Ilustrasi penyimpanan bahan bakar (pexels.com/Igor Passchier)
Diesel menghadapi risiko yang lebih langsung karena komoditas ini bergantung pada proses pengolahan minyak mentah. Produksi diesel Rusia diperkirakan turun hampir 30 persen dibandingkan dengan 2025, sementara pemerintah Rusia telah membatasi ekspor sejumlah produk bahan bakar untuk menjaga ketersediaan di dalam negeri. Kondisi tersebut dapat memperketat pasokan diesel yang tersedia untuk pasar internasional.
Dampaknya dapat meluas ke luar sektor energi karena diesel digunakan untuk truk, kapal, alat berat, mesin pertanian, dan berbagai aktivitas industri. Ketika pasokan diesel global mengetat, biaya transportasi dan distribusi barang juga berpotensi meningkat. Kenaikan biaya tersebut kemudian dapat memberikan tekanan tambahan terhadap harga berbagai barang dan jasa.
Kelima komoditas yang bisa terdampak perang Rusia-Ukraina memang belum pasti mengalami kenaikan. Harga komoditas tetap dipengaruhi oleh produksi negara lain, persediaan global, cuaca, permintaan, nilai tukar, dan kemampuan pelaku pasar mencari jalur perdagangan alternatif. Namun, semakin lama gangguan terhadap pelabuhan dan infrastruktur energi berlangsung, semakin besar pula risiko tekanan baru terhadap pasar komoditas global.