Berapa Dana Pensiun yang Ideal? Ini Cara Menghitungnya

- Target dana pensiun bersifat personal, ditentukan oleh kebutuhan keluarga, gaya hidup, usia pensiun, tabungan yang tersedia, dan sumber penghasilan setelah berhenti bekerja.
- Perhitungan perlu mencakup pengeluaran bulanan pascapensiun, termasuk kebutuhan pokok, kesehatan, anak yang belum mandiri, serta durasi masa pensiun dan kebutuhan pasangan.
- Target harus menyesuaikan inflasi dan dikurangi pemasukan pascapensiun, seperti pensiun bulanan, investasi, bisnis, atau sewa, agar dana hanya menutup kekurangan kebutuhan.
Menentukan dana pensiun bukan sekadar menetapkan angka besar lalu berusaha menabungnya. Kita perlu memperkirakan berapa biaya hidup setelah berhenti bekerja dan berapa lama uang tersebut harus bertahan.
Perhitungan itu menjadi semakin penting jika kita sudah berkeluarga karena kebutuhan pasangan dan anak juga perlu diperhitungkan. Tidak ada satu angka yang bisa disebut ideal untuk semua orang.
Gaya hidup, usia pensiun, tabungan yang sudah dimiliki, hingga sumber penghasilan setelah pensiun ikut menentukan jumlah dana yang dibutuhkan. Lantas, bagaimana cara menghitung target dana pensiun agar kita tidak sekadar menebak?
Table of Content
1. Hitung pengeluaran keluarga setelah pensiun

ilustrasi menghitung uang (pexels.com/Kaboompics) Mulailah dengan mencatat pengeluaran yang mungkin tetap ada ketika kita sudah tidak bekerja. Kebutuhan tersebut dapat mencakup makanan, tempat tinggal, listrik, transportasi, kesehatan, hingga kebutuhan lainnya.
Jika masih memiliki anak yang belum mandiri secara finansial, biaya pendidikan atau kebutuhan mereka juga perlu masuk dalam perhitungan.
Kita juga perlu membedakan kebutuhan pokok dan pengeluaran tambahan. Misalnya, keluarga mungkin tetap membutuhkan biaya untuk liburan, hobi, atau membantu anggota keluarga lain setelah pensiun.
Kita juga perlu memperkirakan perubahan kebutuhan setelah pensiun, terutama biaya kesehatan yang bisa meningkat seiring bertambahnya usia.
2. Tentukan usia pensiun dan lama masa pensiun

ilustrasi ayah yang sibuk bekerja (pexels.com/Tima Miroshnichenko) Setelah mengetahui kebutuhan bulanan, tentukan kapan kita ingin berhenti bekerja. Misalnya, kita ingin pensiun pada usia 60 tahun dan memperkirakan masih membutuhkan dana sampai usia 85 tahun. Artinya, kita perlu menyiapkan sumber dana untuk sekitar 25 tahun masa pensiun.
Perhitungan ini penting karena kita tidak tahu secara pasti berapa lama masa pensiun akan berlangsung. Kita juga perlu memperhitungkan kemungkinan pasangan hidup lebih lama sehingga kebutuhan keluarga tetap berjalan setelah salah satu pasangan meninggal. Karena itu, pasangan sebaiknya ikut membahas rencana pensiun agar kebutuhan keduanya masuk dalam perhitungan
3. Perhitungkan inflasi sebelum menentukan target

ilustrasi inflasi (freepik.com/freepik) Kebutuhan Rp5 juta per bulan saat ini belum tentu sama dengan Rp5 juta ketika kita pensiun. Harga barang dan jasa dapat meningkat dari waktu ke waktu sehingga target dana pensiun perlu memperhitungkan inflasi. Semakin jauh jarak kita dengan usia pensiun, semakin besar pengaruh kenaikan harga terhadap kebutuhan hidup.
Sebagai contoh sederhana, jika kebutuhan keluarga saat ini mencapai Rp8 juta per bulan, kita tidak bisa langsung mengalikan angka tersebut dengan jumlah tahun masa pensiun. Kita perlu memperkirakan kenaikan biaya hidup terlebih dahulu, kemudian menghitung kebutuhan pada saat pensiun.
Cara tersebut membuat target lebih realistis karena kita tidak menggunakan nilai uang saat ini untuk kebutuhan di masa depan.
4. Perhitungkan penghasilan yang masih ada setelah pensiun

ilustrasi seorang investor (pexels.com/Kampus Production) Dana pensiun tidak harus menjadi satu-satunya sumber uang setelah kita berhenti bekerja. Jika kita memiliki pensiun bulanan, hasil investasi, bisnis yang masih berjalan, uang sewa, atau sumber penghasilan lain, pemasukan tersebut dapat membantu membiayai kebutuhan keluarga. Kita cukup menyiapkan dana untuk menutup kekurangan antara pengeluaran dan pemasukan tersebut.
Misalnya, keluarga membutuhkan Rp10 juta per bulan saat pensiun dan masih memperoleh Rp4 juta dari sumber pendapatan lain. Kita kemudian perlu mencari cara untuk menutup kekurangan Rp6 juta per bulan tersebut.
Perhitungan seperti ini lebih masuk akal daripada langsung menetapkan target berdasarkan angka tertentu tanpa melihat kondisi keluarga.
Dana pensiun yang ideal bukan sekadar angka besar tanpa perhitungan. Kita perlu menghitung kebutuhan keluarga, usia pensiun, lama masa pensiun, kenaikan biaya hidup, serta sumber pendapatan yang masih tersedia. Dengan perhitungan tersebut, kita bisa menentukan target yang lebih realistis dan mulai menyiapkannya secara bertahap sejak jauh sebelum pensiun.





















