Mau Investasi Obligasi? Kenali Jenis-Jenisnya

- Obligasi adalah surat utang jangka menengah hingga panjang; investor meminjamkan dana kepada penerbit dan menerima kupon berkala serta pokok saat jatuh tempo.
- Obligasi korporasi, daerah, dan pemerintah diterbitkan untuk pendanaan perusahaan atau pembangunan, dengan risiko serta potensi imbal hasil yang berbeda.
- Sukuk memberi imbal hasil berbasis akad syariah, sedangkan obligasi konversi dapat ditukar menjadi saham sesuai ketentuan penerbit.
Jakarta, IDN Times - Obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan, pemerintah, maupun lembaga lainnya untuk memperoleh pendanaan dari investor. Instrumen ini menjadi salah satu pilihan investasi dengan jangka waktu menengah hingga panjang.
Ketika membeli obligasi, investor pada dasarnya memberikan pinjaman kepada penerbit. Sebagai imbalannya, penerbit berkewajiban membayar kembali pokok utang saat jatuh tempo serta memberikan kupon secara berkala selama masa berlaku obligasi.
Dilansir dari SMBC, jangka waktu obligasi dapat berlangsung selama beberapa tahun hingga puluhan tahun. Sementara itu, kupon merupakan imbal hasil yang dibayarkan penerbit kepada pemegang obligasi secara berkala, misalnya setiap enam bulan atau satu tahun. Besaran kupon dapat bersifat tetap (fixed rate) maupun mengambang (floating rate), tergantung pada jenis dan ketentuan obligasi yang diterbitkan.
Lantas, ada obligasi jenis apa saja di Indonesia?
1. Obligasi korporasi

Ilustrasi Obligasi/Surat Berharga. (IDN Times/Aditya Pratama) Obligasi korporasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan, baik badan usaha milik negara (BUMN) maupun perusahaan swasta, untuk memperoleh pendanaan.
Obligasi korporasi umumnya memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan obligasi pemerintah. Namun, tingkat risiko tersebut biasanya diikuti dengan potensi imbal hasil yang lebih tinggi. Berdasarkan karakteristik kuponnya, obligasi korporasi dapat menawarkan kupon tetap, kupon mengambang, maupun diterbitkan berdasarkan prinsip syariah.
2. Obligasi daerah

Ilustrasi obligasi (IDN Times/Aditya Pratama) Obligasi daerah merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk membiayai kebutuhan pembangunan, termasuk proyek infrastruktur dan pelayanan publik. Dana hasil penerbitan obligasi daerah dapat digunakan untuk membiayai proyek yang memberikan manfaat ekonomi maupun sosial bagi masyarakat di daerah tersebut.
Namun, penerbitan obligasi daerah tetap memiliki risiko yang perlu diperhatikan investor, termasuk kemampuan pemerintah daerah dalam memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan imbal hasil.
3. Obligasi syariah (sukuk)

Ilustrasi Obligasi Syariah. (IDN Times/Aditya Pratama) Sukuk merupakan surat berharga yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah. Berbeda dengan obligasi konvensional yang memberikan bunga atau kupon, sukuk memberikan imbal hasil sesuai dengan akad yang digunakan.
Imbal hasil sukuk dapat berasal dari pembayaran sewa, bagi hasil, margin, atau bentuk imbalan lain yang sesuai dengan prinsip syariah.
Salah satu contohnya adalah Sukuk Tabungan yang diterbitkan pemerintah Indonesia untuk investor ritel. Instrumen tersebut memberikan imbalan kepada pemegang sukuk sesuai dengan ketentuan penerbitannya.
4. Obligasi konversi

https://www.alinea.id/bisnis/asing-jual-obligasi-negara-hingga-rp-11-49-triliun-b1RRv9b4 Obligasi konversi merupakan surat utang yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk mengonversi obligasi menjadi saham perusahaan penerbit pada waktu dan berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan.
Instrumen ini menawarkan potensi keuntungan dari dua sisi, yakni pendapatan berupa kupon serta peluang memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham setelah obligasi dikonversi.
5. Obligasi pemerintah (government bond)

ilustrasi utang (unsplash.com/rc.xyz NFT gallery) Obligasi pemerintah merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk membiayai kebutuhan anggaran negara maupun proyek pembangunan.
Obligasi pemerintah umumnya memiliki tingkat risiko gagal bayar yang relatif rendah karena pembayaran kewajibannya didukung oleh kapasitas fiskal pemerintah. Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan risiko investasi lainnya, seperti perubahan suku bunga, inflasi, dan pergerakan harga obligasi di pasar.











![[QUIZ] Tebak Nama Mata Uang Asia Tenggara, Yakin Bisa?](https://image.idntimes.com/post/20241117/18879-68854c3f6876b62c6c0e179f8d1fe608.jpg)








