Kesepakatan Dagang dengan AS Siap Diteken, RI Beli BBM US$15 Miliar

- Impor BBM berpotensi dilakukan tahun ini, jika perjanjian dagang dengan AS sudah disepakati.
- Potensi kerja sama sektor lain seperti pertambangan juga dibahas dalam pertemuan antara Prabowo dan Trump.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, salah satu yang menjadi pembicaraan dalam perjanjian dagang Indonesia dan Amerika Serikat (AS) adalah pembelian bahan bakar minyak (BBM) dari negara Paman Sam. Dia mengungkapkan, Indonesia berkomitmen untuk membeli BBM dari AS senilai 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp250 triliun.
"Salah satu yang menjadi komitmen pembicaraan kita untuk trade dengan pihak Amerika itu adalah, kita akan membeli BBM sebesar 15 billion USD. Itu dari LPG, kemudian dari crude-nya, kemudian dari BBM-nya, minyak jadinya. Itu masuk dalam pembicaraan itu," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2/2025).
"Insyaallah kalau Bapak Presiden akan berangkat ke Amerika, itu menjadi salah satu bagian yang akan menjadi pembahasan," sambungnya.
1. Impor BBM berpotensi dilakukan tahun ini

Bahil menuturkan, jika kedua negara sudah sepakat mengenai perjanjian dagang tersebut, maka impor BBM bisa dilakukan pada tahun ini.
"Kalau sudah deal, tahun ini juga (impor BBM)," ucapnya.
2. Potensi kerja sama sektor lain

Bahlil menambahkan, dalam pertemuan antara Prabowo dan Trump pada 19 Februari 2026 mendatang, kemungkinan bakal dibahas kerja sama lainnya. Misalnya, di sektor pertambangan.
"Kita equal treatment aja. Katakanlah kalau mereka ingin melakukan investasi di Indonesia dengan critical mineral atau pun termasuk dengan nikel, kita terbuka saja," tuturnya.
"Negara kita kan negara bebas aktif. Karena itu kita menyumbangkan equal treatment kepada semua negara, termasuk Amerika. Dan kalau mereka insyaallah berminat, kita juga harus memberikan juga yang sama dengan yang lain," imbuhnya.
3. Stok BBM di dalam negeri aman

Sementara mengenai stok BBM di dalam negeri baik di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina maupun swasta dalam kondisi aman.
"Semuanya ada kok. Untuk bensin, RON 92, 95, 98 semuanya ada. Solar juga ada," kata dia.
Stok BBM maupun LPG jelang Ramadan hingga libur Lebaran juga cukup. Stok solar bersubsidi aman lantaran kilang Pertamina di Balikpapan sudah beroperasi.
"Baik LPG maupun BBM dan saya sampaikan bahwa semuanya terkendali dan cukup batas minimum daripada stok nasional," ujarnya.
Bahlil menjelaskan, batas minimum stok BBM ditetapkan selama 18 hari. Sementara cadangan BBM ditetapkan selama 21 hari. Sementara bagi SPBU swasta yang ingin mengimpor BBM, dia mempersilakan untuk melakukan kerja sama bisnis (business to business/B2B).


















