Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengintip Rencana Besar Agrinas Pangan Nusantara

Mengintip Rencana Besar Agrinas Pangan Nusantara
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya Sih
  • Agrinas Pangan Nusantara memimpin pembangunan dan pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), termasuk impor 105 ribu mobil pikap 4x4 dari India untuk mendukung operasional proyek tersebut.
  • BUMN ini juga mengembangkan program Corporate Plasma Farming guna memberdayakan petani melalui mekanisasi, teknologi satelit, IoT, dan drone agar menarik minat generasi muda ke sektor pertanian.
  • Agrinas menargetkan pembangunan 82 ribu KDKMP rampung akhir tahun ini serta membangun sentra produksi pertanian untuk menjamin pasar bagi petani dan meningkatkan efisiensi rantai pasok nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pada Februari 2026 lalu, nama BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) menjadi sorotan. BUMN itu diketahui melakukan impor 105 ribu unit mobil pikap 4x4 dari India untuk proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Asal-usulnya, BUMN yang dipimpin oleh Joao Angelo de Sousa Mota itu memang menjadi pembangun dan pengelola operasional KDKMP. Joao mengatakan, impor mobil pikap dari India dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan mobil operasional KDKMP.

Namun, selain menjadi pemeran di balik program KDKMP, Agrinas Pangan Nusantara juga punya rencana besar lainnya di sektor pertanian Indonesia. Apa saja itu? Simak bincang IDN Times bersama Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota berikut ini.

1. Apa saja peran Agrinas Pangan Nusantara di program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih?

Mengintip Rencana Besar Agrinas Pangan Nusantara
Koperasi Desa Merah Putih Indrasari, di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menjadi Kopdes percontohan dan satu-satu yang beroperasi sejak awal. (IDN Times/Hendra Lianor)

Posisi kita adalah bagaimana membangun fisik maupun sarana-prasarananya. Dan sepertinya juga kami yang akan mengelola operasi itu, sambil membangun chain of distribution-nya selama dua tahun atau lebih, yang mana yang duluan

Ketika dia sudah bisa running, autopilot running, baru nanti kita serahkan kepada koperasi desa itu. Nah, sistemnya tetap kita monitor, nanti Kementerian Koperasi akan mengendalikan dari sistem itu. Sehingga harapan kita ini bisnis benar-benar berjalan secara profesional gitu, sebagai retail industry.

2. Berapa lama yang dibutuhkan bagi KDKMP untuk beroperasi sendiri?

Mengintip Rencana Besar Agrinas Pangan Nusantara
Holding BUMN pangan ID FOOD memasok beras hingga minyak goreng buat Koperasi Desa Merah Putih. (dok. ID FOOD)

Tadi saya bilang minimal dua tahun. Tapi bisa dievaluasi memang kalau butuh lebih banyak. Kita juga harus melihat nanti ketika Torasera, Torasera, Torasera itu nama yang diberikan oleh Bapak Presiden, toko rakyat serba ada.

Nah itu yang akan menjadi distribution center kita di kabupaten-kabupaten, atau di daerah tertentu yang jumlah penduduknya sedikit, dia mungkin 2-3 kabupaten itu satu distribution center.

3. Lalu distribution center-nya juga dikelola Agrinas?

Mengintip Rencana Besar Agrinas Pangan Nusantara
Koperasi Desa Merah Putih Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sementara dikelola sama Agrinas, karena nanti di situ itu kan kita ada marketplace, kita ada e-commerce. Dan kemudian kita juga di situ ada bagaimana mengontrol harga atau produk di setiap daerah, sehingga terkoneksi, sehingga kita bisa mengendalikan distribusi barang, tidak akan terjadi kekurangan barang, di satu daerah overproduksi, di satu daerah kekurangan produksi gitu. Tujuannya tuh itu.

Dan dikelola sama, nanti di ujungnya akan dikelola sama Indokoperasi ya. (Indokoperasi) di bawah Kemenkop. Tapi mereka berdiri independen ya, Indokoperasi tuh bisa independen.

4. Pembangunan 82 ribu KDKMP kapan ditargetkan rampung?

Mengintip Rencana Besar Agrinas Pangan Nusantara
Pastikan Kesiapan Infrastruktur, 177 Gerai KDKMP Blora Dikebut

Harapan saya sampai akhir tahun ini harus bisa selesai. Karena pembangunan ini kan sebetulnya tuh hanya 92 hari, kemudian anggarannya sudah ada. Jadi sebetulnya tidak ada alasan untuk tidak mewujudkan program ini dalam waktu 2-3 bulan.

5. Lalu kegiatan apa saja yang dijalankan Agrinas selain membangun KDKMP?

Mengintip Rencana Besar Agrinas Pangan Nusantara
Kantor pusat PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Agrinas kan usahanya itu kan di bidang agriculture. Kita juga nanti akan terus berdampingan dengan koperasi, karena kita punya program namanya Corporate Plasma Farming. Di mana dalam Corporate Plasma Farming itu kita memberdayakan petani yang ada dengan melakukan mekanisasi pertanian. Mekanisasi dan teknologisasi.

Jadi dalam mekanisasi itu kita akan membagi, kita melihat begini, Petani Indonesia sekarang ini cenderung sudah pada berumur. Kenapa? Orang-orang muda tidak mau terjun atau masuk ke dalam pertanian. Karena pertanian sekarang tidak dibangun berdasarkan karakteristik atau keinginan atau eranya sekarang.

Jadi kita bagi dua. Nanti kita ada yang mekanisasi, berarti dia untuk orang-orang yang hobinya di teknis. Kemudian kita juga mempunyai data center. Jadi nanti itu orang-orang yang belajar pertanian, belajar data, yang kerjanya tidak kotor itu juga terlibat dalam observasi. Observasi itu kita menggunakan satelit, kita menggunakan IOT dan kita menggunakan drone. Nah ini biasanya ini kerjaan tidak kotor. Jadi itu bisa libatkan lebih banyak orang muda di dalam pertanian.

Kemudian untuk melakukan penyemprotannya, kita menggunakan drone. Juga nanti di divisi drone itu pasti ada yang bawa mobilnya, ada yang nanti untuk campur bahan kimia atau pupuknya. Ada yang nanti mengendalikan drone-nya. Itu kerjaan-kerjaan yang akhirnya meng-adjust kepada tipologi anak muda sekarang.

Jadi harapan kita Indonesia menjadi pionir industrialisasi atau teknologisasi pertanian yang modern dan bisa menjadi penyuplai atau bisa menjadi cadangan pangan dunia. Bukan hanya untuk Indonesia gitu. Karena tidak ada satu alasan pun Indonesia tidak mampu berkompetisi atau berproduksi untuk memenuhi kebutuhan nasional maupun internasional.

6. Produk apa saja yang akan dihasilkan?

Mengintip Rencana Besar Agrinas Pangan Nusantara
Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, berbagi pandangan strategis dan arah bisnis perusahaan dalam wawancara eksklusif di program Real Talk bersama Uni Lubis. (IDN Times/Triyan)

Produk-produk kita itu yang diproduksi kita pakai merek kita. Kalau Bulog hanya menyerap, kita mulai dari proses mengolahnya, jadi dari hulu ke hilir.

Dan kita akan bangun kawasan-kawasan sentra produksi yang nanti akan menjadi market di depan bagi petani, sehingga mereka tahu mau ke mana mereka jual gitu. Sehingga mereka tidak ragu-ragu untuk menanam lagi.

Karena selama ini kalau dia nanam tidak ada yang menampung, atau tidak ada yang membelikan menjadi mubazir. Sedangkan kalau kita dengan adanya kawasan sentra produksi itu, mereka sudah tahu, berapa pun yang saya produksi akan dibeli gitu karena pasaran ada di depan kita gitu.

7. Lahan untuk sentra produksi itu sudah ada?

Mengintip Rencana Besar Agrinas Pangan Nusantara
Ilustrasi sawah. (Dok. Kementan)

Jadi kalau dalam contract farming, kita kan ada dua ini ya. Kita ekstensifikasi sama intensifikasi. Kalau ekstensifikasi berarti kita akan melakukan industrialisasi pertanian. Buka lahan baru, semuanya dikelola sama mesin, dijalankan sama mesin.

Tetapi kalau intensifikasi berarti kita mengolah lahan pertanian yang sudah ada, pertanian yang sudah existing, kita memberikan pendampingan. Menyewakan alat yang mana nanti akan dibayar setelah panen.

Dalam kontrak itu nanti kita juga bikin. 50 persen produknya dia, dia harus jual ke kita. 50 persen dia bisa jual kembali kepada konsumen dia yang selama ini membeli dari mereka. Jadi dengan begitu kita bisa nanti tetap link sama koperasi, supaya koperasi nanti akan men-supply kebutuhan mereka dalam menyediakan benih, pupuk, pestisida, maupun microfinance-nya.

Sehingga kita bisa memotong mata rantai yang panjang selama ini dan yang mengambil keuntungan dari keringat petani-petani kecil kita khususnya. Karena ketidakmampuan mereka dalam mengakses kepada finansial, kepada pupuk, pestisida, maupun bibit. Itu yang akan kita putuskan dengan kehadiran koperasi ini. Dan didampingi oleh Agrinas, menyediakan alat, teknologi, sehingga mereka bisa menjadi produktif, efesien, efektif, dan harapan kita produktifitasnya bisa naik.

Apakah kegiatan ekstensifikasi dan intensifikasi itu sudah dimulai?

Sudah mulai, kita sekarang mulai di Baturaja, sudah mau panen, mungkin dalam waktu dekat ini, teman-teman bisa lihat hasil panennya pun menurut saya sangat bagus.

Share
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More