Proyek Rumah Instan di Senen Diutamakan buat Warga Bantaran Rel

- Pemerintah membangun 324 rumah tapak di Senen, Jakarta Pusat, sebagai bagian program 3 juta rumah Presiden Prabowo, diprioritaskan bagi warga bantaran rel Stasiun Senen.
- Tiga BUMN karya—PT Hutama Karya, WIKA, dan PTPP—ditunjuk untuk mengerjakan proyek ini di lahan milik PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports).
- Pembangunan menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) agar cepat selesai sebelum 15 Juni 2026, karena model vertikal dinilai memakan waktu lebih lama.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah akan membangun 324 rumah tapak di kawasan Senen, Jakarta Pusat sebagai bagian dari program 3 juta rumah Presiden Prabowo Subianto. Proyek hunian itu akan dibangun di atas lahan milik PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports). Rumah itu akan diutamakan untuk warga yang tinggal di bantaran rel Stasiun Senen.
“Itu untuk warga yang kemarin dikunjungi Pak Presiden,” kata Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait usai mengunjungi Rusunawa Cinta Kasih Tzu Chi di Jakarta Barat, Minggu (5/3/2026).
1. Bakal dibangun oleh 3 BUMN karya

Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria mengatakan proyek hunian itu akan dibangun oleh tiga BUMN karya, yakni PT Hutama Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP).
“WIKA, HK, dan PP, 324 (unit),” kata Dony dalam kesempatan yang sama.
2. Butuh metode pembangunan yang cepat

Maruarar alias Ara mengatakan, junian itu telah mulai dibangun, dan ditargetkan rampung pada 15 Juni 2026 mendatang. Oleh sebab itu, hunian itu akan dibangun dengan model Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) yang menggunakan teknologi konstruksi bongkar pasang (knockdown).
“Karena itu harus cepat, 15 Juni ya,” ujar Ara.
3 Pembangunan rusun membutuhkan waktu yang lebih lama

Sementara itu, Ara mengatakan jika proyek tersebut dibangun dengan model hunian vertikal, membutuhkan waktu yang lebih lama.
“Jadi kita juga lihat kebutuhan, ada yang bisa cepat, ada yang masih ada waktunya,” ucap Ara.


















