Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemerintah Mulai Bangun Rusun di Tanah KAI Pasar Senen pada 15 Juni
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait (Ara) (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Pemerintah akan memulai pembangunan 324 unit rusun di Pasar Senen pada 15 Juni 2026, hasil kerja sama PT KAI dan Danantara atas arahan Presiden Prabowo.
  • Pembangunan rusun dilakukan sebagai langkah menjaga lahan milik PT KAI agar tidak lagi dikuasai pihak lain serta memanfaatkan aset negara secara optimal.
  • Lahan negara yang terbengkalai akan dikelola menjadi perumahan rakyat bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah untuk menciptakan hunian yang lebih inklusif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait (Ara), mengatakan akan ada pembangunan rumah susun (rusun) di Kecamatan Pasar Senen, Jakarta. Hal itu dilakukan usai Presiden Prabowo Subianto meninjau kawasan permukiman di bantaran rel kawasan Pasar Senen pada Kamis (26/3/2026).

"Atas arahan Presiden Prabowo, hasil beliau turun ke lapangan dua minggu lalu di daerah Senen, itu sudah mulai dibangun di kawasan Jalan Kramat, ya. Itu saya bersama Pak Doni, arahan Pak Rosan (Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM dan CEO Danantara, Rosan Roeslani) juga 300, sekitar 300 rumah di kawasan Senen. Kemudian juga sedang dipersiapkan oleh kereta api, KAI, 500 rumah berikutnya yang akan segera diproses," ujar Ara.

1. Pembangunan dimulai 15 Juni 2026

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait (Ara) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Ara mengatakan, pembangunan rumah susun itu akan dimulai pada 15 Juni 2026. Pembangunan itu atas kerja sama PT KAI dengan Danantara.

"Tadi saya katakan, untuk tahapan pertama ini tanggal 15 Juni itu yang di Senen kan jadi sekitar 300 lebih ya, 324 kalau saya tidak salah angkanya ya, 15 Juni 2026. Nah kemudian kereta api juga sedang mempersiapkan 500 unit lagi, ya, di Jakarta," ucap dia.

Ara mengatakan, total ada 824 rusun unit yang akan dibangun di bantaran rel di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Jadi totalnya 824 unit, gitu ya. Kita berharap itu, tapi yang jadi duluan mungkin yang di Senen, 324 unit," kata dia.

2. Pembangunan rusun merupakan respons karena lahan PT KAI dikuasai pihak lain

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait (Ara) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dalam kesempatan itu, Ara mengatakan, pembangunan rusun itu merupakan respons agar lahan PT KAI tidak dikuasai lagi oleh pihak lain.

"Arahan beliau (Presiden), bagaimana fokus di kota-kota, bagaimana lahan-lahan negara, terutama dari kereta api yang ada di BUMN maupun Danantara itu diprioritaskan untuk rumah susun," kata dia.

3. Lahan negara terbengkalai dikelola untuk perumahan rakyat

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait (Ara) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Ara menjelaskan, lahan negara terbengkalai akan dikelola untuk perumahan rakyat. Apabila sudah jadi, bisa digunakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah.

"Jadi bagaimana lahan-lahan negara ini bisa dikelola untuk perumahan rakyat. Nanti dikombinasi juga untuk masyarakat berpenghasilan rendah, juga yang menengah supaya ada kombinasi," imbuhnya.

Editorial Team