KAI Angkut 307,86 Juta Penumpang selama Januari-Juli 2026

- KAI Group melayani 307.860.743 pelanggan pada Januari–Juli 2026, naik 8,32 persen dibanding periode sama 2025, mencakup layanan antarkota, perkotaan, bandara, wisata, regional, dan kereta cepat.
- KAI Commuter menjadi penyumbang volume terbesar dengan 242.932.764 pelanggan, sementara LRT Jabodebek tumbuh 20,96 persen dan KA Jarak Jauh serta Lokal naik 7,63 persen.
- KAI Wisata mencatat pertumbuhan tertinggi, naik 49,95 persen menjadi 188.860 pelanggan; KA Makassar–Parepare naik 13,62 persen, sedangkan pelanggan Whoosh meningkat 0,01 persen.
Jakarta, IDN Times - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Group melayani 307.860.743 pelanggan sepanjang Januari–Juli 2026. Jumlah ini meningkat 8,32 persen dibanding periode yang sama 2025 sebanyak 284.202.884 pelanggan.
Peningkatan tercatat pada layanan KA Jarak Jauh dan Lokal KAI, KAI Commuter, LRT Jabodebek, KAI Wisata, KA Makassar–Parepare, KAI Bandara, serta Whoosh yang dikelola KCIC.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan pelanggan menunjukkan semakin luasnya peran transportasi berbasis rel dalam memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat, mulai dari mobilitas harian, perjalanan antarkota, akses bandara, perjalanan regional, pengalaman perjalanan premium hingga konektivitas berkecepatan tinggi.
"Setiap layanan memiliki fungsi yang saling melengkapi. Ketika perjalanan antarkota terhubung dengan transportasi perkotaan, bandara, layanan regional, perjalanan premium dan kereta cepat, masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk menyusun perjalanan sesuai kebutuhannya. Konektivitas ini yang terus diperkuat KAI Group," kata Anne dalam keterangannya, dikutip Minggu (16/8/2026).
1. Pertumbuhan terbesar secara volume terjadi pada KAI Commuter

KRL Commuter Line (commons.wikimedia.org/Davee Jonesey) Pertumbuhan terbesar secara volume berasal dari layanan yang dikelola KAI Commuter yang melayani 242.932.764 pelanggan, naik 6,65 persen dibanding 227.781.787 pelanggan pada periode yang sama tahun lalu.
Pada KA Jarak Jauh dan Lokal KAI, jumlah pelanggan mencapai 35.257.646 pelanggan, meningkat 7,63 persen dari 32.758.315 pelanggan pada Januari–Juli 2025. Pada transportasi perkotaan modern, LRT Jabodebek juga mencatat pertumbuhan 20,96 persen, dari 15.772.638 pelanggan menjadi 19.079.347 pelanggan.
2. Layanan KAI Wisata tumbuh nyaris 50 persen

Kereta Panoramic dengan automatic sunroof dan kaca panoramic. Foto: KAI Wisata Sementara layanan yang dikelola KAI Wisata mencatat 188.860 pelanggan, meningkat 49,95 persen dibanding 125.945 pelanggan pada Januari–Juli 2025. Pertumbuhan tersebut memperlihatkan semakin besarnya minat terhadap pengalaman perjalanan dengan tingkat kenyamanan dan karakter layanan yang beragam.
KAI Wisata menghadirkan layanan seperti Kereta Luxury, Kereta Panoramic, Kereta Istimewa dan Kereta Wisata, sehingga pelanggan dapat menikmati perjalanan dengan fasilitas premium sekaligus menyaksikan bentang alam dan panorama khas Indonesia dari dalam rangkaian kereta.
Penguatan konektivitas juga berlangsung di Sulawesi melalui KA Makassar–Parepare. Sepanjang Januari–Juli 2026, layanan tersebut melayani 206.651 pelanggan, meningkat 13,62 persen dari 181.876 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, layanan yang dikelola KAI Bandara melayani 4.073.492 pelanggan pada Januari–Juli 2026, meningkat 0,20 persen dari 4.065.417 pelanggan pada periode yang sama tahun 2025. Di Sumatra Selatan, LRT Sumsel melayani 2.604.587 pelanggan sepanjang Januari–Juli 2026.
3. Jumlah pelanggan Whoosh naik tipis

Kereta cepat Whoosh (commons.wikimedia.org) Pada layanan kereta cepat, Whoosh yang dikelola KCIC melayani 3.517.396 pelanggan, meningkat 0,01 persen dibanding 3.516.906 pelanggan pada Januari–Juli 2025. Whoosh menjadi salah satu lompatan kemajuan transportasi Indonesia melalui hadirnya layanan kereta cepat yang memperpendek waktu perjalanan Jakarta–Bandung.
Anne mengatakan, keberagaman layanan tersebut membentuk ekosistem transportasi yang semakin lengkap. Commuter Line, LRT Jabodebek dan LRT Sumsel mendukung mobilitas perkotaan, KA Jarak Jauh dan Lokal menghubungkan antarkota dan daerah, KAI Bandara memperkuat akses menuju bandara, KAI Wisata menghadirkan pengalaman perjalanan premium, KA Makassar–Parepare memperluas konektivitas rel di Sulawesi, sementara Whoosh menghadirkan konektivitas antarkota berkecepatan tinggi.
"Semakin terhubung layanan transportasi publik, semakin besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Perjalanan menjadi lebih mudah, akses menuju pusat ekonomi dan berbagai wilayah semakin terbuka, serta aktivitas sosial dan ekonomi dapat berlangsung dengan konektivitas yang lebih baik," tutur Anne.





















