BI, OJK, dan Bank Jakarta Pacu Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Lewat JKF

- Bank Indonesia dan OJK menegaskan pentingnya sinergi lintas lembaga untuk memperkuat ekonomi kreatif Jakarta melalui ajang Jakarta Kreatif Festival 2026.
- Bank Jakarta berperan sebagai motor penggerak baru dalam Program Pengembangan Ekonomi Daerah, mendukung kolaborasi regulator, pemerintah, dan pelaku usaha kreatif.
- Jakarta Kreatif Festival 2026 di Istora Senayan menghadirkan pameran UMKM, business matching, layanan publik, serta kompetisi yang melibatkan berbagai subsektor ekonomi kreatif.
Jakarta, IDN Times - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan mengatakan, pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan sinergi lintas lembaga, mulai dari BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, perbankan, BUMD, kementerian dan lembaga, hingga pelaku usaha dan komunitas.
Menurutnya, Jakarta Kreatif Festival (JKF) tidak hanya menjadi ajang promosi produk kreatif, tetapi juga mempercepat digitalisasi transaksi, memperluas inklusi keuangan, serta meningkatkan daya saing ekonomi Jakarta.
"Kami berharap Jakarta Kreatif Festival 2026 dapat memperkuat langkah Jakarta menuju kota global yang kreatif, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan di gerbang lima abad Kota Jakarta," kata Iwan, Senin (6/7/2026).
1. Dorong penguatan sektor ekonomi kreatif

Senada dengan BI, OJK juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurut OJK, Bank Jakarta menjadi salah satu BUMD yang berperan sebagai penggerak baru pertumbuhan ekonomi ibu kota melalui dukungannya terhadap pengembangan ekonomi kreatif.
"Terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada Bank Jakarta atas dukungan dan kontribusinya dalam Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED), yang merupakan salah satu program unggulan TPAKD Provinsi DKI Jakarta dalam mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu game changer percepatan terwujudnya visi Top 20 Global City," kata Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK, Nuning Isnainijati.
2. Kolaborasi sebagai fondasi ekonomi kreatif

Menurut Nuning, keterlibatan Bank Jakarta tidak berhenti pada dukungan pembiayaan. Bank milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu juga aktif sejak tahap penyusunan program, mulai dari rapat pra-focus group discussion (FGD) pada April 2026, pelaksanaan FGD pada Mei, hingga persiapan implementasi sepanjang Juni.
Ia menilai, kolaborasi antara regulator, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan pelaku ekonomi kreatif menjadi fondasi penting untuk memperkuat ekosistem kreatif di Jakarta secara berkelanjutan.
"Sinergi dan kolaborasi ini akan terus kita perkuat sebagai fondasi bagi implementasi kerja sama yang berkelanjutan ke depan," ujarnya.
3. Jakarta Kreatif Festival libatkan pelaku ekonomi kreatif

Komitmen tersebut ditandai melalui Seremonial Komitmen Bersama Program Pengembangan Ekonomi Daerah subsektor iklan dan event yang menjadi salah satu rangkaian JKF 2026.
Jakarta Kreatif Festival 2026 digelar pada 4–5 Juli 2026 di Istora Senayan dengan menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pameran UMKM, business matching, layanan publik, hingga kompetisi dan hiburan yang melibatkan pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor.



















