Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Optima Prima Metal Sinergi Siap Diversifikasi Bisnis ke FMCG Tahun Ini

Optima Prima Metal Sinergi Siap Diversifikasi Bisnis ke FMCG Tahun Ini
ilustrasi investor (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya sih...
  • Optima Prima Metal Sinergi akan diversifikasi ke 16 lini bisnis baru, termasuk industri pangan.
  • Diversifikasi diharapkan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan harga saham OPMS.
  • Harga saham OPMS naik 163,38% selama enam bulan terakhir, menunjukkan sentimen positif dari pasar terhadap aksi korporasi ini.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Emiten perdagangan logam bekas kapal PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) tengah mempersiapkan manuver diversifikasi usaha ke 16 lini bisnis berbeda pada tahun ini. Rencana ekspansi ini dinilai menjadi momen penting bagi investor di pasar saham.

Aksi korporasi yang telah disetujui pada Desember 2025 ini membuka peluang OPMS untuk menjajal 16 lini usaha baru. Adapun penambahan kegiatan usaha ini dilatarbelakangi dari inisiatif Perseroan untuk terus berupaya tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan dukungan yang optimal bagi pemegang saham.

1. Lini usaha baru bergerak di industri pangan

Optima Prima Metal Sinergi Siap Diversifikasi Bisnis ke FMCG Tahun Ini
ilustrasi buah-buahan (pexels.com/Snappr)

Lini usaha baru OPMS akan bergerak di industri pangan yang meliputi perdagangan gula, coklat, dan kembang gula, kopi, teh dan kakao, makanan dan minuman hasil pertanian, buah-buahan, telur dan hasil olahan telur, susu dan produk susu, minuman non alkohol bukan susu, dan makanan serta minuman lainnya.

Selain itu, perusahaan asal Surabaya ini juga akan melakukan perdagangan besar di komoditas beras, sayuran, minyak dan lemak nabati, daging ayam dan daging ayam olahan, eceran roti, kue kering, serta kue basah dan sejenisnya, daging sapi dan daging sapi olahan, daging dan daging olahan dan roti.

Direktur Optima Prima Metal Sinergi, Rubbyanto Handaja Kusuma pun mengatakan, tenaga ahli dan pendapatan atas kegiatan usaha baru tersebut akan dibukukan Perseroan pada laporan keuangan kuartal IV-2025 dan paling lambat dilaporkan pada 31 Maret 2026.

“Untuk ke depannya, Perseroan akan lebih berfokus pada lini bisnis baru di bidang Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dibanding penjualan besi scrap. Namun, Perseroan akan tetap berusaha mengoptimalkan supply chain dan mendapatkan rantai pasok besi scrap yang stabil guna meningkatkan pendapatan perseroan di segmen tersebut,” tutur Rubbyanto, dikutip Selasa (6/1/2026).

2. Diversifikasi bisa dongkrak pendapatan OPMS

Optima Prima Metal Sinergi Siap Diversifikasi Bisnis ke FMCG Tahun Ini
Ilustrasi Saham. (IDN Times/Aditya Pratama)

Aksi ini pun dinilai bisa meningkatkan sentimen fundamental saham OPMS. Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai, strategi diversifikasi ini berpeluang besar untuk mendongkrak pendapatan OPMS pada masa mendatang.

Dengan rapor kinerja baik, potensi dividen tinggi, minat investor akan saham OPMS akan lebih besar dan mendorong harga sahamnya melambung tinggi.

“Penambahan kegiatan usaha baru ini membuka peluang Perseroan untuk menjalin kerja sama dengan beberapa principal baru kedepannya. Dengan jaringan distribusi yang terfokus di Wilayah Madura dan Jawa Timur, Perseroan memiliki peluang distribusi, sekaligus memperkuat rantai pasok pangan regional,” kata Herditya.

3. Kinerja saham OPMS

Optima Prima Metal Sinergi Siap Diversifikasi Bisnis ke FMCG Tahun Ini
ilustrasi saham (IDN Times/Aditya Pratama)

Aksi korporasi besar-besaran ini pun disambut baik oleh kalangan pelaku pasar. Hal ini terlihat dengan kenaikan harga saham OPMS sebesar 163,38 persen selama enam bulan ke belakang hingga Selasa (6/1/2026).

Aksi beli berskala besar tersebut memperkuat anggapan adanya kemungkinan potensi investor strategis atau mitra kerja yang akan melakukan akuisisi bertahap atau kerja sama operasi.

“Bila dilihat dari pola transaksinya yang stabil dan berulang, bisa dilihat ini menunjukkan adanya kemungkinan pihak institusional yang mulai masuk. Hal ini bisa menjadi sentimen baik bagi pergerakan saham OPMS ke depannya seiring dengan diversifikasi 16 lini bisnis baru yang telah disetujui,” tutur Herditya.

Sebagai informasi, perusahaan yang berdiri sejak 2012 ini memegang peranan sentral dalam bisnis besi skrap di Indonesia. Selain jual beli besi tua dan daur ulang besi skrap, OPMS juga melakukan pemotongan kapal sebagai bagian integral dari operasional.

Proses pemotongan kapal yang dilakukan dengan ketelitian dan keamanan yang tinggi menjadikan Optima Prima Metal Sinergi sebagai penyedia besi skrap terkemuka yang memenuhi standar kualitas tinggi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Pertamina: 5.888 UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi Sepanjang 2025

08 Jan 2026, 01:07 WIBBusiness