Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bahlil Jelaskan Alasan Ketahanan BBM RI Hanya 20-an Hari

Bahlil Jelaskan Alasan Ketahanan BBM RI Hanya 20-an Hari
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam keterangan pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
  • Bahlil Lahadalia menjelaskan ketahanan energi nasional hanya mampu bertahan sekitar 25–26 hari karena keterbatasan kapasitas penyimpanan dan infrastruktur tangki yang belum memadai.
  • Pemerintah tengah membangun fasilitas penyimpanan baru dengan target cadangan energi cukup untuk tiga bulan, mengikuti standar internasional guna memperkuat ketahanan energi Indonesia.
  • Meski kapasitas terbatas, Bahlil memastikan stok BBM, crude, dan LPG berada di atas standar minimum nasional serta aman untuk kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, kapasitas penyimpanan (storage) energi nasional saat ini hanya mampu bertahan maksimal di angka 25 hingga 26 hari.

Bahlil menjelaskan, meski stok minyak nasional saat ini berada di angka 23 hari, pemerintah masih terkendala infrastruktur untuk meningkatkan cadangan tersebut. Pembangunan tangki penyimpanan baru harus dilakukan agar ketahanan energi Indonesia bisa lebih ditingkatkan.

"Memang secara faktanya ketahanan energi kita, storage kita, itu maksimal di angka 25 sampai 26 hari. Nggak lebih dari itu," katanya dalam keterangan pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

1. Pemerintah targetkan kapasitas penyimpanan 3 bulan

Bahlil Jelaskan Alasan Ketahanan BBM RI Hanya 20-an Hari
ilustrasi kilang minyak (pexels.com/Pixabay)

Guna memperkuat ketahanan energi, Bahlil menegaskan, pemerintah tengah berupaya membangun fasilitas penyimpanan dengan kapasitas yang jauh lebih besar. Targetnya, Indonesia harus memiliki cadangan energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan.

"Makanya sekarang pemerintah lagi sedang berusaha untuk membangun storage yang kapasitasnya bisa sampai dengan 3 bulan, karena itu standar internasional," tuturnya.

2. Volume impor menyesuaikan kapasitas penyimpanan

Bahlil Jelaskan Alasan Ketahanan BBM RI Hanya 20-an Hari
Kapal tanker PT Pertamina International Shipping (PIS). (dok. PIS)

Bahlil mengakui pemerintah tidak bisa langsung mengimpor minyak dalam jumlah besar karena kendala lokasi penyimpanan. Tanpa pembangunan tangki baru, stok tambahan tidak akan memiliki tempat penampungan.

Oleh karena itu, mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu menegaskan, infrastruktur harus segera diperbaiki tanpa perlu menyalahkan pihak mana pun.

"Kalau kita impor sebanyak itu kita mau taruh di mana? Itu. Itu kira-kira problem kita dan ini terjadi, kita tidak usah menyalahkan siapa-siapa, memang faktanya begitu negara kita, dan kita harus perbaiki," ujar Bahlil.

3. Stok BBM dan LPG dipastikan aman hingga Lebaran

Bahlil Jelaskan Alasan Ketahanan BBM RI Hanya 20-an Hari
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam keterangan pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Bahlil memastikan pasokan energi untuk kebutuhan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri dalam posisi aman. Dia menyatakan, stok minyak mentah (crude), BBM, hingga LPG rata-rata sudah berada di atas standar minimum nasional.

"Stok BBM kita, crude, BBM, LPG, itu semua rata-rata di atas standar minimum nasional. Kita tahu bahwa standar minimum nasional adalah 21 hari. Ini semuanya di atas 21 hari," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More