Perjalanan Muhammad Awaluddin di BUMN, Kini Jadi Dirut Jasa Raharja

- Muhammad Awaluddin mengawali karier di Telkom Indonesia setelah lulus dari Universitas Sriwijaya, Palembang pada 1990.
- Jabat Dirut AP II selama 7 tahun, membawa Bandara Soekarno-Hatta sebagai The World’s Most Improved Airport.
- Jadi Komut PELNI lalu jabat Wadirut Telkom Indonesia selama 3 bulan sebelum diangkat menjadi Dirut Jasa Raharja.
Jakarta, IDN Times - Setelah melepaskan jabatannya dari posisi Wakil Direktur Utama (Wadirut) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), Muhammad Awaluddin, kembali ke jajaran pimpinan perusahaan pelat merah.
Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun Buku 2025 PT Jasa Raharja, Awaluddin diangkat sebagai direktur utama (Dirut). Dia menggantikan Dewi Aryani Suzana yang sebelumnya mengisi posisi jabatan Pelaksana Tugas (Plt.) Dirut.
Nama Awaluddin melekat dengan PT Angkasa Pura II (AP II) yang kini dilebur ke dalam PT Angkasa Pura Indonesia (API). Dia memimpin AP II selama tujuh tahun. Faktanya, Awaluddin sudah mengarungi berbagai jabatan di empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Berikut sepak terjang Muhammad Awaluddin.
1. Mengawali karier di Telkom Indonesia

Awaluddin adalah lulusan Sarjana Teknik Elektro di Universitas Sriwijaya, Palembang, pada 1990. Dia meraih gelar Master of Business Administration dari European University, Antwerpen, Belgia pada 1998.
Dia juga meraih Doctor of Science in Management dari Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung pada 2016.
Ternyata, Awaluddin memulai kariernya di Telkom Indonesia sebagai General Manager Kandatel Jakarta Pusat pada 2005. Kemudian, dia naik jabatan menjadi Vice President Public & Marketing Communication Telkom Indonesia. Dia menjabat posisi tersebut pada September 2005 sampai Maret 2007.
Dia pun ditunjuk sebagai Executive General Manager Divisi Regional I Sumatra Telkom Indonesia sampai Juni 2009. Dia kembali naik jabatan menjadi Executive General Manager Divisi Access Network Infrastructure sampai 2010.
Kemudian, Awaluddin dipercaya memimpin cucu usaha Telkom, dengan menjadi Direktur Utama PT Infomedia Nusantara mulai Desember 2010 sampai Mei 2012.
Setelah memimpin Infomedia Nusantara, Awaluddin mendapat amanah menjadi Director of Enterprise and Wholesale Telkom Indonesia sampai Juni 2013. Lalu, dia berganti jabatan menjadi Director of Enterprise and Business Service Telkom Indonesia pada Juli 2013, sebelum akhirnya menjadi Dirut AP II.
2. Jabat Dirut AP II selama 7 tahun

Awaluddin juga pernah menjabat sebagai Dirut AP II sejak 9 September 2016 sampai November 2023. Selama memimpin AP II, Awaluddin membawa Bandara Soekarno-Hatta sebagai The World’s Most Improved Airport dari Skytrax Awards 2017.
Tak lupa juga peringkat 10 Best Airport Staff in Asia dari Skytrax Awards 2021, dan peringkat 9 Best Airport Staff in Asia dari Skytrax Awards 2022.
Selain Bandara Soekarno-Hatta, pada masa kepemimpinan Awaluddin, Bandara Silangit juga mendapat penghargaan The Most Improved Airport dari ASQ Airport Council International Awards 2018.
Bahkan, saat pandemik COVID-19, Bandara Soekarno-Hatta meraih penghargaan The COVID-19 Airport Excellence Awards dari Skytrax, Best Hygiene Measures by Region (Asia-Pacific) dari Airport Council International, Airport Health Accreditation dari Airport Council International, dan Safe Travel Score 4.3 dari Safe Travel Barometer.
3. Jadi Komut PELNI lalu jabat Wadirut Telkom Indonesia selama 3 bulan

Tak hanya itu, pada 16 Januari 2024, Menteri BUMN, Erick Thohir mengangkat Awaluddin menjadi Komisaris Utama (Komut) PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI. Dia mengemban tugas sebagai pengawas PELNI sampai Mei 2025.
Dalam konferensi pers RUPST Telkom Indonesia 27 Mei 2025 itu, Awaluddin mengatakan dirinya kembali lagi ke 'rumah lama'.
"Hari ini saya kembali lagi ke rumah lama. Saya 25 tahun di Telkom, terakhir saya meninggalkan Telkom sebagai Direktur Enterprise 2016," ucap Awaluddin.
Ternyata, baru tiga bulan menjabat, pemegang saham Telkom Indonesia mencopot Awaluddin dari posisi Wadirut. Keputusan itu diumumkan melalui hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 16 September 2025.
Namanya baru kembali mencuat di jajaran pimpinan BUMN setelah diangkat menjadi Dirut Jasa Raharja.

















