Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Percepat Transisi Energi, PTBA-PNRE Garap PLTS di Lahan Pascatambang
MoU PTBA dan PNRE kembangkan PLTS di lahan pascatambang (Dok PTBA)
  • PT Bukit Asam dan Pertamina NRE menandatangani MoU pengembangan PLTS di lahan pascatambang sebagai langkah percepatan transisi energi nasional dan penciptaan nilai tambah berkelanjutan.
  • PTBA menekankan pentingnya teknologi dalam menghasilkan energi bersih, efisien, serta beremisi rendah sambil memperluas portofolio energi baru terbarukan untuk mendukung ekosistem green business.
  • Lahan pascatambang PTBA yang telah direklamasi akan dimanfaatkan sebagai pusat energi hijau guna mendukung target Net Zero Emission dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) kerja sama mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lahan pascatambang.

Kedua perusahaan telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) kerja sama pengembangan proyek PLTS di area operasional PTBA. MoU ini merupakan bentuk sinergi kedua perusahaan untuk mempercepat transisi energi nasional sekaligus menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi bangsa.

1. Sinergi untuk percepat transformasi bisnis energi

Dirut PTBA Bambang Ismawan. (dok. YouTube ASABRI)

Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan mengatakan, sinergi PTBA dan PNRE menjadi momentum strategis untuk mengambil peran dalam pengembangan proyek PLTS yang tercantum dalam RUPTL 2025 – 2034.

"Sinergi ini menjadi milestone strategis bagi PTBA dalam percepatan transformasi bisnis energi, penguatan portofolio EBT, dan peningkatan kontribusi pendapatan energi masa depan," kata dia dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (5/7/2026).

PTBA memandang keberlanjutan tidak hanya berbicara mengenai bagaimana mengurangi emisi karbon, tetapi juga bagaimana memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimiliki secara optimal melalui inovasi dan penguasaan teknologi.

2. Manfaatkan teknologi untuk hasilkan energi bersih

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto (Dok PTBA)

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto meyakini, Sustainability Through Technology merupakan salah satu kunci utama menuju masa depan energi yang berkelanjutan. Teknologi memungkinkan PTBA menjawab tantangan lingkungan tanpa harus mengorbankan ketahanan energi maupun pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, perseroan memandang batu bara tidak semata-mata harus ditinggalkan.

"Menurut saya yang lebih penting adalah bagaimana kita memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan energi yang semakin bersih, lebih efisien, dan mampu menurunkan emisi karbon secara signifikan," ujarnya.

Di sisi lain, dia menambahkan, PTBA juga terus mengembangkan energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari portofolio energi masa depan Indonesia. Semangat tersebut sejalan dengan transformasi yang sedang dijalankan PTBA.

Selain mengembangkan proyek-proyek hilirisasi batu bara seperti Coal to DME, SNG dan Kalium Humat yang memberikan nilai tambah sekaligus mengurangi intensitas emisi, PTBA juga terus memperluas pengembangan bisnis energi baru dan terbarukan, di mana total portfolio PLTS perseroan telah mencapai 1,2 MWp.

Melalui proyek-proyek seperti ini, PTBA berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi emisi karbon secara signifikan dan mendorong terciptanya ekosistem green business yang berdaya saing. Perseroan berharap portofolio di bidang Energi Bersih dapat menjadi batu loncatan untuk mendapatkan Green Funding untuk proyek-proyek hilirisasi ke depannya.

"Melalui kerja sama dengan PT Pertamina New & Renewable Energy, kami melihat peluang besar untuk mengoptimalkan aset nasional yang dimiliki PTBA, termasuk pemanfaatan lahan pascatambang sebagai kawasan pengembangan PLTS maupun berbagai potensi renewable energy lainnya yang dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan," tuturnya.

3. Lahan pascatambang berpotensi jadi pusat energi hijau

Dok. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

Turino menilai, lahan pascatambang yang selama ini telah direklamasi dan direhabilitasi memiliki potensi untuk ditransformasikan menjadi pusat-pusat energi hijau. Dengan demikian, kawasan yang sebelumnya menjadi bagian dari aktivitas pertambangan dapat memiliki kehidupan baru sebagai sumber energi bersih yang mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia.

"Salah satu problem PLTS adalah penyediaan lahan, nah di sisi lain kami banyak lahan pascatambang yang direklamasi. Maka alangkah baiknya setelah reklamasi bisa menjadi sumber energi baru. Kami ada ribuan hektare (ha), mungkin yang awal saya dengar dari teman-teman kami punya lebih dari 250 ha lahan pascatambang yang siap untuk digunakan,” tuturnya.

Turino meyakini kolaborasi antara PTBA dan PNRE akan menjadi contoh nyata bagaimana sinergi BUMN dapat berkontribusi dalam mempercepat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan teknologi, inovasi, dan optimalisasi aset nasional.

Curated For You

Editorial Team

Related Article