Jakarta, IDN Times – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong Bank Perkreditan Rakyat (BPR) untuk memenuhi modal inti minimum. Hal ini sesuai dengan Peraturan OJK No. 5/POJK.03/2015 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum.
Deputi Direktur Manajemen Strategis dan Kemitraan Pemerintah Daerah OJK Kantor Regional 3 Jateng dan DIY, Dedy Patria mengatakan, jika BPR tidak dapat memenuhi syarat modal inti minimum, sejumlah sanksi menunggu yang berdampak pada keberadaan BPR itu sendiri.
