Jakarta, IDN Times - Pemerintah telah merealisasikan pembiayaan utang sebesar Rp127,3 triliun hingga 31 Januari 2026. Angka ini setara dengan 15,3 persen dari target tahun ini Rp832,2 triliun.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan, realisasi pembiayaan utang pada Januari 2026 lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp153,33 triliun atau turun sekitar 17 persen. Di sisi lain, ia memastikan pembiayaan utang dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan memperhatikan disiplin fiskal.
""Realisasi pembiayaan utang tercatat sebesar Rp127,3 triliun atau 15,3 persen dari target APBN 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu yaitu 23,7 persen dari target APBN," ujarnya dikutip, Rabu (25/2/2026).
Adapun pembiayaan utang artinya adalah cara memperoleh dana dengan meminjam uang yang nantinya harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu beserta bunga atau imbal hasilnya.
