Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Microsoft Akan Cegah Kenaikan Tarif Listrik akibat Data Center

Microsoft Akan Cegah Kenaikan Tarif Listrik akibat Data Center
Microsoft (unsplash.com/Lumière Rezaie)
Intinya sih...
  • Trump dan Microsoft bekerja sama cegah kenaikan biaya listrik
  • Pembangunan data center Microsoft dorong kenaikan tagihan listrik di 13 negara bagian AS
  • Pemerintah AS dorong percepatan infrastruktur AI sambil memastikan keterjangkauan energi bagi warga
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan, Microsoft akan melakukan sejumlah penyesuaian dalam proyek pembangunan pusat data (data center) untuk mencegah kenaikan tagihan listrik bagi warga AS.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform media sosial Truth Social, menanggapi meningkatnya kebutuhan energi akibat lonjakan permintaan terhadap teknologi akal imitasi (AI). Trump menyebut pemerintahannya bekerja sama dengan Microsoft untuk memastikan ekspansi infrastruktur digital tidak membebani masyarakat melalui peningkatan biaya energi.

1. Trump tegaskan kerja sama dengan Microsoft untuk cegah lonjakan biaya listrik

Presiden Donald Trump menegaskan komitmen pemerintahannya untuk bekerja sama dengan perusahaan teknologi besar AS dalam melindungi warga dari potensi kenaikan biaya listrik yang disebabkan oleh pembangunan dan operasional data center.

Trump menyebut, Microsoft sebagai perusahaan pertama yang berkolaborasi dalam inisiatif tersebut. Ia mengatakan, perubahan besar akan diumumkan dalam minggu ini agar masyarakat tidak menanggung beban konsumsi daya dari fasilitas data center milik perusahaan teknologi.

Kemitraan ini disebut sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengatasi lonjakan kebutuhan energi akibat perkembangan AI. Trump menambahkan, pengumuman kerja sama dengan perusahaan teknologi lainnya akan dilakukan dalam beberapa minggu mendatang.

2. Trump soroti dampak data center terhadap kenaikan tagihan listrik di berbagai negara bagian AS

Trump menyoroti dampak pembangunan data center terhadap kenaikan tagihan utilitas di sedikitnya 13 negara bagian AS. Ia menegaskan, perusahaan teknologi besar harus menanggung sendiri biaya konsumsi energi agar tidak membebani rumah tangga dan bisnis kecil.

“Tim saya telah bekerja sama dengan Microsoft, dan perusahaan ini akan mulai menerapkan perubahan besar minggu ini agar warga Amerika tidak menanggung biaya energi mereka melalui tagihan listrik yang lebih tinggi,” tulis Trump di platform Truth Social, dilansir Business Insider.

Dalam setahun terakhir, Microsoft telah mengumumkan rencana pembangunan fasilitas pusat data baru di Wisconsin, Atlanta, Texas, dan Michigan, yang seluruhnya membutuhkan pasokan listrik besar untuk mendukung operasional AI. Pemerintah berupaya memastikan ekspansi tersebut tidak menambah beban finansial bagi masyarakat di tengah meningkatnya permintaan daya akibat perkembangan teknologi AI.

3. Trump dorong percepatan infrastruktur AI sambil memastikan keterjangkauan energi bagi warga AS

Presiden Donald Trump menegaskan, pemerintahannya bekerja sama dengan sejumlah perusahaan teknologi besar AS untuk memastikan pembangunan infrastruktur AI tidak membebani masyarakat melalui kenaikan biaya listrik.

“Pemerintahan saya bekerja dengan perusahaan teknologi besar Amerika untuk menjamin komitmen mereka kepada rakyat AS, dan kami akan mengumumkan banyak hal dalam beberapa minggu ke depan,” tulis Trump di Truth Social, dilansir CNBC.

Salah satu proyek besar yang disorot adalah Stargate, pusat data senilai 500 miliar dolar AS (Rp8,4 kuadriliun) yang dibangun bersama OpenAI, Oracle, dan SoftBank di Texas, yang dikenal sangat intensif dalam konsumsi energi. Seiring meningkatnya kebutuhan daya, beberapa perusahaan mulai beralih ke sumber energi di luar jaringan listrik umum untuk mempercepat proses perizinan dan mengurangi resistensi dari masyarakat sekitar proyek.

Sementara itu, beberapa negara bagian seperti Indiana dan Ohio telah menerapkan tarif khusus untuk fasilitas besar seperti data center.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Apa Itu Fraud? Yuk Simak 7 Pengertiannya Menurut Para Ahli

13 Jan 2026, 23:00 WIBBusiness