Transformasi layanan Jasa Marga (dok. Jasa Marga)
Seiring dengan perluasan konektivitas fisik tersebut, Jasa Marga mengimbangi langkahnya dengan melakukan transformasi menyeluruh pada standar layanan pengguna.
“Kami menggeser paradigma dari sekadar penyedia infrastruktur (infra as structure) menjadi pembangun budaya perjalanan yang berkesan (infra as culture) dengan menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik, yaitu melalui penguatan layanan preservasi untuk menjaga kualitas dan keselamatan jalan (protect the journey), peningkatan layanan rest area sebagai titik destinasi yang mendukung kenyamanan pengguna selama perjalanan (support the journey), serta penguatan layanan informasi yang memastikan informasi perjalanan tersedia secara tepat dan mudah diakses (inform the journey),” ujar Rivan.
Pada layanan preservasi, penguatan ekosistem pemeliharaan berbasis teknologi presisi tinggi, seperti armada inspeksi Hawkeye dan sistem pemantauan serta pelaporan digital TROOPS (Tollroad Real Time Operation Oversight Performance System). Sistem ini memungkinkan identifikasi kondisi perkerasan jalan secara dini sehingga penanganan dan perbaikan jalan dapat dilakukan lebih cepat, terstandar, dan minim gangguan terhadap kenyamanan berkendara.
Pada layanan rest area, Jasa Marga mengembangkan sejumlah showcase rest area melalui penataan kawasan, rejuvenasi fasilitas, penguatan UMKM, penambahan SPKLU untuk mendukung transisi electric vehicle (EV), serta penerapan pengelolaan sampah terpadu (waste management) dan green corridor untuk mentransformasi rest area dari transit area menjadi destination area yang modern, humanis, dan nyaman sekaligus memberikan nilai tambah sosial dan ekonomi.
Sementara itu, dalam hal penguatan ekosistem informasi & integrasi digital (Inform the Journey), Jasa Marga mengoptimalkan Jasamarga Tollroad Command Center sebagai pusat integrasi data lalu lintas dan kondisi jalan secara real-time. Ekosistem informasi ini langsung terhubung dengan gawai pengguna melalui Aplikasi Travoy dan siaran Travoy FM, serta papan Dynamic Message Sign (DMS) di sepanjang lintasan, mendukung pengguna jalan dalam memperoleh estimasi waktu tempuh, informasi rute alternatif, hingga akses terhadap bantuan darurat jalan tol secara lebih cepat dan tepat.
Seluruh penguatan ekosistem dan operasional Perseroan dilaksanakan secara bertanggung jawab dengan berlandaskan pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Berbagai inisiatif terus dijalankan, antara lain melalui pengembangan Green Toll Road Indonesia, peningkatan penggunaan energi baru terbarukan (EBT), penguatan ekosistem kendaraan listrik melalui penambahan SPKLU, pengelolaan sampah terpadu, penanaman pohon di koridor jalan tol, pemberdayaan UMK, hingga pelaksanaan berbagai program Creating Shared Value bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional Jasa Marga Group.