Netflix (unsplash.com/Venti Views)
Netflix sebelumnya telah menandatangani kesepakatan senilai 82,7 miliar dolar AS (Rp1.388 triliun) termasuk utang untuk mengakuisisi bisnis studio dan streaming Warner Bros pada Desember 2025. Namun, penawaran tandingan berulang dari Paramount untuk membeli seluruh perusahaan membuat proses lelang tetap terbuka.
Pada Kamis (26/2/2026) malam, Warner Bros menyatakan, tawaran terbaru Paramount sebesar 31 dolar AS (Rp520 ribu) per saham merupakan penawaran yang lebih unggul.
Netflix dalam pernyataannya menyebut tetap yakin kesepakatannya bisa lolos regulator dan menciptakan nilai bagi pemegang saham. Namun perusahaan memutuskan tidak melanjutkan perang harga.
“Kami selalu disiplin, dan pada harga yang dibutuhkan untuk menyamai tawaran terbaru Paramount Skydance, kesepakatan ini tidak lagi menarik secara finansial,” ujar Netflix dalam pernyataan resminya, dikutip Jumat (27/2/2026).
Perusahaan menambahkan akan tetap fokus berinvestasi dalam bisnis inti, termasuk sekitar 20 miliar dolar AS tahun ini untuk film, serial TV, dan konten hiburan lainnya.
Setelah pengumuman tersebut, saham Netflix melonjak hingga 13 persen dalam perdagangan setelah jam bursa, mencerminkan respons positif investor atas keputusan mundur. Saham Warner Bros. justru turun, sementara saham Paramount relatif tidak berubah.