Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenaikan PTKP Dinilai Bisa Dorong Daya Beli Kelas Menengah

2 min read
Kenaikan PTKP Dinilai Bisa Dorong Daya Beli Kelas Menengah
ilustrasi penghasilan (unsplash.com/Sasun Bughdaryan)
  • Ekonom Celios Nailul Huda menilai kenaikan PTKP dapat menambah pendapatan siap belanja masyarakat karena kewajiban pajaknya lebih rendah.

  • Tambahan disposable income berpotensi mendorong konsumsi kelas menengah yang tertekan; kenaikan PTKP dinilai lebih efektif jangka pendek hingga panjang dibanding penurunan PPN.

  • Kenaikan PTKP disebut tidak memengaruhi harga barang dan relevan karena batas PTKP sudah lama tidak diperbarui, agar sesuai kondisi ekonomi serta pendapatan saat ini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Rencana kenaikan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendorong daya beli masyarakat yang masih tertekan.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan, kenaikan PTKP akan memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat untuk membelanjakan penghasilannya. Pasalnya, kewajiban pajak yang lebih rendah membuat pendapatan yang dapat dibelanjakan atau disposable income meningkat.

"Relaksasi dalam perpajakan dapat memberikan dorongan terhadap daya beli masyarakat yang sedang lemah. Dengan kenaikan PTKP, penghasilan masyarakat yang bisa dibelanjakan akan meningkat," kata Nailul kepada IDN Times, Senin (5/10/2026).

  1. 1. Dorong konsumsi kelas menengah

    ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)
    ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)

    Menurutnya, tambahan pendapatan yang dapat dibelanjakan tersebut berpotensi mendorong konsumsi, khususnya masyarakat kelas menengah yang selama ini menghadapi tekanan daya beli. Nailul menilai, kenaikan PTKP juga dapat memberikan dampak yang lebih berkelanjutan dibandingkan sekadar menurunkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

    "Kalau ditanya efektif untuk menaikkan daya beli, tentu penurunan tarif PPN dari 11 persen menjadi 10 persen, atau bahkan 8 persen seperti Vietnam, bisa memberikan dampak. Namun, dalam jangka pendek hingga panjang, kenaikan PTKP lebih efektif," ujarnya.

  2. 2. PTKP tak pengaruhi harga barang

    Ilustrasi harga barang di supermarket (Pixels.com/Pixabay)
    Ilustrasi harga barang di supermarket (Pixels.com/Pixabay)

    Kenaikan PTKP secara langsung memberikan tambahan ruang bagi masyarakat berpenghasilan untuk meningkatkan belanja tanpa terlalu bergantung pada perubahan harga barang.

    "PTKP tidak akan memengaruhi harga karena sesuatu yang tidak terlihat langsung oleh masyarakat. Jadi, tidak ada kenaikan harga dari isu ini," kata Nailul.

  3. 3. Besaran PTKP sudah lama tak alami perubahan

    ilustrasi pembayaran pajak motor (IDN Times/Arief Rahmat)
    ilustrasi pembayaran pajak motor (IDN Times/Arief Rahmat)

    Menurut dia, selama inflasi tetap terkendali, tambahan ruang pendapatan akibat kenaikan PTKP dapat semakin mendorong konsumsi masyarakat. Di sisi lain, Nailul menilai kebijakan tersebut relevan karena besaran PTKP sudah cukup lama tidak mengalami perubahan. Dengan demikian, penyesuaian PTKP diperlukan agar basis pengenaan pajak lebih sesuai dengan kondisi ekonomi dan pendapatan masyarakat saat ini.

    "PTKP kita juga sudah lama tidak meningkat. Artinya, dasar PTKP sudah sangat lama tidak diperbarui. Jadi, saya rasa kenaikan PTKP ini satu hal yang patut disyukuri," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More