran. Produk ini dikenal luas sebagai instrumen investasi karena memiliki tingkat kemurnian yang tinggi, umumnya mencapai 24 karat atau 99,99 persen. Selain itu, setiap keping emas batangan biasanya dilengkapi sertifikat keaslian yang memudahkan proses verifikasi saat diperjualbelikan.

Pilihan ukuran emas batangan juga sangat beragam, mulai dari pecahan kecil hingga ukuran kilogram. Fleksibilitas tersebut membuat investor dapat menyesuaikan pembelian dengan kemampuan finansial masing-masing. Tidak heran jika emas batangan, termasuk produk Antam, menjadi salah satu bentuk investasi emas yang paling diminati di Indonesia.

3. Kenali perbedaan dinar dan emas dari berbagai aspek

ilustrasi koin emas
ilustrasi koin emas (pexels.com/Zdravko Petkovski)

Sekilas, dinar emas dan emas batangan memang terlihat sama karena sama-sama terbuat dari logam mulia. Namun, jika diperhatikan lebih jauh, terdapat sejumlah perbedaan dinar dan emas yang memengaruhi nilai, fungsi, hingga kemudahan saat dimiliki sebagai aset investasi. Agar lebih mudah memahaminya, berikut beberapa perbedaan utama yang perlu kamu ketahui:

a. Bentuk dan ukuran

Dinar diproduksi dalam bentuk koin dengan berat standar sekitar 4,25 gram sesuai ketentuan yang umum digunakan dalam sistem syariah. Sebaliknya, emas batangan dicetak dalam bentuk batang atau lempengan dengan pilihan berat yang jauh lebih beragam, mulai dari pecahan kecil hingga ukuran kilogram. Banyaknya pilihan ukuran membuat emas batangan lebih fleksibel disesuaikan dengan kemampuan dan tujuan investasi.

b. Tingkat kemurnian emas

Emas batangan umumnya memiliki kadar 24 karat atau sekitar 99,99 persen sehingga dikenal sebagai emas murni. Sementara itu, dinar biasanya diproduksi dengan kadar sekitar 22 karat atau 91,7 persen, meskipun terdapat beberapa produk dengan tingkat kemurnian yang lebih tinggi. Perbedaan kadar tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga serta karakteristik masing-masing produk.

c. Kemudahan saat dijual kembali

Emas batangan memiliki likuiditas yang tinggi karena diterima di banyak tempat, seperti butik emas, toko emas, maupun lembaga gadai. Dinar cenderung memiliki pasar yang lebih terbatas sehingga proses penjualannya sering kali bergantung pada komunitas atau agen tertentu. Kondisi ini membuat emas batangan lebih praktis bagi investor yang membutuhkan aset yang mudah dicairkan.

d. Fungsi dan tujuan kepemilikan

Sebagian besar orang membeli emas batangan sebagai instrumen investasi dan penyimpan nilai dalam jangka panjang. Di sisi lain, dinar tidak hanya dimanfaatkan sebagai aset investasi, tetapi juga digunakan untuk mahar, pembayaran zakat, hadiah, hingga koleksi bernilai historis dan syariah. Karena itu, tujuan kepemilikan dinar umumnya lebih beragam dibandingkan emas batangan.

e. Harga serta selisih jual beli

Harga dinar dan emas batangan sama-sama mengikuti pergerakan harga emas dunia, tetapi tidak selalu mengalami kenaikan dengan nominal yang sama. Dinar dapat memiliki harga lebih tinggi karena dipengaruhi biaya pencetakan koin, pajak, dan kebijakan masing-masing produsen. Selain itu, selisih harga jual dan beli atau spread emas batangan umumnya lebih kecil sehingga lebih menguntungkan untuk investasi jangka panjang.

Melihat berbagai aspek tersebut, dapat dipahami bahwa perbedaan dinar dan emas tidak hanya terletak pada bentuk fisiknya saja. Karakteristik masing-masing produk juga memengaruhi potensi keuntungan, kemudahan transaksi, dan tujuan penggunaannya. Oleh karena itu, pastikan kamu memilih jenis emas yang paling sesuai dengan kebutuhan dan rencana keuangan di masa depan.

4. Bagaimana harga dinar emas dibandingkan emas batangan?

ilustrasi harga emas
ilustrasi harga emas (vecteezy.com/Bigc Studio)

Harga dinar emas dan emas batangan pada dasarnya sama-sama mengikuti pergerakan harga emas dunia karena keduanya menggunakan logam mulia sebagai bahan utama. Namun, nominal harga keduanya tidak selalu sebanding karena dipengaruhi faktor lain, seperti kadar kemurnian, bentuk produk, biaya produksi, hingga pajak yang dikenakan saat pembelian. Oleh sebab itu, harga dinar sering kali terlihat lebih tinggi dibandingkan nilai kandungan emasnya.

Kenaikan harga dinar juga tidak selalu identik dengan emas batangan meskipun arah pergerakannya cenderung sama. Ketika harga emas dunia meningkat, harga kedua produk biasanya ikut naik. Akan tetapi, besarnya kenaikan dapat berbeda karena dinar masih dipengaruhi biaya pencetakan, permintaan pasar, serta kebijakan masing-masing produsen. Itulah sebabnya investor sebaiknya selalu membandingkan harga terbaru sebelum memutuskan membeli salah satu produk emas.

5. Mana yang lebih menguntungkan, dinar emas atau emas batangan?

ilustrasi koin emas
ilustrasi koin emas (pexels.com/William Warby)

Pilihan antara dinar emas dan emas batangan sebenarnya bergantung pada tujuan yang ingin dicapai. Jika fokus utama kamu adalah investasi jangka panjang dengan proses jual beli yang mudah, emas batangan menjadi pilihan yang lebih praktis. Likuiditasnya tinggi dan tersedia dalam berbagai ukuran sehingga lebih fleksibel untuk berbagai kebutuhan keuangan.

Di sisi lain, dinar menawarkan nilai lebih dari sekadar investasi karena memiliki fungsi budaya, historis, dan syariah. Dinar cocok bagi kamu yang ingin menggunakannya sebagai mahar, koleksi, atau penyimpan nilai dalam komunitas tertentu. Namun, apabila mempertimbangkan efisiensi investasi, spread yang lebih kecil dan kemudahan pencairan membuat emas batangan umumnya lebih unggul dibandingkan dinar.

Memahami perbedaan dinar dan emas akan membantu kamu memilih instrumen yang paling sesuai dengan kebutuhan finansial. Dinar maupun emas batangan sama-sama memiliki kelebihan, tetapi karakteristik dan tujuan penggunaannya tidak sepenuhnya sama. Sebelum membeli, pastikan kamu mempertimbangkan tujuan investasi, likuiditas, serta biaya yang menyertai agar keputusan yang diambil memberikan manfaat optimal di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More