ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Getty Images)
Airlangga mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mempercepat realisasi investasi. Salah satunya melalui optimalisasi kinerja Satuan Tugas Debottlenecking guna mengatasi berbagai hambatan investasi, terutama dalam proses perizinan.
"Sebetulnya minat untuk investasi relatif tinggi, tetapi mereka meminta ada beberapa hal yang terkait dengan debottlenecking, termasuk di antaranya terkait dengan perizinan," ujar Airlangga.
Sementara itu, realisasi investasi pada semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Meski mencatatkan pertumbuhan, pemerintah menilai capaian tersebut masih perlu ditingkatkan agar target investasi tahun ini dapat tercapai.
Sedangkan, realisasi belanja negara pada semester I-2026 mencapai Rp1.656 triliun atau 43,1 persen dari target APBN sebesar Rp3.842,7 triliun. Angka tersebut tumbuh 17,8 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari total realisasi tersebut, belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.298,6 triliun, sedangkan transfer ke daerah terealisasi sebesar Rp357,4 triliun.