Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

NVIDIA Siapkan US$150 Miliar untuk Buyback, Apa Tujuannya?

4 min read
NVIDIA Siapkan US$150 Miliar untuk Buyback, Apa Tujuannya?
NVIDIA CEO Jensen Huang (commons.wikimedia.org/Maurizio Pesce)
  • NVIDIA menambah otorisasi buyback US$150 miliar, terbesar dalam sejarahnya, sehingga total otorisasi tersisa mencapai US$235 miliar hingga tahun fiskal 2028.
  • Buyback dapat mengurangi saham beredar dan meningkatkan EPS, sekaligus menjadi cara mengembalikan modal kepada pemegang saham tanpa mewajibkan semua investor menjual saham.
  • Arus kas operasional NVIDIA mencapai US$74,4 miliar pada paruh pertama fiskal 2027; perusahaan menempatkan buyback sebagai alokasi modal sambil tetap mendanai ekspansi AI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

NVIDIA kembali menarik perhatian investor setelah mengumumkan tambahan otorisasi share buyback senilai US$150 miliar. Langkah NVIDIA siapkan US$150 miliar untuk buyback menjadi penambahan terbesar dalam sejarah program pembelian kembali saham dan membuat total otorisasi yang tersisa mencapai US$235 miliar hingga tahun fiskal 2028. Besarnya dana yang disiapkan membuat keputusan NVIDIA ini menarik perhatian di tengah kebutuhan perusahaan untuk terus membiayai ekspansi dan pengembangan teknologi AI.

Buyback merupakan aksi ketika perusahaan menggunakan dananya untuk membeli saham sendiri yang beredar di pasar. Bagi perusahaan sebesar NVIDIA, keputusan mengalokasikan dana hingga ratusan miliar dolar tentu menarik karena kas yang tersedia juga dapat digunakan untuk ekspansi bisnis, riset, atau investasi teknologi. Lantas, apa sebenarnya tujuan NVIDIA menyiapkan dana sebesar itu untuk membeli kembali sahamnya?

  1. 1. Mengurangi jumlah saham yang beredar

    ilustrasi pasar saham
    ilustrasi pasar saham (magnific.com/rawpixel)

    Ketika perusahaan melakukan buyback, saham yang dibeli kembali dari pasar dapat dikeluarkan dari jumlah saham beredar. Dengan jumlah saham beredar yang lebih sedikit, laba perusahaan akan dibagi di antara jumlah lembar saham yang lebih kecil sehingga earnings per share atau EPS dapat meningkat, dengan asumsi faktor lainnya tetap. Mekanisme inilah yang membuat buyback dapat memengaruhi metrik keuangan yang diperhatikan investor.

    Namun, otorisasi buyback tidak berarti NVIDIA langsung mengeluarkan US$150 miliar untuk membeli saham dalam satu waktu. Dewan direksi memberikan kewenangan kepada perusahaan untuk melakukan pembelian secara bertahap sesuai kondisi pasar, kebutuhan operasional, dan peluang investasi lainnya. NVIDIA menyatakan program yang tersisa sebesar US$235 miliar diharapkan dijalankan hingga tahun fiskal 2028.

  2. 2. Mengembalikan modal kepada pemegang saham

    ilustrasi investor
    ilustrasi investor (pexels.com/Gustavo Fring)

    Buyback merupakan salah satu cara perusahaan mengembalikan modal kepada pemegang saham selain membagikan dividen. Ketika NVIDIA membeli saham di pasar, pemegang saham yang memilih menjual memperoleh dana dari perusahaan, sedangkan investor yang tetap memegang sahamnya memiliki porsi kepemilikan relatif yang lebih besar terhadap jumlah saham beredar. Dampaknya tentu berbeda bagi masing-masing investor karena tidak semua pemegang saham harus menjual sahamnya.

    NVIDIA memang telah meningkatkan pengembalian modal kepada pemegang saham dalam beberapa periode terakhir. Pada kuartal kedua tahun fiskal 2027, perusahaan mengembalikan sekitar US$26 miliar melalui pembelian kembali saham dan dividen, sementara pada paruh pertama tahun fiskal tersebut nilainya sekitar US$46 miliar.

  3. 3. Memanfaatkan kuatnya arus kas NVIDIA

    ilustrasi NVIDIA
    ilustrasi NVIDIA (unsplash.com/BoliviaInteligente)

    Keputusan buyback dalam skala besar juga berkaitan dengan kemampuan NVIDIA menghasilkan kas dari operasional bisnisnya. Pada paruh pertama tahun fiskal 2027, NVIDIA mencatat arus kas dari aktivitas operasi sekitar US$74,4 miliar, sehingga perusahaan memiliki ruang untuk mengembalikan modal kepada pemegang saham sembari tetap mendanai ekspansi bisnis.

    CEO NVIDIA, Jensen Huang, mengatakan pertumbuhan perusahaan didorong oleh perubahan besar menuju AI dan accelerated computing. Menurut Jensen Huang, kemampuan menghasilkan kas memberi NVIDIA kapasitas untuk berinvestasi pada teknologi yang mendukung perkembangan tersebut sekaligus mengembalikan modal kepada pemegang saham. Pernyataan itu menunjukkan bahwa buyback diposisikan sebagai bagian dari strategi alokasi modal, bukan pengganti investasi perusahaan pada AI.

  4. 4. Menunjukkan keyakinan terhadap nilai perusahaan

    ilustrasi laporan keuangan
    ilustrasi laporan keuangan (pexels.com/RDNE Stock project)

    Buyback juga dapat menjadi sinyal mengenai bagaimana manajemen memandang saham perusahaan sendiri, meskipun keputusan tersebut tidak secara otomatis berarti harga saham akan naik. Ketika perusahaan menganggap penggunaan kas untuk membeli saham sendiri merupakan pilihan yang menarik dibandingkan dengan alternatif penggunaan dana lainnya, keputusan itu dapat mencerminkan pandangan manajemen terhadap prospek bisnis dan nilai perusahaan. Dalam kasus NVIDIA, besarnya otorisasi baru membuat sinyal tersebut semakin diperhatikan investor.

    Skala keputusannya memang tidak biasa karena tambahan US$150 miliar tersebut merupakan peningkatan otorisasi buyback terbesar dalam sejarah, sekaligus membawa total otorisasi tersisa NVIDIA menjadi US$235 miliar. Perusahaan menyebut langkah tersebut mencerminkan keyakinannya terhadap peluang jangka panjang dari AI dan accelerated computing.

    Keputusan NVIDIA siapkan US$150 miliar untuk buyback bukanlah jumlah yang sedikit. Terlebih, NVIDIA masih membutuhkan dana besar untuk mempertahankan pengembangan bisnis AI. Keputusan tersebut memperlihatkan bahwa perusahaan memiliki pilihan dalam menggunakan kas yang dihasilkan dari bisnisnya, mulai dari investasi hingga pengembalian kepada pemegang saham. Bagi seorang investor, memahami alasan di balik buyback dapat menjadi pertimbangan untuk melihat kinerja perusahaan secara lebih menyeluruh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More