Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menjelang Pengumuman RDG BI, Rupiah Bangkit Pagi Ini
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Rupiah menguat 38 poin atau 0,21 persen ke posisi Rp17.846 per dolar AS pada awal perdagangan Rabu pagi.

  • Lukman Leong memperkirakan rupiah berkonsolidasi menjelang pengumuman hasil RDG BI pada sore hari.

  • Rupiah berpeluang menguat dengan proyeksi rentang perdagangan Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (23/9/2026) pagi

Rupiah menguat terhadap dolar AS dalam mengawali perdagangan.

pukul 09.14 WIB

Data Bloomberg mencatat rupiah menguat 38 poin atau 0,21 persen ke Rp17.846 per dolar AS.

sore ini

Pengumuman hasil RDG BI dijadwalkan berlangsung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Nilai tukar rupiah menguat 38 poin atau 0,21 persen ke Rp17.846 per dolar AS.
  • Who?
    Rupiah, pengamat pasar uang Lukman Leong, pelaku pasar, dan Bank Indonesia terlibat dalam pergerakan serta penantian RDG BI.
  • Where?
    Di Jakarta dan pasar valuta asing.
  • When?
    Pada Rabu (23/9/2026) pagi, dengan data Bloomberg hingga pukul 09.14 WIB. Hasil RDG BI dijadwalkan sore ini.
  • Why?
    Pelaku pasar masih menanti kepastian arah kebijakan menjelang pengumuman hasil RDG BI.
  • How?
    Rupiah bergerak menguat dan diproyeksikan berada pada kisaran Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS sepanjang sesi perdagangan hari ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rupiah pagi ini naik sedikit terhadap dolar AS. Di Jakarta, pada Rabu (23/9/2026), nilainya Rp17.846 per dolar AS. Lukman Leong bilang rupiah mungkin bergerak stabil sambil menunggu RDG BI sore ini. Rupiah juga bisa menguat karena intervensi bank sentral. Hari ini, rentangnya diperkirakan Rp17.800 sampai Rp17.950.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penguatan rupiah pada awal perdagangan menunjukkan mata uang Garuda memulai sesi dengan kenaikan terhadap dolar AS. Antisipasi intervensi bank sentral oleh pelaku pasar juga membuka peluang penguatan lanjutan, sementara proyeksi rentang harian memberikan gambaran batas pergerakan rupiah selama sesi perdagangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam mengawali perdagangan Rabu (23/9/2026) pagi.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.14 WIB, mata uang Garuda terpantau menguat sebesar 38 poin atau 0,21 persen dan berada di posisi Rp17.846 per dolar AS.

1. Rupiah diperkirakan berkonsolidasi menjelang hasil RDG BI

Pengamat pasar uang Lukman Leong menyatakan nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak berkonsolidasi terhadap dolar AS, alias cenderung stabil bergerak dalam rentang terbatas karena pelaku pasar masih menanti kepastian arah kebijakan.

Dia menjelaskan pergerakan tersebut terjadi menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang dijadwalkan berlangsung pada sore ini.

"Rupiah diperkirakan masih berkonsolidasi terhadap dolar AS menjelang RDG BI sore ini," kata Lukman.

2. Peluang penguatan rupiah didorong antisipasi intervensi pasar

Di sisi lain, Lukman menyampaikan mata uang rupiah juga memiliki peluang untuk mengalami penguatan. Potensi penguatan didorong oleh adanya langkah intervensi dari bank sentral di pasar valuta asing.

Hal tersebut, menurut dia, telah diantisipasi oleh para pelaku pasar selama beberapa hari terakhir guna menjaga kestabilan nilai tukar.

"Rupiah juga berpeluang menguat oleh intervensi yang telah diantispasi beberapa hari terakhir," tuturnya.

3. Proyeksi pergerakan rupiah hari ini

Mengenai estimasi pergerakan kurs sepanjang sesi perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan mata uang rupiah akan bergerak pada rentang harian di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS.

Curated For You

Editorial Team

Related Article