Kontroversi 2 Komisaris BUMN, Ginka Febriyanti hingga Asisten Raffi

- Penunjukan Ginka Febriyanti dan Mufli Ananda sebagai komisaris anak usaha BUMN menuai kontroversi publik karena dinilai belum memiliki pengalaman manajerial di perusahaan besar.
- Ginka, berusia 28 tahun, menjabat Komisaris Pertamina Retail dengan latar belakang akademik akuntansi dan manajemen serta pernah aktif di organisasi relawan politik.
- Mufli, dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad, ditunjuk menjadi Komisaris PT Krakatau Posco meski pendidikan terakhirnya tercatat Diploma III Teknik Listrik; pejabat BUMN enggan menanggapi polemik ini.
Jakarta, IDN Times - Nama Ginka Febriyanti Ginting dan Mufli Ananda menjadi pembahasan yang kontroversial di media sosial.
Dua sosok itu mendapatkan kursi komisaris anak usaha BUMN yang memicu pertanyaan terkait kapabilitas dan rekam jejak manajerial korporasi besar.
Ginka adalah Komisaris PT Pertamina Retail (Pertare), anak usaha PT Pertamina (Persero). Dia berusia 28 tahun dengan latar belakang Ketua Nasional Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional (BISON) Indonesia yang juga dikaitkan dengan relawan pendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Kemudian, Mufli merupakan asisten pribadi Raffi Ahmad yang diangkat sebagai Komisaris PT Krakatau Posco, perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan POSCO.
1. Profil Ginka Febriyanti

Ginka diangkat menjadi Komisaris Pertamina Retail pada Kamis (25/6/2026) lalu. Berikut profil Ginka!
Dikutip dari laman resmi Pertamina Retail, Senin (29/6/2026), Ginka adalah warga Jakarta.
Dia mengantongi gelar Sarjana Akutansi Universitas Esa Unggul dan Magister (S2) Manajemen Universitas Esa Unggul.
Berdasarkan informasi yang beredar, Ginka adalah perempuan kelahiran Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, pada 1 Februari 1998.
2. Profil Mufli Ananda

Meski belum banyak informasi yang diketahui mengenai kehidupan pribadinya, nama Mufli Ananda sudah cukup akrab di mata publik karena perannya sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad. Selama bertahun-tahun, dia telah menjadi salah satu orang kepercayaan yang mendampingi Raffi dalam berbagai aktivitas. Mulai dari urusan pekerjaan, bisnis, hingga agenda resmi.
Berdasarkan data pada laman Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), asisten Raffi Ahmad yang memiliki nama lengkap Mufli Budi Ananda ini tercatat pernah menempuh pendidikan di dua perguruan tinggi. Pertama, dia mengawali pendidikan setelah SMA di Politeknik Bunda Kandung pada 2007 dan berhasil menyelesaikan program Diploma III (D3) Teknik Listrik.
Setelah itu, Mufli melanjutkan studi Program Sarjana (S1) Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) pada 2012. Namun, dia mengajukan pengunduran diri pada 2017, sebelum menyelesaikan studinya. Kemudian pada 2014, Mufli kembali terdaftar sebagai mahasiswa di ISTN. Meski begitu, studi tersebut juga tidak selesai karena dia kembali mengundurkan diri pada 2018.
Dengan demikian, berdasarkan data yang tercantum di PDDIKTI, jenjang pendidikan terakhir yang berhasil diselesaikan Mufli adalah Diploma III (D3) Teknik Listrik.
3. Bos BUMN enggan menjawab

Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, saat ditemui di Gedung Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, enggan mengomentari soal kontroversi tersebut.
Dia hanya menekankan tentang langkah manajerial apa yang tengah dilakukan untuk perbaikan BUMN ke depan melalui Danantara. Salah satunya adalah pemangkasan jumlah BUMN yang sebelumnya melebihi 1.000 entitas akan berkurang menjadi hanya 250 perusahaan.
Dengan program itu, diperkirakan negara bisa melakukan efisiensi hingga Rp50 triliun.
“Jadi kurang lebih Rp50 triliun yang akan kita lakukan,” ujar Dony.
Dia juga meminta dukungan semua pihak untuk terus optimistis pada perbaikan yang dilakukan di tubuh BUMN.
“Kita melihat dengan semangat optimisme bahwa ini pasti kita lakukan dengan sesuatu yang baik,” ujar Dony.
















