Jakarta, IDN Times - Negara-negara Uni Eropa telah mengeluarkan biaya tambahan lebih dari 100 miliar euro atau setara Rp2.030,7 triliun (kurs Rp17.909) untuk impor energi sejak perang Iran meletus. Lonjakan harga yang tajam tersebut mendorong para politisi di kawasan blok 27 negara ini untuk mencari alternatif pengganti bahan bakar fosil.
Komisaris Energi Uni Eropa Dan Jorgensen menyampaikan kondisi tersebut menjelang pertemuan informal menteri energi di Dublin, Irlandia, Selasa (29/9/2026). Penutupan Selat Hormuz telah memicu lonjakan harga bahan bakar di stasiun pengisian hingga hampir 50 persen di sejumlah negara Eropa, yang turut memperberat beban belanja energi kawasan.
