Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemenkeu Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter untuk Dorong Laju Ekonomi
Konferensi Pers Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti. (IDN Times/Triyan).
  • Kemenkeu akan memperkuat sinergi dengan BI melalui KSSK untuk mendorong sektor produktif, menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja, serta menjaga stabilitas keuangan.
  • APBN tetap diarahkan mendukung ekonomi dan melindungi masyarakat, termasuk penempatan SAL di perbankan; koordinasi fiskal-moneter mencakup kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran.
  • Kemenkeu mengarahkan BLU tak hanya mengejar bunga tinggi serta menyiapkan pembiayaan APBN 2027 secara prudent dengan mempertimbangkan pasar, biaya, risiko, dan kesinambungan fiskal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan koordinasi dan sinergi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan.

Menurut Suahasil, pertumbuhan ekonomi perlu ditopang oleh penguatan sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja.

"Kita akan memperkuat koordinasi dan sinergi dalam konteks KSSK dengan satu pemahaman bahwa yang paling penting untuk perekonomian kita ini adalah bagaimana menumbuhkan sektor-sektor di perekonomian yang bekerja karena sektor-sektor ini yang menciptakan nilai tambah dan penciptaan lapangan kerja," ujar Suahasil dalam Konferensi Pers bersama Bank Indonesia, Kamis (24/9/2026).

1. Menkeu janji sinergi kebijakan akan terus dilakukan dengan BI

Konferensi Pers Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti. (IDN Times/Triyan).

Ia mengatakan sinergi kebijakan akan terus dilakukan sesuai dengan mandat masing-masing lembaga. Pemerintah melalui APBN akan tetap diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi sekaligus melindungi masyarakat.

Dari sisi fiskal, Suahasil menyebut pemerintah akan terus menjalankan belanja negara dan operasi APBN yang berkaitan erat dengan kebijakan Bank Indonesia. Salah satunya terkait penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah pada perbankan, termasuk bank-bank Himbara.

Ia menambahkan, koordinasi dengan Bank Indonesia juga dilakukan untuk menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter sesuai dengan mandat masing-masing lembaga. Sinergi tersebut mencakup kebijakan moneter, makroprudensial, hingga sistem pembayaran.

"Dalam update APBN KiTa kemarin sudah dijelaskan kita melanjutkan dengan cara yang sangat terukur dan dalam koordinasi yang sangat erat dengan Bank Indonesia dan juga dengan Himbars yang ada di bawah Danantara. Kita juga melihat fenomena-fenomena yang ada di perekonomian kita termasuk fenomena mengenai pembentukan suku bunga," tegasnya.

2. BLU akan diarahkan agar tidak hanya kejar imbal hasil

Gedung Kementerian Keuangan. (dok. Kemenkeu)

Ia mengatakan Kementerian Keuangan turut mengarahkan sejumlah badan layanan umum (BLU) agar tidak hanya mengejar imbal hasil atau bunga yang tinggi dalam pengelolaan dananya. Menurutnya, pengelolaan dana BLU tetap harus mempertimbangkan kebutuhan pendapatan untuk mendukung kegiatan operasional, namun berada dalam koridor yang sesuai.

"Kita beri arahan untuk tidak hanya sekedar mengejar bunga yang tinggi-tinggi. Tentu harus diimbangi dengan kewajiban mereka menciptakan pendapatan untuk kegiatan operasionalnya," jelas Suahasil.

Di sisi lain, pemerintah memastikan strategi pembiayaan APBN tetap dijaga secara prudent. Suahasil mengatakan pemerintah terus mendiskusikan strategi penerbitan surat berharga negara (SBN) dan surat perbendaharaan negara (SPN) dengan Bank Indonesia.

3. Stabilitas adalah fondasi

Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara dalam acara Ngobrol Seru di IDN Times, Rabu (5/8/2026). (IDN Times/Miko)

Suahasil menegaskan stabilitas sistem keuangan tetap menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi. Karena itu, KSSK yang terdiri dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan terus menjaga stabilitas sistem keuangan.

"Stabilitas adalah fondasi kita melalui KSSK. Kita akan terus menjaga stabilitas sistem keuangan agar sektor keuangan kita mampu menjalankan fungsi intermediasi secara sehat dan mendukung pertumbuhan ekonomi kita," pungkasnya.

Pemerintah saat ini juga mulai mendesain strategi pembiayaan untuk APBN 2027. Dalam penyusunannya, pemerintah akan mempertimbangkan kebutuhan pembiayaan, kondisi pasar, biaya, risiko, serta kesinambungan fiskal. "Karena harus memperhatikan kebutuhan kas pemerintah, kondisi pasar, biaya, risiko, dan juga kesinambungan fiskal," ujar Suahasil.

Curated For You

Editorial Team

Related Article