Kanada Bangun Pipa Minyak di Pesisir Barat imbas Perang Dagang AS

- PM Kanada Mark Carney mempercepat proyek pipa Pacific Link di pesisir Pasifik untuk mendiversifikasi pasar ekspor minyak di tengah perseteruan tarif dan negosiasi dagang yang buntu dengan AS.
- Pipa sepanjang 1.250 km dari Alberta ke British Columbia diproyeksikan menyalurkan lebih dari 1 juta barel per hari, memperluas ekspor minyak Kanada ke negara-negara Asia.
- Pemerintah memperkirakan proyek bernilai hingga 43,7 miliar dolar Kanada ini dapat menambah PDB 30 miliar dolar Kanada dan menciptakan 140 ribu lapangan kerja.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney, pada Kamis (1/10/2026), mengumumkan bahwa Kanada akan mempercepat proyek pembangunan pipa minyak di pesisir Pasifik. Menurutnya, proyek ini adalah kepentingan utama Kanada untuk mendiversifikasi pasar.
Beberapa bulan terakhir, Kanada terlibat perseteruan dengan Amerika Serikat (AS) imbas penetapan tarif baru. Sementara, negosiasi antara kedua negara juga belum berhasil mengakhiri perselisihan imbas perang dagang.
1. Sebut pipa minyak Pacific Link akan mengubah ekonomi Kanada

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney. (World Economic Forum, CC BY-SA 2.0 , via Wikimedia Commons) Carney mengatakan bahwa pembangunan pipa minyak, Pacific Link tersebut akan mengubah ekonomi Kanada. Pipa itu akan membantu ekspor minyak ke berbagai negara selain AS dalam 10 tahun ke depan.
“Ini akan menjadi ujian dari janji saya kepada investor global bahwa Ottawa dapat berjalan cepat untuk membangun proyek besar ini. Kami akan membawa Kanada menjadi negara adidaya energi global,” terangnya, dikutip dari BBC.
Menurut Carney, proyek ini akan mendongkrak Produk Domestik Bruto (PDB) Kanada hingga 30 miliar dolar Kanada (Rp377,4 triliun). Selain itu, akan menciptakan 140 ribu lapangan pekerjaan baru di negara Amerika Utara tersebut.
2. Pipa minyak akan memperluas pasar Kanada di negara-negara Asia

ilustrasi pipa gas alam (unsplash.com/bobbymills) Pemerintah Alberta mengatakan bahwa pipa minyak menghabiskan dana sebesar 35,2 miliar dolar Kanada (Rp442,6 triliun) hingga 43,7 miliar dolar Kanada (Rp549,9 triliun). Pipa tersebut digunakan mengalirkan minyak dari Alberta ke pesisir Pasifik di British Columbia sepanjang 1.250 km.
Dilansir CBC, pipa tersebut berfungsi mengalirkan lebih dari 1 juta barel minyak per hari. Sementara, pembangunan proyek pipa minyak ini berfungsi memperluas pasar minyak bumi Kanada ke negara-negara Asia dan mendiversifikasi pasar dari pembeli utamanya, AS.
3. Wali Kota di Minnesota, AS minta warga Kanada tetap berkunjung

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova) Pada hari yang sama, Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey dan Wali Kota Fargo, Josh Boschee meminta agar warga Kanada tetap berkunjung ke kotanya. Mereka meminta agar tidak menghiraukan boikot imbas penetapan tarif ke barang impor asal Kanada.
“Hai, warga Kanada, kami menginginkan kehadiranmu kembali. Kami tidak menganggap kalian sebuah sebagai negara bagian ke-51. Saya hanya ingin memastikan bahwa ada pengakuan secara luas di Manitoba dan lebih dari itu, di seluruh Kanada bahwa kami menyukai kalian semua,” terangnya, dilansir dari Global News.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















