Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

O!Save Milik Siapa? Ini Sejarah dan Bedanya dengan Ritel Lain

O!Save Milik Siapa? Ini Sejarah dan Bedanya dengan Ritel Lain
ilustrasi O!Save (osave.id)
  • O!Save adalah jaringan ritel asal Filipina dalam ekosistem Robinsons Retail Holdings Inc., bagian dari konglomerasi JG Summit Holdings yang didirikan John Gokongwei Jr.

  • Setelah hadir di Filipina sejak 2021 dan memiliki ratusan cabang, O!Save berekspansi ke Indonesia pada 2023 dengan menjual kebutuhan makanan, rumah tangga, serta perawatan diri.

  • O!Save mengusung hard discount, harga rendah setiap hari tanpa mengandalkan promosi berkala yang didukung toko sederhana dan pengurangan biaya operasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Persaingan bisnis ritel modern di Indonesia semakin ramai. Selain nama-nama yang sudah lebih dulu dikenal masyarakat, kini muncul sejumlah brand baru dengan konsep dan nuansa berbeda, termasuk salah satunya adalah O!Save.

Kehadiran O!Save cukup menarik perhatian masyarakat di Tanah Air. Tak hanya karena kemunculannya di sejumlah sudut kota, jaringan ritel ini mengambil konsep hard discount dan menjadikan harga produk murah sebagai daya tariknya.

Lantas, O!Save milik siapa dan apa yang membuat konsep ritelnya berbeda? Berikut penjelasannya yang telah IDN Times rangkum dari berbagai sumber.

  1. 1. O!Save milik siapa?

    O!Save milik siapa
    ilustrasi toko O!Save (dok. osave.id)

    O!Save merupakan jaringan ritel asal Filipina yang mengusung konsep hard discount. Jaringan ritel ini menjadi bagian dari ekosistem bisnis Robinsons Retail Holdings Inc. (RRHI), salah satu perusahaan ritel terbesar di Filipina.

    Lebih jauh, RRHI juga termasuk bagian dari JG Summit Holdings, konglomerasi yang didirikan oleh mendiang pebisnis Filipina, John Gokongwei Jr. Menurut laman resminya, Robinsons Retail sendiri punya banyak lini bisnis yang dijalankan, termasuk supermarket, department store, toko obat, dan lainnya.

    Melihat ke belakang, O!Save mulai hadir di Filipina sejak 2021. Setelahnya, ritel ini mulai memperluas jangkauannya ke luar negeri, termasuk Indonesia. Di samping ekspansinya, O!Save juga sudah memiliki ratusan cabang di negara asalnya.

  2. 2. Hadir di Indonesia sejak 2023

    O!Save milik siapa
    ilustrasi O!Save (osave.id)

    O!Save berekspansi ke Indonesia pada 2023 sebagai jaringan ritel berkonsep hard discount. Model bisnis ini terbilang cukup langka dan berfokus pada penjualan sehari-hari dengan harga rendah lewat efisiensi dalam operasional tokonya.

    Layaknya sebuah ritel, produk yang dijual O!Save mencakup banyak kebutuhan dasar, sehari-hari. Berdasarkan informasi laman resminya, kategorinya termasuk makanan, kebutuhan rumah tangga, sampai produk perawatan diri.

    Kehadirannya di Indonesia menjadi warna baru yang bisa dijadikan pilihan konsumen untuk belanja kebutuhan harian dengan murah. Bahkan, ada anggapan dari sebagian pihak yang menyebut potensi O!Save sebagai calon penantang baru untuk nama populer seperti Alfamart dan Indomaret.

  3. 3. Apa yang membuat O!Save berbeda?

    O!Save milik siapa
    ilustrasi toko O!Save (osave.id)

    Seperti dijelaskan sebelumnya, O!Save dalam operasinya menggunakan konsep hard discount. Mereka bahkan punya slogan "Everyday Low Price" yang memungkinkan pelanggan mendapat harga murah setiap hari tanpa harus menunggu program diskon atau promosi berkala.

    Selain konsep, salah satu karakteristik yang terlihat dari O!Save adalah desain tokonya dibuat sederhana. Setiap gerai biasanya tidak memakai dekorasi berlebihan yang bisa menguras biaya.

    Di dalam gerai, produknya bahkan tidak ditata satu per satu seperti minimarket konvensional, tetapi dipajang langsung dalam kardus atau di atas palet. Strategi seperti ini dilakukan untuk mengurangi biaya yang dianggap kurang perlu sehingga nantinya harga produk bisa ditekan.

    Strategi yang diterapkan O!Save sebenarnya memiliki kemiripan dengan konsep hard discount yang lebih dulu populer di Eropa melalui jaringan seperti Aldi dan Lidl. Konsepnya cukup sederhana, yaitu membuat pengalaman belanja lebih praktis dengan memangkas hal-hal yang dianggap tidak terlalu penting, tetapi bisa menekan harga produknya tetap terjangkau.

    Melalui pendekatan tersebut, O!Save hadir sebagai alternatif di tengah ketatnya persaingan bisnis ritel di Indonesia. Alih-alih mengandalkan toko berukuran besar dengan pilihan barang yang sangat beragam, O!Save lebih menonjolkan efisiensi, kesederhanaan, dan harga murah sebagai daya tarik bagi konsumen.

    Demikianlah tadi ulasan untuk menjawab O!Save milik siapa, lengkap dari sejarah, asal, sampai perbedaannya dengan ritel lain. Bagaimana menurutmu?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More