BCA Respons Outlook Negatif Moody's: Tak Ada Dampak ke Kinerja Kredit

- Outlook negatf dari Moody's tidak berdampak pada kinerja maupun penyaluran kredit BCA.
- Fundamental BBCA tetap solid, tercermin dari kualitas aset yang terjaga dan pertumbuhan bisnis yang positif.
Jakarta, IDN Times- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memastikan pemangkasan outlook dari stabil menjadi negatif oleh Moody’s Ratings tidak berdampak pada kinerja maupun penyaluran kredit perseroan.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn menegaskan, fundamental BBCA tetap solid, tercermin dari kualitas aset yang terjaga dan pertumbuhan bisnis yang positif.
“Tidak ada dampak terhadap kredit kami. NPL sangat terjaga, bisnis berjalan baik, bottom line positif, dan relasi dengan nasabah tetap kuat,” ujar Hera di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
1. Kredit yang disalurkan pakai prinsip kehati-hatian

Ia memastikan seluruh kredit yang disalurkan BCA telah melalui proses dengan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dan sesuai ketentuan regulator. Dengan begitu, tidak ada alasan untuk munculnya kekhawatiran berlebihan terhadap kualitas kredit perseroan.
“Kekhawatiran berlebihan tidak dibutuhkan. Kami menjaga postur loan growth tetap sehat, prudent, dan comply dengan seluruh persyaratan pemberian kredit yang berkualitas dan aman bagi debitur,” jelasnya.
2. Pertumbuhan kredit BCA capai 7,7 persen per Desember 2025

BCA mencatat pertumbuhan total kredit sebesar 7,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp993 triliun per Desember 2025. Sepanjang tahun lalu, pertumbuhan kredit rata-rata mencapai 10,8 persen.
Kualitas kredit juga tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) berada di level 1,7 persen, sementara loan at risk (LAR) membaik menjadi 4,8 persen dibandingkan 5,3 persen pada tahun sebelumnya.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 10,2 persen (yoy) menjadi Rp1.249 triliun. Sementara dana murah (CASA) naik 13,1 persen (yoy) menjadi Rp1.045 triliun.
3. Fundamental perseroan dipastikan sehat

Di sisi lain, Moody’s menilai risiko utama BCA berasal dari pertumbuhan kredit yang relatif cepat pada segmen korporasi dan UKM sepanjang 2023–2025. Lembaga pemeringkat tersebut juga memperkirakan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) akan menurun, sehingga return on tangible assets (ROTA) diproyeksikan turun menjadi sekitar 3,5 persen pada 2026.
Moody’s turut mencatat permodalan BCA berpotensi turun secara moderat akibat tingginya pembagian dividen dan pertumbuhan kredit yang pesat.
Meski demikian, Hera memastikan fundamental perseroan tetap solid. BCA, kata dia, akan terus melakukan inovasi produk untuk mendukung perekonomian nasional dalam jangka panjang, sembari tetap memantau kualitas aset secara ketat.
“Kami tetap fokus menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan,” ucapnya.


















