Lewat Pertapreneur Aggregator, Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas

- Pertamina menetapkan 10 UMKM terbaik dalam Program Pertapreneur Aggregator 2025–2026 sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan mencetak pelaku usaha yang berdaya saing tinggi.
- Program ini menjaring 100 UMKM unggulan dari 730 peserta, memberikan pendampingan bisnis, penerapan ESG, digitalisasi usaha, hingga akses pasar global untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
- Pertamina mencatat nilai SROI sebesar 2,21 dan menyalurkan hibah Rp495 juta guna mendukung keberlanjutan usaha serta memperkuat ekosistem kewirausahaan lokal yang berdampak sosial positif.
Jakarta, IDN Times - PT Pertamina (Persero) menetapkan 10 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terbaik dalam Program Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025–2026. Program tersebut merupakan upaya perusahaan dalam mencetak pelaku usaha yang tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga mampu menjadi penggerak bagi UMKM lain di sekitarnya.
Vice President CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero), Rudi Afrianto, mengatakan Pertapreneur Aggregator menjadi salah satu instrumen perusahaan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan UMKM yang inovatif, berkelanjutan, dan memiliki dampak luas.
"Kami ingin melahirkan UMKM yang tidak hanya bertumbuh secara bisnis, tetapi juga mampu menjadi penggerak yang memberdayakan UMKM lain dan menciptakan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (15/6/2026).
1. Tujuannnya menjaring UMKM terbaik

Program ini menjaring 100 UMKM terbaik dari total 730 peserta UMK Academy 2025 yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta kemudian mengikuti serangkaian tahapan mulai dari seleksi, wawancara mendalam, bootcamp, mentoring, business acceleration, visitasi lapangan, hingga pembukaan akses pasar global.
"Sepanjang program, peserta mendapatkan pendampingan dalam penyusunan strategi bisnis, pemasaran, pengelolaan keuangan, penerapan prinsip environmental, social and governance (ESG), digitalisasi usaha, hingga ekspansi pasar," jelasnya.
2. Nilai Social ROI yang dihasilkan

Pertamina mencatat program tersebut menghasilkan rata-rata nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,21. Artinya, setiap Rp1 investasi yang diberikan mampu menghasilkan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan senilai Rp2,21.
Untuk mendukung keberlanjutan usaha para peserta, Pertamina juga menyalurkan hibah sarana produksi senilai Rp495 juta. Rinciannya, Rp345 juta diberikan kepada 10 UMKM Champion dan Rp150 juta kepada 20 UMKM semifinalis.
3. Komitmen ciptakan nilai tambah lebih besar

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhamad Baron, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai bersama melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
"Pertamina tidak hanya membantu UMKM meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga membangun ekosistem kewirausahaan yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, dan menghasilkan dampak yang berkelanjutan," katanya.
Berdasarkan hasil penilaian pada aspek performa bisnis, akses pasar, dampak agregator, brand visibility, dan kesiapan eksekusi, Novio Fresh berhasil meraih predikat PAG Integrated Market Access Champion sekaligus menjadi juara utama Pertapreneur Aggregator 2025–2026.
Sementara itu, Rendang Gadih dan Imago Raw Honey masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga. Baron menilai hasil tersebut menunjukkan besarnya potensi UMKM Indonesia untuk berkembang dan bersaing di pasar global.
"Pertamina akan terus mendorong lahirnya UMKM yang tangguh, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat," ungkapnya.


















