Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengenal Strategi Flip: Taktik Cuan Cepat di Properti hingga Saham

Mengenal Strategi Flip: Taktik Cuan Cepat di Properti hingga Saham
ilustrasi investasi (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Intinya Sih
  • Strategi flip adalah taktik investasi cepat dengan mengubah posisi beli atau jual untuk memanfaatkan momentum harga dan perubahan sentimen pasar.
  • Penerapan flip terlihat di perdagangan teknikal, properti, hingga saham IPO, di mana investor mencari keuntungan dari pembalikan tren atau selisih harga jual.
  • Manajer investasi juga memakai teknik flipping untuk menjaga portofolio, memindahkan dana antar sektor demi menekan risiko dan mengejar potensi imbal hasil lebih tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Dalam dunia investasi, istilah flip atau flipping sering kali muncul sebagai strategi untuk meraup keuntungan dalam waktu singkat.

Secara sederhana, dilansir Investopedia, flip adalah perubahan arah strategi investasi secara mendadak, misalnya dari posisi membeli menjadi menjual, guna memanfaatkan momentum harga di pasar.

Langkah tersebut dianggap krusial karena menjadi sinyal perubahan sentimen pasar yang membantu investor mengambil keputusan lebih cepat. Berikut adalah beberapa penerapan strategi flip yang umum dilakukan di berbagai sektor keuangan!

1. Memanfaatkan tren harga di perdagangan teknikal

ilustrasi investasi
ilustrasi investasi (pexels.com/Hanna Pad)

Dalam perdagangan teknikal, investor kerap mengubah posisinya dari dominasi beli (net long) ke dominasi jual (net short), atau sebaliknya. Langkah ini diambil untuk mengikuti tren harga baru yang bisa berlangsung mingguan hingga tahunan.

Strategi ini memungkinkan trader mendapatkan profit dari pembalikan harga. Contohnya, saat beralih ke posisi jual, investor bisa memanfaatkan opsi tertentu untuk tetap untung meski harga aset sedang turun.

2. Bisnis jual-beli properti (house flipping)

ilustrasi investasi properti
ilustrasi investasi properti (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Di sektor properti, flip merujuk pada praktik membeli aset dalam waktu singkat untuk dijual kembali. Biasanya, investor akan mencari rumah dengan harga serendah mungkin.

Kemudian investor melakukan renovasi untuk meningkatkan nilai estetika dan fungsinya, lalu menjualnya dengan harga lebih tinggi. Selisih harga jual setelah renovasi inilah yang menjadi sumber keuntungan utama.

3. Berburu keuntungan dari saham IPO

gedung Bursa Efek Indonesia (BEI)/Indonesia Stock Exchange (IDX)
gedung Bursa Efek Indonesia (BEI)/Indonesia Stock Exchange (IDX) (idx.co.id)

Strategi ini juga populer di pasar saham, khususnya pada penawaran umum perdana atau IPO. Berbeda dengan pemilik perusahaan yang cenderung menahan saham dalam jangka panjang, investor flipping biasanya mengincar lonjakan harga cepat.

Mereka akan membeli saham IPO dan menjualnya kembali saat harga sudah naik sekitar 40 hingga 50 persen dalam hitungan minggu atau bulan. Setelah target profit tercapai, mereka akan beralih mencari emiten IPO berikutnya untuk di-flip.

4. Pengelolaan dana makro untuk tekan risiko

ilustrasi investasi
ilustrasi investasi (freepik.com/freepik)

Manajer investasi profesional juga menggunakan teknik flipping untuk menjaga portofolio mereka. Jika suatu sektor diprediksi bakal merugi, mereka akan segera memindahkan atau mem-flip dana tersebut ke sektor lain yang lebih potensial.

Selain mengejar imbal hasil, taktik ini efektif untuk mengurangi risiko sistemik yang bisa mengancam dana kelolaan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Business

See More