Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Purbaya Ungkap Alasannya Copot 2 Dirjen Kemenkeu: Itu Proses Biasa

Purbaya Ungkap Alasannya Copot 2 Dirjen Kemenkeu: Itu Proses Biasa
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (22/4/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
  • Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pencopotan dua dirjen Kemenkeu, Febrio Kacaribu dan Luky Alfirman, merupakan rotasi rutin tanpa alasan istimewa dalam struktur eselon I kementerian.
  • Ia mengakui rotasi tersebut sedikit terkait dengan evaluasi kinerja pejabat yang lambat mengeksekusi tugas, namun bukan menjadi satu-satunya alasan perubahan posisi itu dilakukan.
  • Purbaya juga menyoroti munculnya isu negatif internal dan eksternal terhadap Kemenkeu serta memastikan sudah menunjuk pelaksana harian untuk menggantikan dua dirjen yang dicopot.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan alasan pencopotan dua direktur jenderalnya (dirjen) hanyalah proses biasa yang dilakukan dalam Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Adapun dua dirjen yang baru saja dicopot ialah Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF), Febrio Kacaribu, dan Direktur Jenderal Anggaran (DJA), Luky Alfirman.

"Rotasi eselon I, itu hanya proses biasa. Biasa kita berapa tahun putar, berapa tahun putar. Jadi enggak ada yang istimewa dari situ," kata Purbaya di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

1. Soal pernah singgung pejabat yang lelet eksekusi tugas

Kantor Kementerian Keuangan. (IDN Times/Trio Hamdani)
Kantor Kementerian Keuangan. (IDN Times/Trio Hamdani)

Dalam kesempatan itu, Purbaya ditanya apakah rotasi yang baru saja dilakukan berkaitan dengan pernyataannya soal pegawai yang mengaku siap menjalankan tugas, namun eksekusinya lama. Menurutnya, rotasi yang terjadi ada sedikit kaitan, tapi bukan alasan satu-satunya.

"Iya dan tidak. Iya ada sedikit, tetapi nggak itu saja, ada yang lain-lain," tutur Purbaya.

2. Banyak gangguan yang timbulkan sentimen negatif

WhatsApp Image 2025-07-03 at 19.36.59.jpeg
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Luky Alfirman. (Dok/Istimewa).

Dia juga menyinggung banyaknya suara mengganggu (noise) yang menyebabkan sentimen negatif pada Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Misalnya seperti isu seperti APBN yang tak akan bisa bertahan jika harga BBM tidak naik.

“Ini kan juga terjadi kan noise yang seolah-olah menggambarkan ekonomi kita sedang menuju keterpurukan dalam beberapa bulan ke depan. Mereka bilang kan 3 bulan waktu itu, kan berarti 2 bulan lagi, Juni, Juli. Tapi keadaannya enggak seperti itu. Noise dari pemerintah sudah kita rapikan nih,” ujar Purbaya.

Tak hanya itu, dia juga sempat menyoroti dugaan-dugaan bahwa dirinya tertutup dan tidak punya kemampuan bahasa Inggris, dan dia tak disarankan bertemu investor karena dianggap bisa mengganggu kepercayaan investor.

"Ada informasi yang keluar bahwa Menteri Keuangannya tertutup, nggak bisa bahas Inggris kali dan kalau bisa jangan dibawa ketemu investor karena dia akan mengacaukan. Itu dari internal, jadi kita rapikan itu sedikit," kata Purbaya.

Menurutnya, perbedaan pandangan di internal adalah hal yang normal. Namun, jika hal itu terkait penyebaran angka atau informasi yang tidak akurat, menurut Purbaya dapat menyesatkan dan berdampak buruk.

"Kalau perbedaan pendapatnya nggak apa-apa. Kita kalau perbedaan pendapat boleh loh di Keuangan. Marah-marah mereka ini. Nggak apa-apa. Cuman ketika ada misinformasi seperti itu kan meruntuhkan legacy pemerintah juga. Jadi mesti kita rapikan," ujar Purbaya.

3. Sudah ada pengganti dua dirjen yang dicopot

Screenshot 2025-11-17 161124.jpg
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Nathan Kacaribu. (Dok/Istimewa).

Sebelumnya, Purbaya mengatakan pihaknya sudah mengganti dua Dirjen yang dicopot dengan Pelaksana Tugas Harian (Plh) sejak 21 April 2024.

"Iya. Sudah dikasih PLH sekarang," kata Purbaya kepada jurnalis di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Mengenai nasib kedua pejabat tersebut, Purbaya menyebut mereka diminta untuk beristirahat terlebih dahulu. Purbaya menjelaskan, pihaknya akan mencari tempat yang tepat bagi mereka.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More