ilustrasi bisnis makanan (pexels.com/Kampus Production)
Restoran pada dasarnya dapat memiliki beberapa kanal penjualan dengan struktur biaya masing-masing. Penjualan langsung mungkin tidak memiliki biaya platform, sedangkan penjualan melalui aplikasi membutuhkan biaya tambahan tetapi memberikan akses kepada pelanggan yang lebih luas. Perbedaan struktur tersebut membuat harga pada kedua kanal tidak selalu sama.
Bagi restoran, keputusan menentukan harga online perlu mempertimbangkan biaya dan daya beli pelanggan. Jika harga terlalu tinggi, pelanggan bisa beralih ke restoran lain atau memilih datang langsung. Sebaliknya, jika harga terlalu rendah tanpa memperhitungkan biaya, restoran berisiko mendapatkan banyak transaksi tetapi margin keuntungannya terlalu tipis.
Harga makanan di aplikasi pesan antar bisa lebih mahal karena restoran menghadapi struktur biaya yang berbeda dibandingkan penjualan langsung. Biaya platform, kemasan, promo, tenaga kerja, dan operasional perlu diperhitungkan sebelum menentukan harga jual. Karena itu, perbedaan harga tidak selalu berarti harga makanan di restoran dinaikkan tanpa alasan.
Dari sisi bisnis, yang terpenting bukan hanya berapa banyak pesanan yang masuk melalui aplikasi. Restoran juga perlu mengetahui berapa biaya yang keluar dari setiap transaksi dan berapa keuntungan yang tersisa setelah seluruh biaya diperhitungkan. Dengan perhitungan tersebut, kanal pesan antar dapat menjadi sumber penjualan yang tetap sehat bagi bisnis, bukan sekadar menghasilkan omzet besar.