Jakarta, IDN Times - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama self-regulatory organization (SRO) yang terdiri dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah menuntaskan empat proposal reformasi guna memperkuat transparansi pasar modal Indonesia dan agenda percepatan reformasi integritas pasar modal.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan keempat inisiatif tersebut telah dibahas secara intensif bersama para global index providers yang meliputi Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Financial Times Stock Exchange (FTSE).
"Sebanyak empat fokus utama ini kami rancang sebagai satu paket kebijakan terintegrasi untuk memperkuat transparansi, likuiditas, dan pada akhirnya kredibilitas pasar kita," ujar Hasan dalam Konferensi Pers di Gedung BEI, Kamis (2/4/2026).
