Aplikasi Terintegrasi Jadi Peluang Baru Bisnis Olahraga Digital

- Laporan IBM terhadap lebih dari 20 ribu penggemar di 12 negara mencatat 46 persen responden memiliki ekspektasi pengalaman olahraga digital lebih tinggi dibanding satu hingga dua tahun lalu.
- Penggunaan AI dalam pengalaman olahraga naik dari 52 persen menjadi 69 persen, tetapi kepercayaan terhadap konten olahraga buatan AI turun dari 63 persen menjadi 59 persen.
- Aplikasi olahraga menjadi pusat pengalaman digital: 72 persen responden menggunakannya, sementara 74 persen mempercayai aplikasi dan platform digital sebagai sumber informasi yang akurat.
Jakarta, IDN Times - Perkembangan teknologi digital ikut mengubah cara penggemar menikmati olahraga. Pilihan platform yang semakin banyak membuat penggemar tidak hanya mencari akses untuk menonton pertandingan, tetapi juga pengalaman digital yang lebih mudah, terintegrasi, dan dapat diandalkan.
Temuan tersebut terlihat dalam IBM Sports Intelligence Report yang melibatkan lebih dari 20 ribu penggemar olahraga di 12 negara. Sebanyak 46 persen responden mengatakan ekspektasi mereka terhadap pengalaman olahraga digital kini lebih tinggi dibandingkan satu hingga dua tahun lalu.
Berikut sejumlah temuan yang menggambarkan perubahan perilaku penggemar olahraga di era digital.
1. Streaming mulai jadi pilihan utama menonton olahraga

ilustrasi aplikasi digital olahraga (IBM Sports Intelligence Report) Bahlil akan melakukan one on one meeting dengan pimpinan Jumeirah Hotel, Amazon, Grab, Traveloka, Japan Bank For International Cooperation (JBIC), Mizuho, Yili Group, dan Siemens Group.
Ia berharap perusahaan tersebut akan meningkatkan investasinya di Indonesia.
"Existing-nya ditambahlah kira-kira gitu. Bagi yang belum, Kepala BKPM akan undang cepat-cepat masuk Indonesia," kata Farah.
2. Penggunaan AI naik, akurasi jadi kunci kepercayaan

ilustrasi aplikasi digital olahraga (IBM Sports Intelligence Report) Kecerdasan buatan atau AI juga semakin masuk ke dalam pengalaman penggemar olahraga. Penggunaan AI di kalangan responden meningkat dari 52 persen menjadi 69 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, peningkatan penggunaan tersebut tidak serta-merta diikuti kenaikan tingkat kepercayaan. Kepercayaan terhadap konten olahraga yang dihasilkan AI justru turun dari 63 persen menjadi 59 persen.
Riset menunjukkan bahwa pengalaman menggunakan AI turut berkaitan dengan tingkat kepercayaan. Penggemar yang telah menggunakan AI tercatat hampir tiga kali lebih percaya terhadap konten olahraga berbasis AI dibandingkan mereka yang belum menggunakannya, masing-masing 74 persen dan 27 persen.
Di tengah banyaknya pilihan platform, aplikasi olahraga mulai menjadi salah satu pusat pengalaman digital bagi penggemar. Sebanyak 72 persen responden menggunakan aplikasi olahraga, sementara 74 persen mempercayai aplikasi olahraga dan platform digital sebagai sumber informasi yang akurat dan dapat diandalkan.
3. Penggemar ingin berbagai kebutuhan ada dalam satu aplikasi

ilustrasi aplikasi digital olahraga (IBM Sports Intelligence Report) Data BKPM menunjukan, hanya dua negara Eropa yang masuk 10 besar investor di Indonesia. Yakni Belanda dan Inggris. Realisasi investasi Eropa pada kuartal ke-3 2019 sebesar US$2,768 miliar. Meningkat dibandingkan periode sebelumny 2018 sebesar US$2,321 miliar. Jumlah proyek Eropa antara 2015 sampai kuartal ke-3 2019 sebanyak 15.770 proyek.
Sebagian besar (61 persen) investasi Eropa masuk ke Pulau Jawa, disusul Sumatera (19 persen), Bali dan Nusa Tenggara (11 persen), Sulawesi (4 persen), Papua (1 persen), dan Maluku (0,4 persen).“Pak Kepala saya kira akan mendorong investasi negara-negara eropa ke luar Jawa. Apalagi infrastruktur di luar Jawa semakin kompetitif,” ujar Farah.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)























