Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengelola Uang

4 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengelola Uang
ilustrasi mengelola uang (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
Intinya sih...
  • Cash flow berantakan karena belanja impulsif dan tidak mencatat pengeluaran, sulit menabung dan mencapai tujuan keuangan.
  • Tidak memiliki dana darurat membuat kondisi keuangan semakin tidak stabil saat menghadapi situasi tak terduga seperti sakit atau kehilangan pekerjaan.
  • Cicilan terlalu banyak menggerus sebagian besar penghasilan, membatasi ruang untuk tabungan, dana darurat, dan investasi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Mengatur keuangan ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Karena masih banyak di antara kita yang tanpa sadar melakukan kesalahan saat mengelola keuangan. 

Kesalahan dalam mengelola keuangan sejak dini tentu akan berdampak fatal di kehidupan jangka panjang, apalagi jika kamu nantinya sudah memiliki keluarga.

Lalu apa saja kesalahan yang sering kali dilakukan oleh saat mengelola keuangan?

Table of Content

1. Cash flow berantakan

1. Cash flow berantakan

Ilustrasi Uang (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi Uang (IDN Times/Arief Rahmat)

Kondisi ini terjadi ketika pemasukan dan pengeluaran tidak diatur dengan jelas, sehingga uang yang masuk cepat habis tanpa diketahui peruntukannya. Akibatnya, seseorang kerap merasa penghasilannya tidak pernah cukup meski sudah bekerja atau menerima pendapatan rutin.

Kesalahan ini umumnya dipicu oleh kebiasaan tidak mencatat pengeluaran, belanja impulsif, serta tidak memiliki anggaran bulanan. Tanpa pengelolaan arus kas yang baik, pengeluaran kecil yang terlihat sepele bisa menumpuk dan menggerus keuangan secara perlahan. Dalam jangka panjang, cash flow yang berantakan membuat sulit menabung, menyiapkan dana darurat, hingga mencapai tujuan keuangan.

Jika terus dibiarkan, kesalahan dalam mengatur cash flow dapat berdampak serius pada kondisi finansial, seperti ketergantungan pada utang atau kesulitan memenuhi kebutuhan penting. Oleh karena itu, penting untuk mulai menata arus kas dengan membuat perencanaan yang jelas, memprioritaskan kebutuhan, serta rutin mengevaluasi pemasukan dan pengeluaran agar pengelolaan uang menjadi lebih sehat dan terarah.

2. Tidak memiliki dana darurat

Ilustrasi beban utang (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi beban utang (IDN Times/Arief Rahmat)

Banyak orang menunda menyiapkan dana ini karena merasa penghasilannya masih terbatas atau menganggap kondisi darurat jarang terjadi. Padahal, dana darurat berfungsi sebagai bantalan keuangan saat menghadapi situasi tak terduga.

Tanpa dana darurat, seseorang akan lebih rentan mengalami masalah keuangan ketika terjadi kejadian mendesak seperti sakit, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan mendadak lainnya. Akibatnya, solusi yang sering diambil adalah berutang atau menggunakan dana yang seharusnya dialokasikan untuk kebutuhan penting lain, sehingga kondisi keuangan menjadi semakin tidak stabil.

Kesalahan ini bisa berdampak panjang jika tidak segera diperbaiki. Oleh karena itu, penting untuk mulai menyisihkan dana darurat secara bertahap, meskipun dari nominal kecil. Dengan memiliki dana darurat, pengelolaan keuangan akan lebih aman, tenang, dan tidak mudah terguncang saat menghadapi kondisi di luar rencana.

3. Cicilan terlalu banyak

Ilustrasi utang (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi utang (IDN Times/Arief Rahmat)

Kondisi ini terjadi ketika seseorang memiliki terlalu banyak kewajiban pembayaran rutin setiap bulan, baik dari kredit barang, kartu kredit, maupun layanan paylater, tanpa mempertimbangkan kemampuan finansial jangka panjang.

Beban cicilan yang menumpuk dapat menggerus sebagian besar penghasilan, sehingga ruang untuk kebutuhan lain seperti tabungan, dana darurat, dan investasi menjadi sangat terbatas. Akibatnya, arus kas menjadi tidak sehat dan seseorang mudah mengalami stres finansial karena gaji langsung habis untuk membayar kewajiban.

Jika tidak dikendalikan, cicilan yang berlebihan bisa memicu masalah keuangan yang lebih besar, seperti keterlambatan pembayaran hingga penumpukan utang. Oleh karena itu, penting untuk membatasi jumlah cicilan sesuai kemampuan, memprioritaskan pelunasan utang, dan memastikan total cicilan bulanan tetap dalam batas aman agar kondisi keuangan tetap terjaga.

4. Tidak punya asuransi atau proteksi

Ilustrasi tenaga kerja (IDN Times/Sunariyah)
Ilustrasi tenaga kerja (IDN Times/Sunariyah)

Banyak orang menunda memiliki asuransi karena merasa masih sehat atau menganggap premi sebagai pengeluaran tambahan. Padahal, asuransi berfungsi sebagai perlindungan finansial dari risiko besar yang bisa datang kapan saja.

Tanpa proteksi, biaya tak terduga seperti pengobatan, kecelakaan, atau musibah lainnya harus ditanggung sepenuhnya dengan uang pribadi. Kondisi ini dapat menguras tabungan bahkan memaksa seseorang berutang, sehingga perencanaan keuangan yang sudah disusun menjadi berantakan.

Kesalahan ini bisa berdampak besar dalam jangka panjang jika tidak segera diantisipasi. Karena itu, penting untuk memiliki proteksi dasar seperti asuransi kesehatan atau asuransi jiwa sesuai kebutuhan dan kemampuan. Dengan perlindungan yang tepat, kondisi keuangan akan lebih aman dan risiko finansial dapat diminimalkan.

FAQ seputar Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengelola Uang

Kenapa cash flow sering berantakan meski punya penghasilan tetap?

Karena tidak ada pencatatan dan anggaran yang jelas, sehingga pengeluaran tidak terkontrol.

Berapa ideal dana darurat yang harus dimiliki?

Umumnya 3–6 kali pengeluaran bulanan, disesuaikan dengan kondisi dan tanggungan masing-masing.

Berapa batas aman cicilan bulanan?

Total cicilan sebaiknya tidak lebih dari 30 persen dari penghasilan agar keuangan tetap sehat.

Asuransi apa yang paling penting dimiliki terlebih dulu?

Asuransi kesehatan biasanya menjadi prioritas utama sebelum asuransi lainnya.

Bagaimana cara mulai memperbaiki kesalahan keuangan ini?

Mulai dari membuat anggaran, membagi keuangan ke dalam beberapa pos, mengurangi cicilan, dan menyiapkan dana darurat secara bertahap.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Auriga Agustina
Jumawan Syahrudin
3+
Auriga Agustina
EditorAuriga Agustina
Follow Us

Latest in Business

See More

xAI Milik Elon Musk Raih Pendanaan Rp336 Triliun dari Investor Global

09 Jan 2026, 12:43 WIBBusiness