Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tembus 1.300 Toko, MR DIY Tahan Harga demi Jaga Daya Beli

Tembus 1.300 Toko, MR DIY Tahan Harga demi Jaga Daya Beli
Toko ke-1.300 MR DIY dibuka di Kalimantan Utara (dok. MR DIY)
Intinya Sih
  • MR DIY Indonesia mencapai 1.300 toko dan meluncurkan komitmen 'Harga Tetap Sama' untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
  • Dalam sembilan bulan, MR DIY menambah sekitar 200 toko baru dengan ekspansi hingga wilayah perbatasan seperti Tana Tidung sebagai bagian strategi pertumbuhan jangka panjang.
  • Perusahaan mencatat pertumbuhan laba 35,5 persen pada kuartal I-2026 serta menyerap lebih dari 11 ribu tenaga kerja di lebih dari 430 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - MR DIY Indonesia resmi menembus 1.300 toko di seluruh Indonesia. Di balik ekspansi agresif tersebut, perusahaan juga meluncurkan komitmen baru bertajuk “Harga Tetap Sama” sebagai strategi menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis.

Toko ke-1.300 itu dibuka di Tideng Pale Timur, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Langkah ini sekaligus mempertegas ambisi MR DIY memperluas penetrasi ritel modern hingga wilayah terdepan Indonesia.

1. MR DIY pilih tahan harga demi jaga daya beli

Toko MR DIY di Jakarta (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Toko MR DIY di Jakarta (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Peluncuran komitmen “Harga Tetap Sama” menjadi strategi bisnis utama perusahaan untuk mempertahankan keterjangkauan harga produk rumah tangga bagi konsumen.

Direktur Utama MR DIY Indonesia, Edwin Cheah mengatakan, pihaknya ingin memastikan masyarakat tetap bisa memperoleh produk kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau.

“Melalui komitmen ‘Harga Tetap Sama’, kami ingin menegaskan bahwa keterjangkauan tetap menjadi prioritas utama MR.D.I.Y. Indonesia. Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, kami ingin pelanggan tetap dapat memenuhi produk perlengkapan rumah tangga dengan harga dan nilai terbaik untuk kebutuhan sehari-hari mereka,” ujar Edwin, dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Rabu (27/5/2026).

Edwin menegaskan tidak akan melakukan kenaikan harga secara umum. Strategi tersebut melanjutkan kebijakan satu harga nasional yang sudah diterapkan sejak awal operasional pada 2017 dengan harga produk berlaku sama di seluruh wilayah Indonesia tanpa membedakan lokasi distribusi.

2. Ekspansi cepat jadi motor pertumbuhan bisnis

MR DIY Citra Raya (google.com/MR. DIY)
MR DIY Citra Raya (google.com/MR. DIY)

Dalam kurang dari sembilan bulan, MR DIY berhasil menambah sekitar 200 toko baru. Perjalanan ekspansi itu dimulai dari toko ke-1.100 di Jakarta pada Agustus 2025, lalu toko ke-1.200 di Sumbawa pada Desember 2025, hingga kini mencapai toko ke-1.300 di Kalimantan Utara.

Direktur sekaligus VP of Business Development MR DIY Indonesia, Michael Cohen menyebut pemilihan lokasi ekspansi dilakukan lewat analisis ketat.

“Setiap lokasi yang kami pilih melalui analisis yang ketat, mencakup potensi pasar, pertumbuhan ekonomi lokal, dan kebutuhan nyata masyarakat. Tana Tidung memenuhi seluruh indikator tersebut,” kata dia.

Menurut Michael, ekspansi hingga wilayah perbatasan bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

3. Laba tumbuh 35,5 persen, serap 11 ribu tenaga kerja

ilustrasi laba bersih (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi laba bersih (IDN Times/Aditya Pratama)

Ekspansi agresif MR DIY turut ditopang pertumbuhan bisnis yang solid. Perseroan mencatat laba tumbuh 35,5 persen pada kuartal I-2026, melanjutkan tren profitabilitas sepanjang 2025.

Saat ini, MR DIY telah hadir di lebih dari 430 kota dan kabupaten di Indonesia serta menciptakan lebih dari 11 ribu lapangan kerja. Perusahaan menilai ekspansi ritel modern dapat berjalan beriringan dengan pemerataan ekonomi daerah.

“Dengan 1.300 toko yang kini tersebar di seluruh Nusantara, MR DIY. Indonesia menegaskan bahwa ‘Hemat, Lengkap, Dekat’ bukan sekadar proposisi nilai melainkan standar layanan nasional yang dihadirkan secara konsisten, dari pusat kota hingga wilayah terdepan Indonesia,” tutur Edwin.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More