Kalau sedang pulang larut malam dan tiba-tiba membutuhkan mi instan, rokok, air mineral, pulsa, atau sekadar kopi sachet, ada satu jenis toko yang sering kali masih menyala, yakni warung Madura. Warung kelontong yang identik dengan tulisan sederhana dan rak-rak penuh barang ini bisa ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Menariknya, banyak warung Madura beroperasi selama 24 jam sehingga konsumen tidak harus menunggu pagi untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Bahkan, ada sebuah jokes lucu, kalau kiamat diprediksi terjadi pada sore hari, maka warung Madura akan tetap buka setengah hari demi cuan.
Di tengah persaingan dengan minimarket modern, keberadaan warung Madura justru tetap bertahan. Kelengkapan produk, harga yang relatif murah, lokasi yang mudah dijangkau, serta jam operasional menjadi beberapa kekuatan utama bisnis ini. Lantas, apa yang membuat model bisnis warung Madura begitu menarik?
