Persaingan Panas Apple vs Nvidia demi Takhta Perusahaan Termahal Dunia

- Apple sempat menyalip Nvidia sebagai perusahaan termahal dengan kapitalisasi pasar sekitar US$5,1 triliun, tetapi Nvidia segera kembali memimpin setelah selisih nilai keduanya kurang dari 1 persen.
- Dominasi lama Apple mendapat tantangan sejak lonjakan AI mengangkat Nvidia; perusahaan chip ini memimpin hampir tanpa jeda sejak Juni 2025, meski posisi puncak kini kerap berganti.
- Saham Apple mencetak rekor bertepatan penjualan iPhone Duo, sementara Nvidia masih 11 persen di bawah rekornya; laporan Microsoft dan Alphabet berikutnya turut dinantikan investor.
Persaingan untuk menjadi perusahaan termahal di dunia kembali memanas setelah Apple berhasil menyalip Nvidia dalam kapitalisasi pasar pada Jumat. Kedua perusahaan teknologi raksasa ini memiliki nilai pasar sekitar 5,1 triliun dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp86.700 triliun, sehingga selisih di antara keduanya sangat tipis.
Menariknya, pergeseran posisi tersebut terjadi ketika saham Apple mencetak rekor baru dan iPhone Duo seharga 1.999 dolar AS atau sekitar Rp33,98 juta mulai dijual di pasaran. Meski demikian, Nvidia kembali merebut posisi teratas setelah Apple sempat unggul.
Persaingan ini menunjukkan betapa cepatnya posisi perusahaan dengan nilai pasar terbesar dapat berubah di tengah dinamika industri teknologi dan perkembangan kakal imitasi (AI). Lantas, apa saja hal menarik di balik persaingan Apple dan Nvidia dalam memperebutkan takhta tersebut?
Table of Content
1. Apple kembali menyalip Nvidia setelah persaingan ketat

ilustrasi Apple Store (unsplash.com/Andy Wang) Apple kembali menunjukkan kekuatannya di pasar saham dengan mengambil alih posisi Nvidia sebagai perusahaan paling bernilai di Amerika Serikat. Berdasarkan perhitungan Yahoo Finance, nilai pasar kedua perusahaan berada di kisaran 5,1 triliun dolar AS atau sekitar Rp86.700 triliun.
Pada penutupan perdagangan Kamis, selisih kapitalisasi pasar keduanya bahkan kurang dari 1 persen. Kondisi tersebut membuat persaingan berlangsung sangat ketat karena perubahan harga saham yang relatif kecil saja bisa mengubah posisi mereka.
Momen ini juga menjadi kali kelima Apple berhasil merebut posisi teratas dari Nvidia. Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama karena Nvidia kembali memimpin setelah Apple sempat menyalipnya.
Pergantian posisi ini memperlihatkan bahwa persaingan antara kedua perusahaan gak hanya ditentukan oleh popularitas produk, tapi juga oleh bagaimana investor menilai prospek bisnis mereka. Bagi kamu yang mengikuti perkembangan pasar saham global, pergerakan keduanya bisa menjadi gambaran menarik tentang perubahan perhatian investor terhadap perusahaan teknologi.
2. Dominasi Apple selama bertahun-tahun mulai mendapat tantangan

ilustrasi ponsel iPhone (commons.wikimedia.org/Ahmad Ali Karim) Sebelum Nvidia naik ke puncak, Apple sudah lama menjadi salah satu perusahaan paling dominan di pasar saham Amerika Serikat. Sejak Oktober 2015, Apple tercatat menutup perdagangan sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Amerika Serikat dalam sekitar tujuh dari setiap sepuluh sesi perdagangan. Posisi tersebut sesekali diambil alih oleh perusahaan lain, seperti Microsoft, Amazon, dan Alphabet. Meski begitu, Apple tetap menjadi nama yang paling sering berada di urutan teratas selama periode tersebut.
Persaingan mulai berubah ketika perkembangan AI mendorong perubahan besar dalam industri teknologi. Nvidia, yang dikenal melalui pengembangan chip untuk kebutuhan komputasi AI, berhasil merebut posisi perusahaan paling bernilai berdasarkan penutupan perdagangan pada 18 Juni 2024.
Perusahaan ini kemudian mempertahankan posisinya hampir tanpa jeda sejak Juni 2025, meskipun Apple sempat memimpin selama empat sesi perdagangan pada akhir Juli. Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan AI telah menggeser peta persaingan di pasar saham, termasuk bagi perusahaan yang sebelumnya mendominasi selama bertahun-tahun.
3. Saham Apple mencetak rekor saat Nvidia mengalami tekanan

ilustrasi logo Nvidia, perusahaan teknologi (unsplash.com/Mariia Berezovsky) Salah satu hal yang membuat persaingan kali ini menarik adalah pergerakan saham kedua perusahaan yang berlawanan arah. Apple menutup perdagangan Kamis dengan mencetak rekor harga saham baru. Sebaliknya, Nvidia masih berada sekitar 11 persen di bawah rekor harga penutupan yang dicapainya pada 6 Oktober. Perbedaan performa ini ikut mempersempit jarak antara kedua perusahaan dalam perebutan posisi teratas.
Tekanan terhadap Nvidia terjadi setelah saham-saham perusahaan chip mengalami penurunan tajam pada bulan tersebut. Sementara itu, Apple justru mencatatkan kenaikan sekitar 4 persen sejak penutupan perdagangan pada 6 Oktober.
Dalam periode yang sama, Apple menjadi satu-satunya perusahaan berkapitalisasi pasar jumbo yang sahamnya masih berada di zona positif. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pergerakan saham perusahaan teknologi gak selalu searah, meskipun mereka sama-sama beroperasi dalam industri yang saling berkaitan.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa perusahaan dengan nilai pasar terbesar belum tentu selalu mencatatkan performa saham terbaik dalam setiap periode. Kapitalisasi pasar bisa berubah mengikuti harga saham, sedangkan harga saham dipengaruhi oleh berbagai pertimbangan investor terhadap prospek bisnis dan kondisi pasar.
Karena itu, posisi Apple atau Nvidia di puncak gak bisa dijadikan satu-satunya ukuran untuk menilai kualitas investasi. Kamu tetap perlu memperhatikan kondisi keuangan perusahaan, perkembangan bisnis, dan risiko yang menyertainya sebelum mengambil keputusan investasi.
4. Peluncuran iPhone Duo ikut mewarnai momentum Apple

ilustrasi Apple Store (unsplash.com/Emanuel Ekström) Keberhasilan Apple menyalip Nvidia terjadi pada hari ketika perusahaan tersebut mulai menjual iPhone Duo dengan harga 1.999 dolar AS atau sekitar Rp33,98 juta. Peluncuran produk ini menjadi salah satu peristiwa penting yang bertepatan dengan kenaikan saham Apple ke level rekor.
Kehadiran perangkat baru tersebut juga menambah perhatian pasar terhadap perkembangan bisnis Apple, terutama di tengah persaingan perusahaan teknologi untuk mempertahankan daya tarik produknya. Meski demikian, waktu peluncuran dan kenaikan saham yang berdekatan gak otomatis membuktikan bahwa penjualan iPhone Duo menjadi satu-satunya penyebab penguatan harga saham.
Perjalanan Apple dalam merebut posisi teratas dari Nvidia pun memperlihatkan bahwa keunggulan tersebut gak selalu bertahan lama. Dari empat keberhasilan sebelumnya, hanya satu yang bertahan cukup panjang, yakni ketika kekhawatiran terhadap DeepSeek pada Januari 2025 menekan saham perusahaan chip.
Pada periode itu, Apple berhasil mempertahankan posisi teratas hingga memasuki musim semi. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa sentimen pasar terhadap industri AI dapat memengaruhi persaingan kapitalisasi pasar secara signifikan, bahkan ketika perusahaan yang bersaing memiliki model bisnis berbeda.
Sejak awal 2024, posisi perusahaan paling bernilai di pasar saham Amerika Serikat telah berpindah tangan sebanyak dua lusin kali atau sekitar 24 kali, menurut perhitungan Yahoo Finance. Angka tersebut menggambarkan betapa dinamisnya persaingan di antara perusahaan teknologi berkapitalisasi besar.
Apple masih memiliki kekuatan melalui ekosistem produk dan bisnis perangkatnya, sedangkan Nvidia mendapatkan perhatian besar dari perkembangan kebutuhan komputasi AI. Kedua perusahaan memiliki keunggulan masing-masing, sehingga perebutan posisi teratas masih berpotensi berlanjut.
5. Laporan keuangan Microsoft dan Alphabet menjadi ujian berikutnya

ilustrasi perusahaan Microsoft (pexels.com/Angel Bena) Persaingan Apple dan Nvidia belum tentu menjadi satu-satunya hal yang menarik perhatian investor dalam waktu dekat. Microsoft dan Alphabet, yang masing-masing menempati posisi ketiga dan keempat, dijadwalkan merilis laporan keuangan pada Rabu berikutnya.
Kedua perusahaan tersebut memiliki kapitalisasi pasar sekitar 3,9 triliun dolar AS atau setara Rp66.300 triliun per perusahaan. Hasil laporan keuangan mereka berpotensi memengaruhi penilaian investor terhadap prospek industri teknologi secara keseluruhan.
Laporan keuangan menjadi salah satu momen penting karena investor dapat menilai perkembangan pendapatan, kinerja bisnis, dan prospek perusahaan melalui informasi terbaru. Jika hasilnya melampaui ekspektasi pasar, saham perusahaan terkait berpotensi mendapatkan respons positif, meskipun hasil akhirnya tetap bergantung pada berbagai faktor.
Sebaliknya, hasil yang mengecewakan bisa memicu tekanan terhadap harga saham. Karena itu, perkembangan Microsoft dan Alphabet juga layak diperhatikan untuk memahami arah persaingan di antara perusahaan teknologi terbesar dunia.
Kamu juga perlu melihat persaingan ini sebagai gambaran bahwa pasar saham terus bergerak mengikuti perubahan ekspektasi investor. Apple yang sempat kembali memimpin belum tentu mampu mempertahankan posisinya, sementara Nvidia juga menghadapi tantangan setelah mengalami tekanan pada sahamnya.
Perkembangan bisnis AI, penjualan perangkat, dan laporan keuangan perusahaan besar dapat ikut memengaruhi perubahan tersebut. Dengan demikian, perebutan takhta perusahaan termahal dunia masih menjadi persaingan terbuka yang menarik untuk diikuti.
Persaingan Apple dan Nvidia memperlihatkan bagaimana posisi perusahaan termahal dunia dapat berubah dalam waktu singkat, bahkan ketika nilai pasar keduanya sudah mencapai sekitar 5,1 triliun dolar AS atau Rp86.700 triliun. Apple kembali menunjukkan kekuatannya melalui rekor saham dan momentum peluncuran produk baru, sedangkan Nvidia masih memiliki peran penting dalam perkembangan industri AI.
Namun, keberhasilan Apple menyalip Nvidia kali ini juga belum menjamin bahwa posisinya akan bertahan lama. Bagi kamu yang ingin mengikuti perkembangan ekonomi global, pergerakan saham kedua perusahaan tersebut bisa menjadi salah satu indikator menarik untuk memahami arah industri teknologi dan perubahan sentimen investor.




















![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Kecenderungan Doom Spending? Gen Z Biasa Begini](https://image.idntimes.com/post/20260621/upload_d06bbd48d0bf0039e7d214dda11f17d5_79e5d680-169e-4eff-826c-71b5dd0d6a9b.png)

