Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Netflix Mundur, Paramount Menang Akuisisi Warner Bros
ilustrasi Warner Bros. (wbd.com)
  • Netflix mundur dari persaingan akuisisi Warner Bros. Discovery.

  • Paramount Skydance unggul dengan kesepakatan senilai 111 miliar dolar AS.

  • Merger masih menghadapi pengawasan regulator dan sidang Senat AS.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times Netflix Inc. resmi mundur dari persaingan untuk mengakuisisi Warner Bros. Discovery Inc., membuka jalan bagi Paramount Skydance Corp. untuk memenangkan kesepakatan senilai 111 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.862 triliun (kurs Rp16.780) atas studio legendaris Hollywood tersebut.

Keputusan ini mengakhiri pertarungan panjang antara dua raksasa media dan streaming yang sebelumnya saling menaikkan penawaran. Paramount kini berada di posisi terdepan setelah tawaran terbarunya dinilai lebih unggul oleh Warner Bros.

1. Netflix pilih mundur, saham langsung melonjak

Netflix (unsplash.com/Venti Views)

Netflix sebelumnya telah menandatangani kesepakatan senilai 82,7 miliar dolar AS (Rp1.388 triliun) termasuk utang untuk mengakuisisi bisnis studio dan streaming Warner Bros pada Desember 2025. Namun, penawaran tandingan berulang dari Paramount untuk membeli seluruh perusahaan membuat proses lelang tetap terbuka.

Pada Kamis (26/2/2026) malam, Warner Bros menyatakan, tawaran terbaru Paramount sebesar 31 dolar AS (Rp520 ribu) per saham merupakan penawaran yang lebih unggul.

Netflix dalam pernyataannya menyebut tetap yakin kesepakatannya bisa lolos regulator dan menciptakan nilai bagi pemegang saham. Namun perusahaan memutuskan tidak melanjutkan perang harga.

“Kami selalu disiplin, dan pada harga yang dibutuhkan untuk menyamai tawaran terbaru Paramount Skydance, kesepakatan ini tidak lagi menarik secara finansial,” ujar Netflix dalam pernyataan resminya, dikutip Jumat (27/2/2026).

Perusahaan menambahkan akan tetap fokus berinvestasi dalam bisnis inti, termasuk sekitar 20 miliar dolar AS tahun ini untuk film, serial TV, dan konten hiburan lainnya.

Setelah pengumuman tersebut, saham Netflix melonjak hingga 13 persen dalam perdagangan setelah jam bursa, mencerminkan respons positif investor atas keputusan mundur. Saham Warner Bros. justru turun, sementara saham Paramount relatif tidak berubah.

2. CEO Warner Bros dan investor sambut kesepakatan

CEO Warner Bros. David Zaslav (wbd.com)

CEO Warner Bros. David Zaslav menyatakan optimisme terhadap merger dengan Paramount Skydance.

“Begitu dewan kami memilih untuk mengadopsi perjanjian merger dengan Paramount, hal ini akan menciptakan nilai yang luar biasa bagi para pemegang saham kami,” tutur David Zaslav, dalam pernyataan resminya.

“Kami bersemangat dengan potensi penggabungan Paramount Skydance dan Warner Bros. Discovery dan tidak sabar untuk mulai bekerja bersama menceritakan kisah-kisah yang menggerakkan dunia,” ujarnya.

Ancora Holdings Group, investor aktivis di Warner Bros., juga menilai keputusan Netflix mundur sebagai perkembangan positif.

“Telah membuka jalan bagi para pemegang saham untuk menerima lebih banyak uang tunai secara signifikan dan jalur yang benar-benar layak untuk mendapatkan persetujuan pemerintah,” ujar Ancora Holdings Group dalam keterangannya.

“Ini adalah situasi saling menguntungkan bagi pemegang saham dan industri,” tambahnya.

3. Lobi politik dan sorotan antitrust

Senator AS, Elizabeth Warren (elizabethwarren.com)

Persaingan akuisisi ini juga berlangsung sengit di Washington. Co-CEO Netflix Ted Sarandos dan CEO Paramount David Ellison sama-sama bertemu dengan pejabat pemerintah AS dalam beberapa hari terakhir. Sarandos menghabiskan sekitar satu jam dengan pejabat pemerintahan Trump pada Kamis.

“Saya tidak melayani pers hari ini,” ujarnya saat meninggalkan Gedung Putih.

Ellison menghadiri pidato State of the Union Presiden Trump sebagai tamu Senator Republik Lindsey Graham. Meski demikian, kesepakatan Paramount diperkirakan tetap menghadapi pengawasan regulator. Komite Yudisial Senat AS telah menjadwalkan sidang pada 4 Maret untuk kembali meninjau penjualan Warner Bros.

Senator AS Partai Demokrat, Elizabeth Warren mengkritik rencana merger tersebut.

“Merger Paramount Skydance-Warner Bros adalah bencana antimonopoli yang mengancam harga lebih tinggi dan pilihan yang lebih sedikit bagi keluarga Amerika,” tegasnya.

“Segelintir miliarder yang bersekutu dengan Trump mencoba menguasai apa yang Anda tonton dan mengenakan harga sesuka mereka,” tambahnya.

4. Detail pendanaan dan ketentuan baru

ilustrasi dolar AS (unsplash.com/Viacheslav Bublyk)

Paramount meningkatkan tawarannya setelah beberapa kali ditolak oleh Warner Bros., termasuk memberikan jaminan pribadi atas ekuitas senilai 45,7 miliar dolar AS (Rp767 triliun) dari trust yang dibentuk oleh ayah David Ellison, Larry Ellison, Chairman Oracle Corp.

Paramount juga berjanji membayar 2,8 miliar dolar AS (Rp46 triliun) kepada Warner Bros untuk mengakhiri perjanjian dengan Netflix, serta 7 miliar dolar AS (Rp117 triliun) jika kesepakatan gagal memperoleh persetujuan regulator.

Perusahaan menyatakan telah mengamankan komitmen pembiayaan utang sebesar 57,5 miliar dolar AS (Rp965 triliun) dari Bank of America, Citigroup, dan Apollo Global Management, meningkat dari komitmen sebelumnya sebesar 54 miliar dolar AS (Rp906 triliun).

Dengan mundurnya Netflix, Paramount Skydance kini berada di jalur untuk menyelesaikan akuisisi Warner Bros Discovery senilai 111 miliar dolar AS. Meski demikian, kesepakatan ini masih menghadapi proses persetujuan regulator dan pengawasan politik dalam beberapa pekan ke depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team