Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kongres AS Bahas Bank Bisa Kelola Aset Kripto, Apa yang akan Berubah?

3 min read
Kongres AS Bahas Bank Bisa Kelola Aset Kripto, Apa yang akan Berubah?
ilustrasi hukum dan kebijakan (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
  • Kongres AS membahas aturan yang berpotensi memperluas peran bank dalam layanan aset kripto, tetapi ketentuannya belum final dan masih bergantung pada proses legislasi serta regulator.
  • Bank berpotensi menyediakan penyimpanan aset kripto dan layanan keuangan digital lain, memberi nasabah alternatif yang terintegrasi dengan rekening maupun produk perbankan.
  • Perusahaan kripto dapat memperoleh akses lebih luas ke infrastruktur bank, namun wajib memenuhi kepatuhan ketat; sementara risiko volatilitas investasi kripto tetap ada.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pembahasan mengenai aset kripto di Amerika Serikat (AS) mulai menyentuh sektor perbankan secara lebih serius. Kongres AS sedang membahas aturan yang dapat memberikan ruang lebih besar bagi bank untuk menyediakan layanan terkait aset kripto. Setelah Kongres AS bahas bank bisa kelola aset kripto dan jika aturan tersebut berjalan, hubungan antarbank dan industri kripto bisa berubah cukup signifikan.

Perubahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan tempat menyimpan aset digital. Bank juga berpotensi terlibat dalam berbagai layanan yang selama ini lebih banyak dijalankan oleh perusahaan kripto. Kondisi ini dapat membuat aset kripto semakin dekat dengan sistem keuangan yang sudah digunakan masyarakat sehari-hari.

  1. 1. Bank bisa menjadi tempat penyimpanan aset kripto

    ilustrasi cryptocurrency dan dolar AS
    ilustrasi cryptocurrency dan dolar AS (unsplash.com/Dmytro Demidko)

    Salah satu perubahan yang mungkin terjadi adalah semakin luasnya layanan custody untuk aset kripto melalui bank. Layanan ini memungkinkan bank menyimpan aset digital milik nasabah sekaligus menjaga akses terhadap aset tersebut. Kehadiran bank dapat memberikan pilihan baru bagi investor yang lebih terbiasa menggunakan lembaga keuangan konvensional.

    Selama ini, investor kripto dapat menyimpan asetnya melalui crypto exchange atau dompet digital pribadi. Masing-masing pilihan memiliki cara pengelolaan dan risiko yang berbeda, terutama dalam menjaga akses terhadap aset. Jika bank ikut menyediakan layanan tersebut, investor memiliki alternatif penyimpanan yang terhubung dengan institusi keuangan yang sudah mereka kenal.

  2. 2. Layanan keuangan berbasis kripto bisa bertambah

    ilustrasi kripto dan uang fiat
    ilustrasi kripto dan uang fiat (pexels.com/Alesia Kozik)

    Keterlibatan bank dalam aset kripto tidak harus berhenti pada layanan penyimpanan. Bank berpotensi mengembangkan produk dan layanan keuangan lain yang berkaitan dengan aset digital selama aktivitas tersebut mendapat izin regulator. Perkembangan ini dapat membuat penggunaan aset kripto semakin terintegrasi dengan layanan perbankan.

    Nasabah mungkin nantinya dapat mengakses layanan terkait aset digital melalui institusi yang sama dengan rekening atau produk keuangan lainnya. Kondisi tersebut dapat membuat transaksi aset kripto terasa lebih dekat dengan aktivitas keuangan sehari-hari. Namun, bank tetap harus mengikuti batasan yang ditetapkan regulator sebelum menawarkan layanan tertentu kepada nasabah.

  3. 3. Perusahaan kripto lebih dekat dengan bank

    ilustrasi cryptocurrency
    ilustrasi cryptocurrency (pexels.com/Alesia Kozik)

    Perubahan aturan juga dapat memberikan dampak kepada perusahaan yang bergerak di industri kripto. Perusahaan tersebut berpotensi memperoleh akses yang lebih luas terhadap infrastruktur perbankan, termasuk sistem pembayaran dan layanan keuangan lainnya. Hubungan yang lebih dekat dengan bank dapat membantu perusahaan kripto membangun layanan yang terhubung dengan sistem keuangan tradisional.

    Di sisi lain, kerja sama dengan bank dapat membuat perusahaan kripto menghadapi tuntutan kepatuhan yang lebih ketat. Perusahaan harus memperhatikan berbagai aturan seperti verifikasi identitas nasabah, pencegahan pencucian uang, dan pengelolaan risiko. Artinya, masuknya bank ke industri kripto juga dapat mendorong perusahaan untuk mengikuti standar operasional yang lebih ketat.

  4. 4. Risiko investasi kripto tetap tidak hilang

    ilustrasi market yang turun
    ilustrasi market yang turun (freepik.com/standret)

    Kelonggaran bagi bank untuk mengelola aset kripto tidak berarti risiko investasi otomatis menjadi lebih kecil. Harga aset kripto tetap dapat bergerak tajam akibat sentimen pasar, kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, dan berbagai faktor lainnya. Investor tetap perlu memahami risiko aset yang dibeli meskipun transaksi atau penyimpanannya dilakukan melalui bank.

    Perubahan aturan lebih banyak berkaitan dengan bagaimana aset kripto dapat dikelola dan diakses melalui sistem keuangan. Investor mungkin mendapatkan lebih banyak pilihan layanan tanpa harus meninggalkan ekosistem perbankan yang sudah digunakan. Namun, kemudahan akses tetap perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap karakteristik dan risiko masing-masing aset kripto.

    Kongres AS bahas bank bisa kelola aset kripto masih berjalan di tengah upaya Amerika Serikat membentuk aturan yang lebih jelas untuk industri aset digital. Congressional Research Service mencatat bahwa Kongres masih memperdebatkan apakah aktivitas terkait kripto dapat masuk dalam aktivitas yang diperbolehkan bagi bank. Artinya, perubahan tersebut belum menjadi aturan final dan perkembangan berikutnya masih bergantung pada proses legislasi serta kebijakan regulator AS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More