Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Viral! BNI Jelaskan Kronologi Siswa Naik Ambulans untuk Aktivasi PIP

Viral! BNI Jelaskan Kronologi Siswa Naik Ambulans untuk Aktivasi PIP
Video yang memperlihatkan seorang pelajar datang ke Kantor Cabang BNI Lubuk Pakam menggunakan ambulans dan troli pasien untuk mengurus administrasi Program Indonesia Pintar (PIP) viral di media sosial. (Dok/Istimewa).
Share Article

Jakarta, IDN Times – Video seorang pelajar yang datang ke Kantor Cabang BNI Lubuk Pakam menggunakan ambulans dan troli pasien untuk mengurus administrasi Program Indonesia Pintar (PIP) viral di media sosial. Tayangan tersebut memicu perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan mengenai prosedur layanan aktivasi rekening PIP di BNI.

Menanggapi hal itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memberikan klarifikasi. Perusahaan menegaskan bahwa kehadiran siswa dalam kondisi sakit ke kantor cabang bukan atas permintaan maupun arahan petugas bank.

Berikut penjelasan resmi BNI mengenai kronologi kejadian tersebut.

1. BNI mengaku sejak awal meminta keluarga menunggu hingga kondisi siswa membaik

Kantor pusat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. (dok. BNI)
Kantor pusat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. (dok. BNI)

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengatakan petugas telah menjelaskan kepada keluarga siswa, proses pendaftaran dan aktivasi rekening Program Indonesia Pintar (PIP) tidak perlu dilakukan secara terburu-buru.

Menurut dia, masa aktivasi rekening masih berlangsung hingga akhir 2026. Karena itu, keluarga disarankan menunggu sampai kondisi kesehatan siswa membaik sebelum menyelesaikan proses administrasi.

Petugas juga telah menyampaikan, aktivasi rekening dapat dilakukan di kemudian hari. Namun, ketika keluarga kembali pada hari yang sama untuk melanjutkan proses tersebut, petugas mempersilakan siswa tetap berada di dalam ambulans apabila kondisinya belum memungkinkan memasuki kantor cabang.

"Kehadiran siswa menggunakan ambulans dan tempat tidur pasien bukan atas permintaan maupun arahan petugas BNI. Sebelumnya, keluarga telah memperoleh penjelasan bahwa proses aktivasi masih dapat dilakukan sesuai dengan batas waktu yang tersedia," kata Okki dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/7/2026).

2. Petugas BNI tetap memberikan pendampingan dan membantu penyelesaian seluruh tahapan

Ilustrasi Bank BNI
Ilustrasi Bank BNI (bni.co.id)

BNI menyatakan petugas tetap memberikan pendampingan kepada keluarga selama proses aktivasi rekening berlangsung. Setelah seluruh persyaratan dipenuhi, aktivasi rekening PIP berhasil diselesaikan.

Okki menjelaskan, BNI juga memiliki mekanisme pelayanan khusus bagi nasabah yang mengalami keterbatasan kesehatan maupun memiliki kebutuhan khusus.

Melalui mekanisme tersebut, keluarga dapat berkoordinasi lebih dahulu dengan kantor cabang untuk mengatur bentuk pelayanan yang paling sesuai. Termasuk kemungkinan petugas memberikan layanan melalui pengaturan dan janji temu sebelumnya, dengan tetap memperhatikan ketentuan, aspek keamanan, dan proses verifikasi.

"Untuk nasabah dengan kondisi tertentu, keluarga dapat terlebih dahulu berkoordinasi dengan kantor cabang agar bentuk pelayanan yang paling sesuai dapat dipersiapkan. Langkah ini penting agar proses layanan tetap berjalan aman, nyaman, dan tetap memenuhi ketentuan yang berlaku," ujar Okki.

3. Aktivasi rekening PIP telah rampung, BNI pastikan evaluasi layanan

Kartu bantuan PIP (pip.kemendikdasmen.go.id)
Kartu bantuan PIP (pip.kemendikdasmen.go.id)

BNI memastikan seluruh proses pendaftaran dan aktivasi rekening PIP siswa tersebut telah selesai.

Menurut Okki, petugas mendampingi keluarga sejak awal hingga seluruh tahapan administrasi berhasil dituntaskan.

"Kami telah membantu menyelesaikan seluruh proses pendaftaran dan aktivasi rekening PIP siswa yang bersangkutan. Petugas BNI mendampingi keluarga dalam setiap tahapan hingga seluruh proses berhasil dituntaskan," katanya.

BNI menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan yang humanis, profesional, dan sesuai ketentuan kepada seluruh nasabah, termasuk penerima manfaat program pemerintah.

Sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan, BNI akan terus mengevaluasi standar pelayanan di seluruh kantor cabang, khususnya bagi nasabah dengan kondisi kesehatan maupun kebutuhan khusus.

Selain itu, BNI mengimbau masyarakat untuk memastikan setiap informasi yang diterima telah terverifikasi sebelum disebarluaskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More